Kunjungan Wisatawan ke Ujung Kulon Terus Meningkat

Ririn Indriani

Selasa, 07 Juli 2015 | 17:02 WIB
Kunjungan Wisatawan ke Ujung Kulon Terus Meningkat
Gunung Honje berada di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. (Sumber: ujungkulon.org)

Suara.com - Kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke salah satu destinasi wisata di Banten yakni Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) di Kabupaten Pandeglang, meningkat setiap tahunnya.

"Pada tahun 2013 total kunjungan wisatawan ke TNUK sekitar sembilan ribuan wisatawan. Jumlah kunjungan meningkat pada 2014 menjadi sekitar 12 ribuan orang," kata Bagian Pelayanan dan Pemanfaatan Wisata Alam TNUK Amilia di Serang, Selasa.

Ia mengatakan kecenderungan kunjungan wisatawan ke lokasi habitat badak jawa tersebut setiap tahun terus meningkat. Apalagi jika didukung dengan aksesibilitas dan infrastruktur untuk menunjang pariwisata alam tersebut.

"Sebagian besar yang berkunjung itu pelajar dan mahasiswa yang melakukan kegiatan studi dan menikmati wisata alam," kata Amilia.

Sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara selama kurun waktu 2014 lalu ada sekitar 3000-an wisatawan mancanegara.

"Untuk pemasukan bagi TNUK sendiri, kami menarik retribusi Rp7.500 per orang pada 'weekend' dan Rp5.500 per orang pada hari biasa," katanya.

Dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke TNUK, pihaknya melakukan berbagai upaya promosi dan pameran, baik tingkat lokal, regional dan internasional.

"Memang kendalanya sarana transportasi. Saat ini kalau menuju Pulau Peucang di TNUK biayanya sekitar Rp2.800.000 per hari untuk sewa kapal. Kalau banyakan bisa ringan biayanya," katanya.

Ia mengatakan untuk bisa menikmati pemandangan alam, pantai serta udara yang bebas polusi di Pulau Peucang TNUK, wisatawan bisa menempuh perjalanan sekitar satu jam dari dermaga di Kecamatan Sumur, jika menggunakan kapal cepat.

"Kalau kapal biasa, bisa ditempuh dengan perjalanan tiga jam. Itupun kalau cuacanya bagus," kata Amilia.

Jumlah populasi badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) yang sebelumnya diperkirakan berjumlah 60 ekor, berkurang sekitar empat ekor karena mati pada periode 2011 sampai 2014.

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Mohammad Haryono di Serang, Selasa, mengatakan berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan TNUK dengan menggunakan 100 kamera 'video trap' yang dimulai sejak bulan Januari hingga Desember 2014. Saat ini total minimum populasi badak jawa berjumlah sekitar 57 ekor yang terdiri dari 31 jantan dan 26 betina "Ini komposisi tidak ideal, seharusnya satu jantan empat betina. Ini yang menyebabkan pertumbuhannya lamban," kata Haryono saat Ekpose Hasil Monitoring Populasi Badak Jawa Tahun 2014, yang digelar Balai Taman Nasional Ujung Kulon bersama Plt Gubernur Banten Rano Karno, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B di Serang.

Menurut Haryono, dari pantauan klip yang diambil dari tahun 2011 hingga 2014 melalui kamera pengintai yang dipasang di sejumlah titik di TNUK, diketahui ada empat badak yang mati. Sementara dari 60 individu badak jawa yang pernah terekam pada monitoring sebelumnya yakni Tahun 2011 sampai 2013, sebanyak 52 individu terekam kembali.

"Saat ini, analisa kumulatif dari tahun 2011 hingga 2014, dari 60 ekor badak, empat meninggal dan kelahiran baru satu ekor. Total minimum diperkirakan ada 57 ekor," kata Haryono.

Sementara terkait penyebab matinya badak tersebut, kata Haryono, diperkirakan karena penyakit atau faktor alam lainnya. Namun dari analisa yang mengancam kehidupan badak jawa selain faktor alam, adalah binatang pemangsa lain seperti anjing hutan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sejak Januari 2015, 3,84 Juta Turis Masuk Indonesia

Sejak Januari 2015, 3,84 Juta Turis Masuk Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2015 | 13:56 WIB

Pelesiran ke Singapura Saat Ramadan, Ini Rekomendasinya

Pelesiran ke Singapura Saat Ramadan, Ini Rekomendasinya

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2015 | 06:43 WIB

Ini yang Bisa Anda Lakukan di Negara Terkecil Kedua di Dunia

Ini yang Bisa Anda Lakukan di Negara Terkecil Kedua di Dunia

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2015 | 12:14 WIB

Buang Air Kecil Sembarangan di Kota Wisata Ini Bakal Dipenjara

Buang Air Kecil Sembarangan di Kota Wisata Ini Bakal Dipenjara

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2015 | 11:27 WIB

Terkini

Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?

Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Pengusaha Minta Buruh Kerja 45 Jam, Airlangga: Ikut Regulasi Saja

Pengusaha Minta Buruh Kerja 45 Jam, Airlangga: Ikut Regulasi Saja

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Gugatan Ijazah Gibran di MK, Sebenarnya Soal Apa?

Gugatan Ijazah Gibran di MK, Sebenarnya Soal Apa?

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Baju Hitam Melambangkan Apa? Ini 5 Maknanya dalam Fesyen dan Kehidupan

Baju Hitam Melambangkan Apa? Ini 5 Maknanya dalam Fesyen dan Kehidupan

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:05 WIB

5 Rekomendasi Toner Eksfoliasi Glycolic Acid yang Aman untuk Cerahkan Kulit Kombinasi

5 Rekomendasi Toner Eksfoliasi Glycolic Acid yang Aman untuk Cerahkan Kulit Kombinasi

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Baleg DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU Hak Cipta

Baleg DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU Hak Cipta

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Lewat BRILink Agen, BRI Dorong Inklusi Keuangan Warga Pelangiran di Wilayah Perairan Provinsi Riau

Lewat BRILink Agen, BRI Dorong Inklusi Keuangan Warga Pelangiran di Wilayah Perairan Provinsi Riau

Malang | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Amankan Tiket Aksi Spektakuler Tolito Aguirre Lewat BRImo Sekarang Juga!

Amankan Tiket Aksi Spektakuler Tolito Aguirre Lewat BRImo Sekarang Juga!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Berkaca Kasus Keracunan, Jogja Uji MBG Prasmanan dan Tak Lagi Pakai Ompreng

Berkaca Kasus Keracunan, Jogja Uji MBG Prasmanan dan Tak Lagi Pakai Ompreng

Jogja | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Saat Minta Maaf Diremehkan: Bahaya Emotional Invalidation dalam Pertemanan

Saat Minta Maaf Diremehkan: Bahaya Emotional Invalidation dalam Pertemanan

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:00 WIB

×