Ini Risiko Menunda-nunda Perkawinan

Esti Utami, Dinda Rachmawati

Selasa, 28 Juli 2015 | 12:04 WIB
Ini Risiko Menunda-nunda Perkawinan
Ilustrasi. (shutterstock)

Suara.com - Jatuh cinta dengan lelaki yang jauh lebih tua memiliki beberapa keuntungan. Anda akan melihat gaya hidup yang lebih baik. Mereka juga memiliki pengalaman hidup dan kepercayaan diri yang lebih baik dari lelaki yang lebih muda.

Dia mungkin telah berada dalam posisi karier yang baik, sehingga seluruh waktunya dapat dia dedikasikan untuk hubungan Anda. Dia bahkan lebih terbuka untuk mengajak Anda membangun sebuah keluarga dan berbicara tentang menjadi ayah yang setia dan bertanggungjawab.

Lelaki yang lebih tua memang lebih bisa diharapkan menjadi suami dan ayah yang baik. Hal ini sebagian disebabkan karena penurunan orientasi karir. Dan mereka tidak lagi menghadapi tekanan sebesar mereka yang baru membangun karirnya.

Hal ini nampaknya sangat cocok dengan perempuan yang lebih muda, yakni mereka yang berusia 20an dan siap untuk memiliki anak. Mereka dapat fokus untuk mengasuh anak tanpa khawatir tentang karir mereka.

Biasanya, mereka bisa kembali melanjutkan sekolah atau bekerja pada usia 30an, setelah anak-anak mereka remaja atau beranjak besar. Banyak ibu-ibu muda mendapatkan manfaat sosial ini, karena pilihan mereka yang menikah dengan lelaki yang lebih tua.

Meskipun terdengar ideal dan sangat baik, perempuan yang lebih muda sebaiknya mempertimbangkan kembali keputusan ini. Karena penelitian menunjukkan bahwa lelaki yang lebih tua memiliki sederet kerugian biologis ketika menjadi ayah.

Sperma dari lelaki yang lebih tua lebih berisiko mengalami mutasi genetik. Dan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih besar pada keturunannya, seperti autisme dan gangguan mental.

Kecenderungan yang sama juga terjadi pada perempuan yang lebih tua. Keinginan mereka menjadi seorang ibu, seringkali tertunda, karena mereka harus bergantung pada sel telur tua yang dibuahi ketika ingin memiliki anak.

Dan tentu saja, kenaikan masalah kesehatan potensial dari keturunan, sebaiknya diketahui ketika kedua orang tua lebih matang.

Sedangkan signifikansi statistik sperma dari lelaki yang lebih tua dalam memproduksi keturunan dengan masalah kesehatan belum diketahui. Jadi, sangat penting untuk mengenali potensi bahaya memiliki anak dengan lelaki yang lebih tua.

Jika lelaki Anda berusia 45 tahun ke atas Anda mungkin akan memprioritaskan agenda untuk segera memiliki bayi. Anggapan untuk hamil lebih cepat, lebih baik daripada menundanya adalah hal yang benar.

Sedangkan jika lelaki Anda berusia 50 tahun ke atas, ada baiknya untuk memikirkan bantuan donor sperma atau adopsi anak, ketika ingin memiliki anak. Untungnya, lelaki yang lebih tua sering cukup bijaksana dengan berpikir bahwa menjadi ayah biologis tidak begitu penting. Mereka sering berpikir, bahwa menjadi ayah tidak harus selalu berhubungan dengan koneksi genetik.

Pada akhirnya, hal yang paling penting tentang memiliki anak adalah cinta yang dirasakan antara orang tua. Ya, tentu saja, ini penting.

Cinta yang tumbuh dari komitmen, gairah dan keintiman adalah sumber daya yang kuat untuk membesarkan anak bersama-sama, terutama ketika Anda memiliki anak yang mempunyai masalah kesehatan menantang.

Mengetahui tebtang efek sperma yang lebih tua pada bayi bukan berarti Anda harus menghindari menjadi seorang ayah yang lebih tua. Sebaliknya, itu hanya salah satu dari banyak faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih calon pasangan hidup. (yourtango.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Sekadar Isu Sosial, Komisi VIII DPR Sebut LGBT Sebagai Ancaman Serius Kelanjutan Generasi

Bukan Sekadar Isu Sosial, Komisi VIII DPR Sebut LGBT Sebagai Ancaman Serius Kelanjutan Generasi

News | Senin, 06 Juli 2026 | 12:36 WIB

Jebakan Umur 30: Mengapa Tekanan Menikah Justru Membuat Jodoh Semakin Lari?

Jebakan Umur 30: Mengapa Tekanan Menikah Justru Membuat Jodoh Semakin Lari?

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:53 WIB

Apakah Menikahi Sepupu Termasuk Perkawinanan Sedarah? Ini Penjelasannya

Apakah Menikahi Sepupu Termasuk Perkawinanan Sedarah? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 14 Maret 2026 | 20:46 WIB

Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat

Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:59 WIB

Franciscus Sibarani: Aspirasi PerCa Jadi Bahan Revisi UU Kewarganegaraan

Franciscus Sibarani: Aspirasi PerCa Jadi Bahan Revisi UU Kewarganegaraan

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:14 WIB

Beda Syarat Usia Menikah Zaman Dulu dan Setelah Ganti UU, Biar Tidak Terjebak Child Grooming

Beda Syarat Usia Menikah Zaman Dulu dan Setelah Ganti UU, Biar Tidak Terjebak Child Grooming

Lifestyle | Kamis, 15 Januari 2026 | 13:15 WIB

Angka Perkawinan Anak Turun Jadi 5,9 Persen, KemenPPPA Waspadai Perubahan ke Nikah Siri

Angka Perkawinan Anak Turun Jadi 5,9 Persen, KemenPPPA Waspadai Perubahan ke Nikah Siri

News | Rabu, 12 November 2025 | 18:28 WIB

Di DPR, Menteri Agama Ungkap Angka Perceraian di Indonesia Turun

Di DPR, Menteri Agama Ungkap Angka Perceraian di Indonesia Turun

News | Selasa, 11 November 2025 | 13:52 WIB

Breaking the Chain: Seni, Riset, dan Upaya Memutus Rantai Pernikahan Anak

Breaking the Chain: Seni, Riset, dan Upaya Memutus Rantai Pernikahan Anak

Your Say | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 15:40 WIB

Menteri PPPA: Pernikahan Anak Seperti di Lombok Bisa Picu Stunting dan Putus Sekolah

Menteri PPPA: Pernikahan Anak Seperti di Lombok Bisa Picu Stunting dan Putus Sekolah

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 13:47 WIB

Terkini

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol

Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×