Cara Beda Nikmati Wisata Bali, Datang Saja ke Lembongan

Siswanto

Minggu, 13 September 2015 | 14:49 WIB
Cara Beda Nikmati Wisata Bali, Datang Saja ke Lembongan
Dua guide Bali Marine Walk –Lembongan Island Adventure menerangkan jenis rumput laut kepada dua wisatawan asal Jepang, Minggu (13/9/2015) [Suara.com/Luh Wayanti].

Suara.com - Pulau Bali memiliki kekayaan alam yang begitu banyak, salah satunya adalah rumput laut. Bila wisatawan ingin mengetahui jenis rumput laut yang sedang dibudidaya, bisa datang ke Pulau Lembongan, Klungkung.

Di sana, wisatawan akan diajak untuk melihat cara membuat bibit, memanen, hingga proses penjemuran rumput laut.

Perusahaan Bali Marine Walk-Lembongan Island Adventure menawarkan paket wisata rumput laut kepada turis.

Wisatawan asing maupun lokal tidak hanya bisa melihat proses tanam dan panen. Bila turis meminta diajari cara membuat bibit rumput laut, para petani siap mengajarkannya.

Setelah disuguhi dengan pemandangan petani membuat bibit, menjemur rumput laut, wisatawan akan melihat hamparan tanaman di laut lepas.

Di hamparan laut Desa Lembongan terdapat ribuan petak tanaman rumput laut. Rumput laut merupakan salah satu mata pencaharian warga setempat. Pemandangan terlihat indah, meskipun terik matahari membuat kulit terbakar. Tapi itu tidak menyurutkan minat wisatawan mengabadikan padang rumput laut berwarna hijau.

Selain rumput laut, wisatawan juga bisa melihat perahu –perahu kecil milik nelayan setempat yang bersandar di pinggir pantai.

Salah satu guide Bali Marine Walk –Lembongan Island Adventure, I Dewa Made Edy Antara, mengatakan banyak wisatawan yang suka diajak ke tempat budidaya rumput luat. Antusiasime wisatawanlah yang membuat pelaku pariwisata untuk mengembangkan destinasi pariwisata rumput laut.

“Wisawatan sangat suka diajak kemari, karena mereka bisa melihat langsung cara memanen, menjemur, dan membuat bibit rumput laut,” katanya di Pulau Lembongan, Klungkung, Minggu (13/9/2015).

Di sana, wisatawan juga bisa langsung membeli rumput laut dari petani, baik yang basah maupun kering. Tapi kebanyakan para wisatawan suka beli rumput laut kering, karena mudah dibawa pulang.

Biasanya, wisatawan membeli rumput laut dengan harga Rp20 ribu per bungkus atau sekitar 700 gram. Mereka juga bisa mendapatkan oleh-oleh lainnya seperti aksesoris seperti cincin yang terbuat dari kerang, selain itu juga ada kalung dan gelang.

Dia mengatakan tidak hanya wisatawan dari Asia saja yang suka diajak keliling melihat proses pengolahan rumput laut, wisatawan Eropa juga senang mengetahui cara mengolahnya.

Salah satu wisawatan lokal dari Surabaya yang baru pertama kali ke Pulau Lembongan, Ayu Eka, menerangkan wisata rumput laut sangat bagus karena memberikan pengalaman berharga.

“Kami di sini juga diterangkan oleh tur guide kita dari Bali Marine Walk –Lembongan Island Adventure bahwa ada ada dua jenis rumput laut yang ditanam di sini. Kami di sini tidak hanya memanjakan mata saja tetapi kami juga dapat pengetahuan tentang rumput laut,” ujar perempuan berkaca mata ini. (Luh Wayanti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Jejak Karier Chatib Basri, Ekonom Bertangan Dingin yang Diisukan akan Gantikan Purbaya

Jejak Karier Chatib Basri, Ekonom Bertangan Dingin yang Diisukan akan Gantikan Purbaya

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:45 WIB

5 Parfum Lokal Unisex untuk Olahraga, Tetap Wangi Segar Walau Berkeringat Parah

5 Parfum Lokal Unisex untuk Olahraga, Tetap Wangi Segar Walau Berkeringat Parah

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 07:50 WIB

Jejak Pendidikan Chatib Basri, Menteri Keuangan Era SBY Sempat Dirumorkan Gantikan Purbaya

Jejak Pendidikan Chatib Basri, Menteri Keuangan Era SBY Sempat Dirumorkan Gantikan Purbaya

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 07:09 WIB

4 Shio yang Beruntung dan Berpeluang Kaya pada 6 Juni 2026, Kamu Termasuk?

4 Shio yang Beruntung dan Berpeluang Kaya pada 6 Juni 2026, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 06:35 WIB

Tips Memilih Hunian Premium, Tak Lagi Sekadar Lokasi Tapi Juga Pengalaman Hidup

Tips Memilih Hunian Premium, Tak Lagi Sekadar Lokasi Tapi Juga Pengalaman Hidup

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:59 WIB

5 Zodiak yang Bakal Bertemu Cintanya Pada Juni 2026, Anda Salah Satunya?

5 Zodiak yang Bakal Bertemu Cintanya Pada Juni 2026, Anda Salah Satunya?

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:15 WIB

Berapa Harga Tiket Piala Dunia 2026? Ini Daftar Harganya di AS, Meksiko, dan Kanada

Berapa Harga Tiket Piala Dunia 2026? Ini Daftar Harganya di AS, Meksiko, dan Kanada

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:05 WIB

Jerawat Tak Lagi Hanya Diobati dari Permukaan, Teknologi Laser Kini Sasar Sumber Masalahnya

Jerawat Tak Lagi Hanya Diobati dari Permukaan, Teknologi Laser Kini Sasar Sumber Masalahnya

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:37 WIB

Profil Dr. Timothy Astandu, Orang Indonesia Pertama yang Menjelajahi 197 Negara

Profil Dr. Timothy Astandu, Orang Indonesia Pertama yang Menjelajahi 197 Negara

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:06 WIB

Terpopuler: Sosok Alexandra Askandar hingga Cara Nonton Piala Dunia 2026 di Indonesia

Terpopuler: Sosok Alexandra Askandar hingga Cara Nonton Piala Dunia 2026 di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:57 WIB