Suara.com - Flavia Carvalho, seorang seniman asal Brasil, menawarkan jasanya secara gratis untuk perempuan yang memiliki bekas luka. Carvalho akan menato pasiennya, sebagai bagian dari proses penyembuhan fisik dan mental.
Seniman yang memiliki sebuah studio di Curitiba, telah membantu korban kekerasan dalam rumah tangga hingga penderita kanker, dengan mengubah bekas luka mereka menjadi sesuatu yang indah.
Proyeknya ini disebut "A Pele da Flor", yang dalam bahasa Portugis berarti 'lebih dalam dari kulit' serta memiliki terjemahan yang lebih literal yakni 'kulit bunga'.
"Semuanya dimulai sekitar dua tahun yang lalu, ketika klien saya ingin menutupi bekas luka besar di perutnya," jelas Flavia.
Perempuan itu, menceritakan kisahnya pada Flavia, bahwa saat dia sedang berada di sebuah klub malam, ada seorang lelaki yang mendekatinya. Perempuan itu pun menolak dan dirinya pun kena tikam sebuah belati.
"Ketika dia melihat tato yang sudah selesai saya kerjakan, ia sangat terharu, dan itulah yang menyentuh saya. Saya tiba-tiba berpikiran untuk menyediakan tato gratis bagi perempuan yang memiliki bekas luka, entah karena kekerasan dalam rumah tangga atau mastektomi. Setiap tato menurut saya, dapat bertindak sebagai instrumen untuk pemberdayaan dan menaikkan harga diri perempuan," ungkapnya.
Flavia biasanya menggambar bunga sakura untuk menutupi bekas luka, karena bunga tersebut melambangkan feminitas dan kecantikan, tetapi juga untuk menunjukkan tentang kehidupan yang sebenarnya pendek. Bunga sakura di awal musim semi, sebelum angin bertiup menggugurkannya.
Bekas luka yang ia ubah menjadi keindahan adalah hasil dari luka tusukan, luka mengering dan operasi. Flavia mengatakan di akun Facebooknya, bahwa dia telah mengubah kenangan buruk menjadi 'warna dan seni'. (metro.co.uk)