Bogor Berpeluang Jadi Destinasi Wisata Golf Dunia

Ardi Mandiri

Selasa, 29 Desember 2015 | 02:18 WIB
Bogor Berpeluang Jadi Destinasi Wisata Golf Dunia
Ilustrasi golf. [Shutterstock/Serg Shalimoff]

Suara.com - Pariwisata dengan minat khusus atau "special interest tourism" menjadi andalan sebuah negara dalam mengembankan dan membangun dunia kepariwisataannya.

Di Indonesia, sejauh bisa dirujuk, konsep wisata minat khusus itu mulai dikembangkan pada era Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu pada 2012.

"Kami terus menggalakkan promosi seputar kegiatan wisata minat khusus untuk menarik minat wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara," katanya seperti dilansir dalam laman https://indonesia.go.id/kementerian/10667-wisata-minat-khusus-miliki-potensi-untuk-tingkatkan-jumlah-wisatawan.

Sementara itu, Ika Akbarwati dalam laman https://www.selasar.com/ekonomi/wisata-minat-khusus-ceruk-pasar-pariwisata-indonesia menyebut dunia pariwisata saat ini memang sedang menghadapi kecenderungan perubahan paradigma dari massive tourism (wisata massal) menjadi wisata minat khusus itu.

Ia menyatakan wisata minat khusus diartikan sebagai sarana wisata yang lebih fokus kepada ide untuk mendapatkan pengalaman yang unik dan tidak bisa didapatkan di tempat lain.

Para ahli memberikan pengertian wisata dimaksud lebih kurang adalah perjalanan orang-orang yang pergi ke suatu tempat karena mereka memiliki minat khusus yang dapat dikejar di daerah tertentu atau tujuan tertentu.

Selain itu, ada juga unsur untuk mendapatkan pengalaman yang khas, unik, dan mungkin tidak bisa didapatkan di tempat lain.

Dalam kaitan itu, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Bogor bersinergi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat menggagas sebuah program wisata minat khusus dengan mengandalkan potensi yang dimiliki, dan sejauh ini belum dimiliki daerah lain di Tanah Air.

"Saat ini, sekurangnya di Bogor ada 11 lapangan golf berstandar internasional, dan jumlah itu tidak dimiliki daerah lain, dan bahkan mungkin di Jakarta sendiri," kata Ketua BPPD Kabupaten Bogor H Zainal Saprudin, M.Si.

BPPD sendiri dibentuk dengan Peraturan Bupati (Perbub) No. 58 Tahun 2013 dan Keputusan Bupati No. 556/146/Kpts/Per-UU/2014 pada Februari 2014 untuk mempromosikan dan memajukan usaha pariwisata di Kabupaten Bogor.

Berdasarkan Perbub dan Keputusan Bupati itu Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor Rachmat Surjana menetapkan tujuh orang sebagai anggota badan itu.

Komposisinya, Ketua dijabat Zainal Sapruddin dari unsur travel dan pariwisata, Wakil Ketua Dr Ir Ricky Avenzora, M.Sc.F.Trop, pakar ekowisata dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Sekretaris Agus Chandra Bayu, dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Infonesia (PHRI), dengan anggota Sunarya dan Makhrus Arizal, dari Perhimpunan Pramuwisata Indonesia (PPI) serta Janter Panjaitan dari unsur pers.

Kunjungan bertambah Ia mengemukakan dengan sumber daya lapangan golf bertaraf dunia yang jumlahnya tidak dimiliki daerah lain, lambat tapi pasti mulai ada tambahan kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah itu.

Berdasarkan rujukan data yang ada sebelum ada BPPD Kabupaten Bogor, wisatawan dengan minat khusus golf itu, setahun kisarannya yang datang tidak lebih dari 1.000 orang.

"Namun, setelah setahun Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Bogor dibentuk, kini wisatawan dengan minat khusus golf yang datang 1.000 hingga 1.200 orang per bulan," katanya.

Sebelumnya, kata dia, wisatawan dengan minat khusus itu, khususnya dari Singapura, Malaysia, dan negara lain menjadikan tujuan utama mereka ke Tiongkok.

Namun, kata dia, seiring dengan promosi gencar yang dilakukan pihaknya, kini wisatawan dimaksud sudah mulai datang ke Kabupaten Bogor.

Bahkan, Zainal berani mengklaim meningkatnya wisatawan dengan minat khusus olahraga golf itu menjadikan daerah itu kini menjadi pesaing utama Tiongkok dalam jenis wisata itu.

Karena itu, pihaknya juga telah memproklamirkan diri Kabupaten Bogor siap menjadi destinasi pariwisata golf dunia dengan makin bertambahnya kunjungan wisatawan dengan minat khusus itu.

Strategi promosi Fakta itu, kata dia, menunjukkan bukti bahwa strategi promosi yang dilakukan pihaknya mulai efektif sehingga akan terus dikembangkan secara sinergis dengan bentuk pariwisata lainnya.

Di antaranya, kata dia, adalah bagaimana meningkatkan masa tinggal wisatawan dengan minat khusus itu setelah main golf, seperti berkunjung ke pusat kuliner dan juga wisata budaya.

Khusus untuk wisata khusus golf itu, pihaknya bersama Disbudpar -- dan atas bantuan dang dukungan Kementerian Pariwisata -- telah melakukan program wisata pengenalan (Fam Trip) dengan mengundang 11 agen golf dari kawasan Asia Pasifik untuk datang dan melihat potensi wisata golf di Bogor.

Saat ini, kata dia, wisatawan dengan minat khusus golf yang datang berasal dari kawasan Asia, seperti Singapura, Tiongkok, Jepang, Korea, namun seiring dengan promosi yang dikembangkan, mereka akan menyasar wisatawan dari kawasan lain, baik dari kawasan Pasifik seperti Australia dan Selandia Baru, dan juga Eropa.

Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor Rahmat Surjana mengakui pihaknya terbantu dengan upaya yang dilakukan BPPD Kabupaten Bogor itu.

"Kalau target kunjungan wisatawan mancanegara untuk Kabupaten Bogor 6 juta orang, dengan sumbangan wisatawan dengan minat khusus yang rata-rata per bulan 1.000-1.200 orang, maka kontribusinya sangat signifikan," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan sinergi dengan BPPD Kabupaten Bogor dan juga pemangku kepentingan lainnya guna terus menemukan strategi yang semakin efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di daerah itu.

Rahmat juga menegaskan bahwa tidak ada tumpang tindih fungsi antara Disbudpar dengan BPPD, namun justru sinergi yang terus membaik.

"Intinya, meski di Disbudpar ada bidang promosi juga, namun bidang garapannya adalah untuk skala lokal, sedangkan untuk regional, nasional, dan bahkan internasional adalah ranah BPPD," katanya.

Mengenai dukungan anggaran BPPD Kabupaten Bogor melalui APBD yang nilainya baru Rp200 juta setahun, pihaknya berkomitmen akan memberikan tambahan proporsional karena yang dilakukan BPPD sudah menunjukkan hasil.

"Tentu kami juga membutuhkan dukungan dari pemangku kepentingan lain, termasuk dari DPRD yang punya kebijakan menentukan anggaran sehingga tugas dan fungsi BPPD semakin optimal," katanya.

Ketua BPPD Kabupaten Bogor Zainal Saprudin menambahkan bahwa soal alokasi anggaran pihaknya memosisikan diri dalam kapasitas "mengoptimalkan yang ada" dahulu.

"Intinya, kami tidak tergantung sepenuhnya pada alokasi anggaran pemerintah daerah, namun kita juga mengharapkan dukungan," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Terakhir bakal Suguhkan Duel Sengit Para Pemuncak Leaderboar

Hari Terakhir bakal Suguhkan Duel Sengit Para Pemuncak Leaderboar

News | Kamis, 10 Desember 2015 | 02:25 WIB

Cetak Lima-di Bawah Par, Juara Bertahan Pimpin Klasemen

Cetak Lima-di Bawah Par, Juara Bertahan Pimpin Klasemen

News | Rabu, 09 Desember 2015 | 02:06 WIB

Menakjubkan, Bayi Berkepala Seukuran Bola Golf  Bertahan Hidup

Menakjubkan, Bayi Berkepala Seukuran Bola Golf Bertahan Hidup

Health | Rabu, 18 November 2015 | 08:23 WIB

Rumah Mewah di Bukit Golf Digerebek, 31 Warga Cina Diamankan

Rumah Mewah di Bukit Golf Digerebek, 31 Warga Cina Diamankan

News | Jum'at, 31 Juli 2015 | 16:18 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×