Pakar: Nama Julukan Termasuk "Bullying"

Rabu, 13 Januari 2016 | 16:09 WIB
Pakar: Nama Julukan Termasuk "Bullying"
Ilustrasi anak stres. [Shutterstock]

Memanggil seseorang dengan nama sebutan khusus, kadang dianggap lumrah oleh sebagian masyarakat Indonesia. Tapi tahukah Anda bahwa hal ini bisa berlanjut menjadi perilaku bullying ketika nama sebutan tersebut bersifat melecehkan seseorang.

Seperti yang dialami Raiza Andini, namanya kerap diplesetkan menjadi Raiso. Padahal dalam bahasa Jawa, Raiso berarti tidak bisa.

"Saya diberikan nama yang indah oleh orangtua saya, tapi mendapat sebutan yang bermakna negatif. Untuk merubah sebutan ini saya rela mengeluarkan dana untuk membeli kosmetik dan mempercantik diri," ujar Raiza pada cuplikan kampanye #RayakanNamamu yang dihelat Coca Cola, di Jakarta (13/1/2016).

Apa yang disampaikan Raiza, ternyata banyak dialami masyarakat pada umumnya. Ada Rio yang kerap dipanggil "Gigi" karena giginya yang berwarna kekuningan, atau Risty yang kerap mendapat julukan "Bokri" karena rambutnya yang bertekstur keriting.

Menanggapi hal ini psikolog klinis sekaligus hipnoterapis, Liza Marielly Djaprie mengatakan, sebutan yang disasarkan pada seseorang memiliki kekuatan untuk menyakiti perasaannya.

"Jenis bully yang berawal dari ejekan nama, atau memberi julukan tertentu kepada seseorang karena bentuk fisiknya memiliki dampaknya seperti cyber bullying. Mereka jadi minder, tidak percaya diri," ujar Liza.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tak lagi memberikan julukan kepada seseorang yang bersifat negatif, terlebih didasarkan dari bentuk fisik semata yang gilirannya mengintimidasi seseorang.

"Meski diucapkan lewat kata-kata, verbal bullying dampaknya nggak bisa disepelekan. Bahkan kerap mengakibatkan minat dan prestasi sekolah anak menurun, bolos sekolah, pindah atau bahkan drop-out dari sekolah," ujar Liza

Badan dunia untuk anak-anak (UNICEF)  mencatat 50 persen anak yang mengalami bullying di sekolah. Dan hal ini mungkin juga terjadi di Indonesia. Padahal bullying mempengaruhi kepercayaan diri anak yang pada gilirannya membuat prestasi anak menurun.



Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI