Setiap Dua Pekan Satu Bahasa Daerah Punah

Esti Utami | Suara.com

Jum'at, 22 Januari 2016 | 11:00 WIB
Setiap Dua Pekan Satu Bahasa Daerah Punah
Ilustrasi upaya masyarakat melestarikan tradisi. (Antara)

Suara.com - Bahasa asli yang terancam, ditarik kembali dari ambang kepunahan tapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Demikian pernyataan satu kelompok ahli bahasa asli di Markas Besar PBB, New York, Kamis (20/1/2016).

"Ada contoh bagi kami bukan hanya untuk mempertahankan bahasa kami, tapi menggunakannya untuk mendidik generasi baru, menggunakannya di rumah kita lagi," kata Amy Kalili, ahli dalam Bahasa Hawaii, yang ikut dalam panel ahli bahasa asli di Markas Besar PBB, New York, pekan ini.

Panel tersebut memberi contoh bahwa bahasa asli diaktifkan kembali di seluruh dunia, dari Maori di Selandia Baru sampai Bahasa Hawaii, negara asal Kalili.

Sekarang mungkin untuk mempelajari Bahasa Hawaii dari anak-anak sampai tingkat doktoral, kata Kalili, kebanyakan karena upaya masyarakat untuk menyelamatkan bahasa tersebut dari kepunahan.

Kalili mengatakan bahwa menyelamatkan bahasa asli juga akan menguntungkan masyarakat global melalui pelestarian pengetahuan asli, yang penting.

"Kekayaan pengetahuan yang harus kita tawarkan kepada masyarakat dunia tersusun di dalam bahasa asli kita," kata perempuan ilmuwan itu.

Namun, Tetua Agung Edward John dari Suku Tl'azt'en di British Columbia, Kanada mengungkapkan fakta yang mengenaskan. Bahwa satu bahasa asli mati setiap pekan atau setiap dua pekan.

"Jika ada hewan atau tanaman atau ikan yang akan punah, orang-orang bangkit untuk mencegahnya, tapi ketika satu bahasa akan punah, tak seorang mengatakan sesuatu," katanya.

Dan meskipun teknologi mungkin menawarkan bantuan, itu bukan jawaban, kata John.

"Kita sekrang perlu membuat para tetua 'melek perangkat teknologi' sehingga mereka bisa memanfaatkan teknologi ini untuk mengajar generasi muda," kata John, sebagaimana dikutip Xinhua.

"Teknologi muncul dan menghilang dan takkan menjadi jawaban, tapi itu adalah suatu alat," Tatjana Degai dari Kamchatka di bagian timur-laut Rusia mengatakan meskipun ada pendekatan banyak budaya dan dukungan pemerintah buat bahasa asli di Rusia, sebagian bahasa masih berada di ambang kepunahan.

"Bahasa kami bisa bertahan hidup, di Rusia --negara yang memiliki banyak budaya dengan lebih dari 200 bahasa yang berbeda," kata wanita tersebut.

"Sebagian bahasa digunakan oleh satu juta orang, sebagian bahasa dituturkan oleh ribuan orang, dan kebanyakan bahasa asli masyarakat Siberia Utara dan Timur-jauh lah yang berada di ambang kepunahan," katanya.

Ada sebanyak 6.000 sampai 7.000 bahasa di dunia, kata John. Salah satu saran panel tersebut ialah semua negara diharapkan membantu memetakan bahasa asli di wilayah mereka, tambahnya. (Antara/Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lestarikan Bahasa Daerah, Mahasiswa Unila Gelar Layar Sastra Dua Bahasa

Lestarikan Bahasa Daerah, Mahasiswa Unila Gelar Layar Sastra Dua Bahasa

Your Say | Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:05 WIB

700 Bahasa Daerah Terancam Punah! Warisan Budaya Indonesia di Ujung Tanduk?

700 Bahasa Daerah Terancam Punah! Warisan Budaya Indonesia di Ujung Tanduk?

Your Say | Kamis, 16 Oktober 2025 | 12:27 WIB

Perang: Naluri Purba atau Kecelakaan Peradaban?

Perang: Naluri Purba atau Kecelakaan Peradaban?

Your Say | Kamis, 26 Juni 2025 | 12:31 WIB

GEUT Artinya Apa? Merek Skincare Dokter Tompi Ternyata Diambil dari Bahasa Daerah Ini

GEUT Artinya Apa? Merek Skincare Dokter Tompi Ternyata Diambil dari Bahasa Daerah Ini

Lifestyle | Rabu, 28 Mei 2025 | 15:32 WIB

Membaca Gagasan Ki Hadjar Dewantara di Tengah Komersialisasi Pendidikan

Membaca Gagasan Ki Hadjar Dewantara di Tengah Komersialisasi Pendidikan

Your Say | Rabu, 23 April 2025 | 17:34 WIB

Mengungkap Arti Kata 'Stecu' yang Viral di Media Sosial, Ternyata Berasal dari Daerah Ini

Mengungkap Arti Kata 'Stecu' yang Viral di Media Sosial, Ternyata Berasal dari Daerah Ini

Lifestyle | Kamis, 17 April 2025 | 17:24 WIB

Deinas Geley Apresiasi Penggunaan Bahasa Daerah: Kami Termotivasi Masukkannya dalam Muatan Lokal

Deinas Geley Apresiasi Penggunaan Bahasa Daerah: Kami Termotivasi Masukkannya dalam Muatan Lokal

Kotak Suara | Jum'at, 13 September 2024 | 18:57 WIB

Menjadi Bangsa Merdeka dalam Berbudaya

Menjadi Bangsa Merdeka dalam Berbudaya

Your Say | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 11:48 WIB

Bahasa Daerah Terancam Punah di Era Globalisasi, Mampukah Kita Selamatkan Identitas Budaya?

Bahasa Daerah Terancam Punah di Era Globalisasi, Mampukah Kita Selamatkan Identitas Budaya?

Your Say | Rabu, 07 Agustus 2024 | 14:38 WIB

Canggih! AI Bikin Google Translate Bisa Terjemahkan Bahasa Batak hingga Madura

Canggih! AI Bikin Google Translate Bisa Terjemahkan Bahasa Batak hingga Madura

Tekno | Minggu, 07 Juli 2024 | 19:58 WIB

Terkini

Urutan Skincare Wardah untuk Menghilangkan Flek Hitam, Cocok Buat Usia 40 Tahun Keatas

Urutan Skincare Wardah untuk Menghilangkan Flek Hitam, Cocok Buat Usia 40 Tahun Keatas

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 11:00 WIB

Rismon Sianipar itu Siapa? Akan Dilaporkan JK ke Polisi soal Kasus Ijazah Jokowi

Rismon Sianipar itu Siapa? Akan Dilaporkan JK ke Polisi soal Kasus Ijazah Jokowi

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 11:00 WIB

Berapa Suhu Ideal AC saat Cuaca Panas agar Tidak Cepat Rusak? Jangan Keliru!

Berapa Suhu Ideal AC saat Cuaca Panas agar Tidak Cepat Rusak? Jangan Keliru!

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 10:55 WIB

Pendeta Dyan Sunu dan Upaya Membumikan Iman di Tanah Cadas Wonogiri

Pendeta Dyan Sunu dan Upaya Membumikan Iman di Tanah Cadas Wonogiri

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 10:41 WIB

Mengapa Harga Plastik Mendadak Naik Selangit? Ini Penjelasannya

Mengapa Harga Plastik Mendadak Naik Selangit? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 10:39 WIB

8 Keunggulan Ijazah Blockchain yang Diterima Pratama Arhan, Lebih Ramah Lingkungan

8 Keunggulan Ijazah Blockchain yang Diterima Pratama Arhan, Lebih Ramah Lingkungan

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 10:21 WIB

7 Pilihan Clay Mask untuk Mengecilkan Pori-Pori, Bikin Wajah Lebih Mulus

7 Pilihan Clay Mask untuk Mengecilkan Pori-Pori, Bikin Wajah Lebih Mulus

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 08:25 WIB

BBM Naik, Tren Bersepeda Melesat: Saatnya Beralih ke Transportasi Hemat dan Sehat

BBM Naik, Tren Bersepeda Melesat: Saatnya Beralih ke Transportasi Hemat dan Sehat

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 08:18 WIB

6 Shio Paling Hoki pada Senin 6 April 2026, Awal Pekan Penuh Keberuntungan

6 Shio Paling Hoki pada Senin 6 April 2026, Awal Pekan Penuh Keberuntungan

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 07:35 WIB

7 Bedak yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Tahan Lama, Pori-pori Tersamarkan

7 Bedak yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Tahan Lama, Pori-pori Tersamarkan

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 21:55 WIB