Mereka Dorong Legalisasi Ganja Sebagai Pengobatan

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Sabtu, 07 Mei 2016 | 15:18 WIB
Mereka Dorong Legalisasi Ganja Sebagai Pengobatan
Komunitas Lingkar Ganja Nusantara (LGN) berupaya merangkum fakta lain di balik ganja yang sering disudutkan. (Foto Dok. IGN)

Suara.com - Mendengar kata "ganja", di pikiran Anda tentu terbayang sebuah barang haram yang dapat menyeret Anda ke masalah hukum jika berani menyentuh atau bahkan mengisapnya.

Tanaman yang banyak tumbuh subur di tanah Serambi Mekkah ini memang selalu dipojokkan hingga tak banyak yang tahu bahwa ganja memiliki sederet keajaiban.

Sebuah komunitas yang menamai diri sebagai Lingkar Ganja Nusantara (LGN) mencoba merangkum fakta lain di balik ganja yang sering disudutkan.

Dalam sebuah buku berjudul 'Hikayat Pohon Ganja', Dhira Narayana Ketua LGN dan timnya menyusun sejarah, fakta dan manfaat ganja yang selama ini terkaburkan.

"Ganja adalah sebuah tanaman, yang dari akar, batang, daun, biji, dan bunganya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan industri dan obat-obatan. Tapi, faktanya, tanpa bukti ilmiah yang jelas, ganja dianggap sebagai Narkoba yang membahayakan," ujar Dhira pada sebuah diskusi belum lama ini.

Ketertarikannya untuk menonjolkan manfaat ganja diakui Dhira muncul saat kuliah. Bahkan ia berusaha mengupas sisi lain ganja dalam skripsinya. Hingga akhirnya ia meyakini bahwa ganja memiliki banyak khasiat dibandingkan dengan mitos yang kerap didengung-dengungkan pihak tertentu.


Meluruskan Banyak Hal Tentang Ganja
Melihat banyak hal yang harus diluruskan dari pemahaman masyarakat akan ganja, Dhira pun membentuk diskusi informal dengan beberapa orang yang memiliki perhatian serupa dengannya mengenai ganja pada 2010. Dari diskusi informal itu dibuatlah grup di media sosial Facebook sebagai sarana diskusi.

"Sayangnya grup itu hilang pada 2011 walau tidak tahu siapa yang menghapusnya," ujar Dhira.

Ia pun tak patah semangat. Grup baru dibuat dengan nama Lingkar Ganja Nusantara yang kini telah memiliki dukungan dari 94550 pengguna Facebook.

Namun komunitas ini baru benar-benar dikukuhkan sejak aksi longmarch LGN di Jakarta, 7 Mei 2011 saat perayaan Global Marijuana March (GMM) sebagai dukungan terhadap upaya legalisasi ganja yang diadakan di seluruh dunia pada Sabtu pekan pertama di bulan Mei.

"Di situ kami merasa bahwa belum ada wadah yang menyatukan orang-orang yang mendukung legalisasi ganja untuk medis, hingga lahirlah LGN ini sebagai komunitas," ujar lelaki berkacamata ini.

Kenapa untuk medis? Dhira bercerita bahwa ganja memiliki implikasi nyata dalam mengobati berbagai penyakit. Beberapa anggota LGN yang mengidap penyakit kanker payudara, kanker getah bening semakin membaik ketika diberi ekstrak dari tanaman ganja ini. Bahkan penderita diabetes, Orang Dengan HIV/AIDS dianggap darurat untuk menerima pengobatan ini.

"Bayangkan penderita kanker yang menurut dokter sudah tidak ada harapan untuk sembuh, tetapi ketika diberi ekstrak ganja kondisinya justru semakin membaik. Yang kita fokuskan adalah urgensinya bagi mereka yang membutuhkan ganja sebagai pengobatan," imbuh lulusan Psikologi Universitas Indonesia ini.

Izin Riset Manfaat Ganja Sebagai obat
Upaya melegalkan ganja sebagai pengobatan tidak hanya dilakukan Dhira dan komunitas Lingkar Ganja Nusantara dengan berkoar-koar. Belum lama ini, ia dan Yayasan Sativa Nusantara mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan untuk melakukan riset manfaat ganja sebagai obat untuk berbagai penyakit.

"Saya berharap riset ini bisa memberikan alasan yang ilmiah dan mendorong pemerintah melegalkan ganja sebagai upaya pengobatan," harapnya.

Dhira mengakui perjuangan yang dijalaninya tidak mudah, karena peraturan perundang-undangan Indonesia memasukkan ganja ke dalam Narkotika golongan 1. Bahkan BNN sendiri selaku badan yang menegakkan peraturan berkenaan dengan Narkotika hanya bisa diam dengan fakta-fakta yang disodorkan Komunitas LGN.

Pada perayaan Global Marijuana March 2016 ini, LGN mengakui bahwa pihaknya tak akan melakukan lomgmarch demi memperjuangkan legalisasi ganja di Indonesia. Mereka memilih untuk menggiatkan Gerakan #MembacaAlam yang dilakukan enam kota di Indonesia.

"Kami nggak akan berkoar-koar lagi tentang legalisasi ganja dengan cara longmarch seperti yang kita lakukan sebelumnya. Kini kami merayakan GMM 2016 dengan mengelola alam. Kami ingin membuktikan bahwa kami organisasi yang bisa mengelola alam. Kalau mengelola alam saja bisa, apalagi mengelola ganja sebagai bagian kecil dari alam," tambah Dhira.

Perayaan GMM 2016 dilakukan LGN di Jakarta, Padang, Yogyakarta, Surabaya, Gresik dan Makassar dengan melakukan penanaman kembali berbagai jenis tanaman mulai dari buah-buahan, bakau hingga pepohonan di ruas-ruas jalan.

Hingga 2016, Dhira menghitung tak kurang dari 3000 orang terdaftar sebagai anggota Lingkar Ganja Nusantara. Ia dan ribuan pejuang legalisasi ganja tak akan pernah lelah memperkenalkan manfaat ganja yang selama ini terkaburkan.

Jika Anda memiliki pandangan yang sama dengan LGN, ikuti media sosial mereka di Lingkar Ganja Nusantara untuk Facebook, dan Legalisasiganja untuk Instagram.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari Media hingga Gerakan Lingkungan, Ini Cerita 4 Kreator di Gen Z Impact Fest 2026

Dari Media hingga Gerakan Lingkungan, Ini Cerita 4 Kreator di Gen Z Impact Fest 2026

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:53 WIB

Ketika Layar Dimatikan, Persahabatan Baru Dimulai: Inspirasi dari Komunitas Lets AFK

Ketika Layar Dimatikan, Persahabatan Baru Dimulai: Inspirasi dari Komunitas Lets AFK

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 16:33 WIB

W124 MBCI Jakarta Chapter Siap Jelajahi Sulawesi dalam Celebes Journey 2026

W124 MBCI Jakarta Chapter Siap Jelajahi Sulawesi dalam Celebes Journey 2026

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 09:48 WIB

TDA Entrepreneur Story: 88 Pengusaha, 88 Perjalanan, dan Kekuatan Komunitas

TDA Entrepreneur Story: 88 Pengusaha, 88 Perjalanan, dan Kekuatan Komunitas

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 12:00 WIB

Cara Komunitas Motor Perkuat Kemampuan Berkendara Aman di Tangerang

Cara Komunitas Motor Perkuat Kemampuan Berkendara Aman di Tangerang

Otomotif | Senin, 07 September 2026 | 13:25 WIB

Dari Akihabara ke Jakarta: Mengintip Uniknya Budaya Maid Cafe yang Lagi Naik Daun

Dari Akihabara ke Jakarta: Mengintip Uniknya Budaya Maid Cafe yang Lagi Naik Daun

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 16:43 WIB

Dari Nongkrong di Warnet Sampai Punya Event Maid Cafe: Ini Cerita di Balik AniEvo ID

Dari Nongkrong di Warnet Sampai Punya Event Maid Cafe: Ini Cerita di Balik AniEvo ID

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 13:26 WIB

Nekat ke Maid Cafe Meski Bukan Wibu, Ternyata Begini Rasanya Dilayani Bak 'Tuan'

Nekat ke Maid Cafe Meski Bukan Wibu, Ternyata Begini Rasanya Dilayani Bak 'Tuan'

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 15:56 WIB

Dari Layar ke Dunia Nyata, Keseruan Komunitas Game RF Online Next Saat Akhirnya Bertatap Muka

Dari Layar ke Dunia Nyata, Keseruan Komunitas Game RF Online Next Saat Akhirnya Bertatap Muka

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website

Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Terkini

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:37 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:25 WIB

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:20 WIB

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

×