GIPI Siap Majukan Pariwisata Indonesia

Madinah

Kamis, 28 Juli 2016 | 14:01 WIB
GIPI Siap Majukan Pariwisata Indonesia
Ilustrasi Pulau Bali. (shutterstock)

Suara.com - Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) periode 2016-2021, Didien Junaedy menyatakan, pemasaran pariwisata, pengembangan destinasi, dan percepatan peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus dikejar dalam upaya majunya pariwisata Indonesia. Semuanya merupakan ujung tombak yang harus diraih.

“Tiga ujung tombak itu telah disahkan oleh munas (musyawarah nasional). Kami akan melaksanakannya dengan konsisten, kreatif, dan penuh sikap inisiaif,” katanya, Bandung, beberapa waktu lalu.

Didien, secara aklamasi dipilih menjadi Ketua GIPI, dalam munas organisasi itu di Bandung, Jawa Barat, Senin (4/7/2016) lalu.

GIPI merupakan wadah semua asosiasi dan organisasi yang bergerak di sektor pariwisata. Dalam organisasi ini ada kategori pemasaran, seperti Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA), ada juga pengembangan destinasi, seperti Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI), dan SDM, seperti Perhimpunan Pramuwisata Indonesia (PHI).

Munas I GIPI dihadiri 32 organisasi industri pariwisata. Unsur-unsur pentahelix (penopang industri priwisata)-nya lengkap, seperti Academician (A), Business (B), Community (C), Government (G) dan Media (M), seperti yang selalu dicanangkan oleh Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya.

Sebelumnya, Didien juga memimpin GIPI periode 2011-2016. Menyambut Ketum GIPI yang baru, Arief memberikan apresiasinya. Peraih Marketeer of The Year 2013 itu kembali menegaskan tentang pentingnya peran industri dan asosiasi pariwisata dalam mengembangkan pariwisata Indonesia. Mereka merupakan ujung tombak dalam mengembangkan ekosistem pariwisata di Indonesia.

“Untuk membangun pariwisata sesuai dengan target nasional, diperlukan peran dan dukungan dari semua elemen. Perlu sinergi pentahelix,” ujarnya.

 Devisa Pariwisata 2019 harus Rp 280 Triliun

 Ke depan, tantangan pariwisata tak ringan. Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan target kenaikan dua kali lipat kunjungan wisatawan hingga 2019. Pariwisata juga diminta memberikan kontribusi pada produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 8 persen, dengan devisa sebesar Rp 280 triliun, serta membuka 13 juta lapangan kerja.

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ditargetkan mampu menembus 20 juta orang,sementara pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) 275 juta orang. Indonesia diharapkan bisa membidik indeks daya saing pariwisata Indonesia untuk berada di ranking 30 dunia.

Dalam perjalananannya, capaian pariwisata pada 2015 sudah membaik. Jumlah kunjungan wisman menembus angka 10 juta orang dan jumlah wisnus 255 juta orang.

Kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional sebesar 4 persen, dengan devisa yang dihasilkan sekitar Rp 155 triliun, dan 11,3 juta lapangan kerja baru. Angka indeks daya saing juga naik 20 poin, menjadi ranking 50 dari 141 negara.

“Kita harus membangun spirit bahwa pariwisata Indonesia bisa mengalahkan pariwisata Malaysia dan Thailand. Pariwisata harus menjadi penghasil devisa utama bagi bangsa Indonesia,” kata menpar.

Menanggapi hal tersebut, Didien menyatakan siap kerja keras dan bersinergi dengan pentahelix. Dia mengaku siap mendukung program kunjungan wisman dan menaikkan indeks daya saing pariwisata Indonesia.

Program kerja yang telah disusun tersebut direspons ASITA, dengan fokus pada pemasaran pariwisata, pengembangan destinasi, dan percepatan peningkatan kuantitas dan kualitas SDM, yang sejalan dengan program kerja Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

“Programnya bagus, sangat pas dengan program pak menteri (Arief Yahya). Pak Didien adalah tipe pejuang, pekerja keras, dan memiliki kemampuan dalam mengembangkan pariwisata Indonesia. Saya yakin, beliau bakal maksimal membantu penerimaan kunjungan wisman hingga 20 juta orang, sebagaimana yang ditargetkan presiden,” ujar Ketua Umum ASITA, Asnawi Bahar. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nidji dan Raisa Meriahkan Festival Penang

Nidji dan Raisa Meriahkan Festival Penang

Lifestyle | Kamis, 28 Juli 2016 | 12:49 WIB

"Wonderful Indonesia" Segera Hadir di Bandara Soetta

"Wonderful Indonesia" Segera Hadir di Bandara Soetta

Lifestyle | Rabu, 27 Juli 2016 | 17:01 WIB

Menpar Luncurkan "Tour de Singkarak 2016"

Menpar Luncurkan "Tour de Singkarak 2016"

Lifestyle | Rabu, 27 Juli 2016 | 15:07 WIB

Tingkatkan SDM, Kemenpar akan Gelar Rakornas di Bali

Tingkatkan SDM, Kemenpar akan Gelar Rakornas di Bali

Lifestyle | Rabu, 27 Juli 2016 | 12:59 WIB

Terkini

BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan

BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru

Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin

Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Perbedaan Eye Serum dan Eye Cream, Mana yang Lebih Bagus?

Perbedaan Eye Serum dan Eye Cream, Mana yang Lebih Bagus?

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:35 WIB

SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat

SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Pemerintah Buka Peluang Perpanjang Penempatan Dana SAL, BRI Sambut Positif

Pemerintah Buka Peluang Perpanjang Penempatan Dana SAL, BRI Sambut Positif

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap

Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif

Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif

Bekaci | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Gugat Praperadilan, Tim Hukum Febrie Adriansyah Soroti Cacat Prosedur dan Dobel Penetapan Tersangka

Gugat Praperadilan, Tim Hukum Febrie Adriansyah Soroti Cacat Prosedur dan Dobel Penetapan Tersangka

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Bedah Plastik Thailand Kian Diminati, Ini Alasan Standar Internasional Jadi Magnet Pasien Indonesia

Bedah Plastik Thailand Kian Diminati, Ini Alasan Standar Internasional Jadi Magnet Pasien Indonesia

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×