Naniura, 'Sushi' khas Batak yang Wajib Anda Coba

Ririn Indriani

Senin, 22 Agustus 2016 | 15:31 WIB
Naniura, 'Sushi' khas Batak yang Wajib Anda Coba
Naniura, masakan tradisional khas Batak, Sumatera Utara. (Indah Poerba Instagram)

Suara.com - Kapan terakhir Anda berjalan-jalan ke Danau Toba atau Sumatera Utara (Sumut)? Sudah sempatkah merasakan menu spesial ikan yang bisa dimakan mentah, tanpa bau amis sedikitpun?

Kalau di Peru, Anda bisa menikmati Ceviche, makanan khas unggulan negara itu, yang mana proses memasaknya tidak menggunakan api. Ceviche berupa ikan kakap merah atau scallop (sejenis remis) mentah, yang direndam dalam air lemon untuk membuat dagingnya matang. Ikan jenis lain, asal berserat besar, bisa juga.

Di Tano Batak (Tanah Batak), jenis masakan ikan tanpa dimasak seperti itu juga bisa ditemui. Namanya, Naniura.

Kalau Ceviche disajikan dengan irisan bawang merah besar di atasnya, nah, Naniura ini disiram dengan bumbu halus berwarna kuning.

“Anda pasti penasaran, kan? Bagaimana dengan bau amisnya? Rasanya? You mesti coba!” kata Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Vita Datau Messakh, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Naniura merupakan salah satu makanan khas Batak Tapanuli Utara, yang bisa ditemui di Danau Toba, Medan, dan Pematang Siantar. Dulu, Naniura hanya dihidangkan untuk raja-raja Batak, sekarang, makanan khas ini sudah bisa dinikmati oleh banyak orang. Bahkan bisa ditemui di restoran tertentu di sana.

“Di Balige kita perlu memesannya, karena persiapan dan proses pembuatannya membutuhkan waktu, harus dari ikan yang segar,” tambah Vita, yang juga Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) ini.

Proses pembuatan Naniura cukup menarik. Ikan mas mentah, yang dalam bahasa aslinya disebut “Dekke”, dibersihkan dari duri dan lendirnya. Kemudian dimatangkan dengan cara merendamnya dengan air asam jungga, atau yang lebih umum dikenal sebagai jeruk purut.

Proses ini membuat kualitas protein di dalam ikan mas menjadi lebih utuh, karena tidak terkena api sama sekali. Tidak direbus, tidak digoreng, tidak dibakar, tidak diasapi, tidak terkena panas api sama sekali.

Ikan yang digunakan sebaiknya berukuran kecil, agar matangnya merata, serta masih hidup agar tetap segar. Proses ini membutuhkan waktu 2-3 jam. Ikan dianggap siap makan, bila dagingnya sudah kenyal dan mudah disobek. Naniura menjadi menu wajib dalam tiap acara adat Batak.

Bumbu siram untuk Naniura terdiri dari 10 macam, termasuk di dalamnya andaliman dan kecombrang, yang bercita rasa gurih, dengan bau harum khas yang kuat.

Beda dengan Arsik, makanan khas Batak lainnya, Dekke di Naniura memiliki tekstur kenyal namun mudah dikunyah, serta dimakan bersama bumbu yang melumuri seluruh badan ikan mas tersebut. Menariknya, ikan yang digunakan juga harus ikan air tawar, pas dengan Danau Toba, yang airnya tawar.

Bisa Bikin Panjang Umur
Jika melihat komposisi bumbunya, ternyata Naniura sangat bermanfaat bagi kesehatan. Itulah mengapa orang-orang tua lebih panjang umur. Ini karena kebiasaan makan makanan yang baik dan menggunakan bahan-bahan segar.

Kebiasaan inilah yang harus diturunkan kepada generasi selanjutnya. Vita menyebutnya sebagai kearifan lokal, yang mana cara makan dan jenis makanan di suatu daerah ditentukan oleh kondisi alam sekitar.

Itulah salah satu prinsip gastronomi yang terkenal dengan sebutan otentiksitas. “Artinya, kita tidak akan pernah bertemu dengan rasa asli yang otentik, jika tidak langsung berkunjung ke daerah asalnya. Naniura, tentu saja berasal dari Sumatera Utara,'' katanya.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, menyebut Naniura sebagai makanan khas Batak, yang hanya bisa ditemukan dalam budaya makan Tapanuli. Tidak semua tempat di Tanah Air memiliki jenis makanan khas seperti Danau Toba.

“Karena itu, sayang kalau tidak mencicipi makanan khas. Kalau di Eropa ada salmon, yang dimakan ala sushi, maka di Batak ada Naniura, yang juga fresh, tidak dimatangkan dengan api. Penasaran, kan? Inilah produk budaya kuliner lokal yang sangat khas di Batak,” ujarnya.

Kuliner, kata Arief, merupakan salah satu cabang wisata berbasis budaya. Kuliner tidak bisa dipisahkan dari akar budayanya.

Menurutnya, masyarakat Batak menciptakan Naniura melalui perjalanan panjang yang cocok dengan karakter budaya setempat. Ada istilah, asam di gunung, garam di laut, berjumpa dalam belanga.

“Perbedaan budaya selalu punya satu hal yang sama, salah satunya adalah musik dan kuliner. Enak dan nyaman adalah universal," kata Arief lagi.











Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sukses Besar, Pesona Danau Toba Siap "Go International"

Sukses Besar, Pesona Danau Toba Siap "Go International"

Lifestyle | Senin, 22 Agustus 2016 | 13:01 WIB

Demi Dato, Garuda Indonesia Buka Rute Medan-Silangit

Demi Dato, Garuda Indonesia Buka Rute Medan-Silangit

Lifestyle | Minggu, 21 Agustus 2016 | 15:06 WIB

Yuk, Nikmati 2 Acara Keren Ini di Danau Toba

Yuk, Nikmati 2 Acara Keren Ini di Danau Toba

Lifestyle | Sabtu, 20 Agustus 2016 | 15:06 WIB

Terkini

Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini di Level Rp17.754/USD

Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini di Level Rp17.754/USD

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Prabowo Kembali ke Jombang, Hadiri Penutupan Muktamar NU ke-35

Prabowo Kembali ke Jombang, Hadiri Penutupan Muktamar NU ke-35

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:42 WIB

Buruan Antre, Harga Emas Antam Masih Dipatok Rp2,67 Juta/Gram

Buruan Antre, Harga Emas Antam Masih Dipatok Rp2,67 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Begini Strategi Rebranding Emiten Bank BCIC

Begini Strategi Rebranding Emiten Bank BCIC

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:24 WIB

3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship

3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship

Tekno | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Bergerak di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau ASGR

IHSG Masih Bergerak di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau ASGR

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:17 WIB

Wajib Punya! 5 Parfum Vanilla-Floral Lokal & Mewah yang Bikin Jatuh Cinta

Wajib Punya! 5 Parfum Vanilla-Floral Lokal & Mewah yang Bikin Jatuh Cinta

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:10 WIB

Sering Tertukar? Ini Cara Mudah Membedakan Soal Cerita KPK dan FPB dalam Matematika

Sering Tertukar? Ini Cara Mudah Membedakan Soal Cerita KPK dan FPB dalam Matematika

Tekno | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Sejumlah Pejabat Polda Riau Dimutasi, Karo SDM hingga 3 Kapolres

Sejumlah Pejabat Polda Riau Dimutasi, Karo SDM hingga 3 Kapolres

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

×