Beda Arti Label "Best Before" dan "Expired Date"

Senin, 05 September 2016 | 20:39 WIB
Beda Arti Label "Best Before" dan "Expired Date"
Ilustrasi makanan kadaluwarsa. (shutterstock)

Suara.com - Dalam beberapa produk makanan biasanya produsen mencantumkan label 'best before' atau sebaiknya dikonsumsi sebelum tanggal tertentu, maupun 'expired date' atau tanggal kadaluarsa.

Seringkali masyarakat salah persepsi mengenai dua label ini. Menurut pakar diet dan ahli fisiologi dr. Grace Judio-Kahl, MSc, HM. CHt, dari klinik lightHOUSE Indonesia, biasanya tanggal kadaluarsa ditetapkan berdasarkan jangka waktu yang ditetapkan oleh produsen sebagai antisipasi penurunan kualitas makanan/minuman yang diproduksinya.

"Dalam menetapkan Expired Date (ED), produsen biasanya sudah melakukan serangkain tes, melihat dari perubahan fisik, bau, dan dari jumlah bakteri yang tumbuh. Produsen akan mengambil tanggal atau menetapkan jangka waktu sebelum batas maksimal," ujar Grace dalam keterangan  yang diterima suara.com, Senin (5/9/2016).

Ia menambahkan, jika makanan dikonsumsi melewati tanggal kadaluarsa, maka bakteri mulai tumbuh dan bisa menimbulkan efek seperti keracunan makanan, yaitu diare, deman, kejang, muntah.

"Efeknya tergantung dari bakteri yang tumbuh dan terjadi di hari yang sama atau di esok harinya jika konsumsi makanan atau minuman kadaluarsa itu dilakukan pada malam hari. Tetapi biasanya kalau dari bentuk fisik makanan masih baik, tidak ada bau, itu kualitas masih baik," imbuhnya.

Sedangkan label 'best before' menunjukkan kualitas paling prima dari makanan atau minuman adalah sebelum tanggal tersebut.

"Setelah best bisa saja good, dan belum tentu bad. Penentuan tanggal ini berbeda-beda pada setiap produsen. Setelah satu bulan, tujuh hari, setelah best before atau expired date belum tentu juga bakteri tumbuh," tambahnya.

Namun yang perlu diketahui masyarakat, setelah tanggal best before atau expired date, produk makanan dan minuman akan mengalami perubahan bentuk, bau, warna, dan kadar nutrisi yang berkurang.

"Bakteri akan menggunakan protein dan karbohidrat sebagai makanannya. Ini yang menyebabkan timbul gas. Efek gas tersebut membuat kemasan makanan dan minuman jadi melembung, atau bisa juga keluar buih, busa, dan perubahan rasa seperti alkohol," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI