Hindari 5 Perilaku Buruk Ini di Kantor

Angelina Donna

Senin, 19 September 2016 | 20:15 WIB
Hindari 5 Perilaku Buruk Ini di Kantor
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Pergaulan sosial di kantor bisa menjadi hal yang rumit. Anda mungkin berpikir telah melakukan hal yang tepat tapi orang lain bisa saja tidak berfikir demikian. Lalu bagaimana kah Anda harus bersikap? Berikut 5 perilaku yang harus dihindari saat di kantor :

1. Anda tukang gosip


Mungkin bisa jadi menguntungkan kalau Anda tahu segala sesuatu yang terjadi di kantor. Tapi Anda pasti tidak dikenal rekan lainnya sebagai orang pertama yang tahu berita buruk perusahaan. Masalahnya, Anda bisa dicap tidak loyal dan terkadang hal yang terucap bisa menjadi masalah untuk diri Anda. Gosip soal kantor memang menjadi topik seru untuk ketika sedang berbincang dengan rekan kerja.

Tapi Anda harus mengubahnya dengan mengangkat hal-hal yang lebih positif ketimbang drama kantor.
 Misalnya, saat membicarakan bos yang galak, Anda bisa melanjutkannya dengan mengatakan dia bisa berpotensi menjadi pemimpin yang baik.

2. Anda tidak malu untuk mengutarakan opini


Mengutarakan pendapat memanglah hal baik tapi selalu menjadi orang yang berkomentar pertama saat rapat, bahkan suka menyela rekan kerja adalah tindakan yang tidak baik. Hati-hati dengan sikap ini. Mungkin Anda ingin menunjukkan sikap semangat dengan pekerjaan.

Tapi orang lain bisa menganggap Anda terlalu konfrontatif.
 Anda perlu untuk lebih memperhatikan bagaimana orang lain berkomunikasi dan berinteraksi. Cobalah mengatakan hal-hal yang lebih inklusif. Daripada lebih banyak menggunakan kata "Anda", ganti dengan "kami".

3. Anda bereaksi buruk saat ada perubahan mendadak


Apakah Anda marah ketika bos memberikan tugas baru secara mendadak? Anda menjadi stres ketika harus mengerjakan sesuatu berdasarkan cara orang lain? Kalau ya, berarti Anda punya sifat yang kaku dan sulit dihadapi.

Anda butuh waktu untuk menerima kalau segala sesuatu bisa berjalan di luar keinginan Anda. Saatnya Anda untuk berubah dan menjadi tidak terlalu kaku. Sifat resistan hanya membuat Anda bisa kehilangan pekerjaan. Berani mengambil risiko menjadi langkah tepat karena bisa mengajarkan Anda banyak hal soal perubahan

4. Anda suka mengeluh


Mudah mengeluh di tempat kerja merupakan hal yang tidak baik. Ketidakamanan sering menjadi alasan di balik perkataan negatif. Lebih mudah mengeluh daripada mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah. "Orang suka mendapat simpati dari orang lain," ujarnya. Namun, perilaku ini bisa menjadi racun dan akhirnya merusak reputasi Anda

5. Anda tidak bersosialisasi


Anda sering bicara terburu-buru dengan rekan kerja? Terlalu sibuk bekerja sehingga menolak ajakan makan siang atau meluangkan waktu setelah pulang kantor? Sebaiknya hal ini Anda tinggalkan. Menjaga hubungan kerja yang ramah merupakan kunci perusahaan yang produktif dan sukses. Luangkan waktu setidaknya 15 menit untuk minum kopi dengan rekan kerja. Buatlah diri Anda sebagai sosok yang mudah didekati dan bersosialisasi.

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sudah Banyak Melamar Pekerjaan Tapi Tidak Dapat Juga?

Sudah Banyak Melamar Pekerjaan Tapi Tidak Dapat Juga?

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 20:35 WIB

5 Tips  Agar Terhindar dari Lowongan Kerja Palsu

5 Tips Agar Terhindar dari Lowongan Kerja Palsu

Lifestyle | Selasa, 13 September 2016 | 19:45 WIB

Tidak Suka dengan Pekerjaan Anda? Ini Dia Penyebabnya

Tidak Suka dengan Pekerjaan Anda? Ini Dia Penyebabnya

Lifestyle | Jum'at, 09 September 2016 | 20:40 WIB

Tips Jitu Untuk Keluarkan Karyawan Anda dari Tekanan

Tips Jitu Untuk Keluarkan Karyawan Anda dari Tekanan

Lifestyle | Kamis, 08 September 2016 | 21:00 WIB

10 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Bisnis Kuliner

10 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Bisnis Kuliner

Bisnis | Selasa, 06 September 2016 | 20:15 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×