Masih Buang Sampah Sembarang, Malu dengan Komunitas Ini

Dythia Novianty | Dinda Rachmawati | Suara.com

Sabtu, 22 Oktober 2016 | 12:08 WIB
Masih  Buang Sampah Sembarang, Malu dengan Komunitas Ini
Komunitas Jakarta Osoji Club (JOC). [Suara.com/Dinda Rachmawati]

Suara.com - Di antara segudang aktivitas yang rutin dilakukan, pernahkah kita meluangkan waktu untuk berbuat sesuatu demi lingkungan sekitar yang bersih dan sehat? Jika jawabannya adalah belum, mungkin Anda harus merasa malu dengan sebuah kenyataan di bawah ini.

Bagaimana tidak, untuk mewujudkan Ibukota yang bersih dan lingkungan yang bebas sampah, sekumpulan warga Jepang lah yang justru turun tangan, untuk memunguti sampah yang dibuang sembarangan oleh warga Jakarta.

Salah satunya adalah Tsuyoshi Ashida. Berawal dari hobi olahraganya yang dilakukan setiap Minggu pagi di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Ashida merasa prihatin melihat begitu banyak sampah yang berserakan di lingkungan tersebut.

Ia pun kembali, sambil membawa kantung sampah dan tak segan untuk memungutinya satu per satu. Hingga pada April 2012, sebuah surat kabar komunitas warga Jepang, The Daily Jakarta Shimbun, memuat tulisan Ashida tentang hal ini.

Dalam tulisan itu, ia menghimbau, untuk siapapun yang ingin mengubah kondisi ini, meskipun dengan usaha kecil, bisa berkumpul bersama dirinya. Ternyata, imbauan ini pun menggugah hati para ekspatriat Jepang yang lain.

Mereka pun lantas berkumpul dan berdiskusi untuk membentuk sebuah komunitas bernamakan Jakarta Osoji Club (JOC), yang mengambil kata Osoji, berarti bersih-bersih dalam bahasa Jepang. Dari hasil diskusi ini, mereka akhirnya memutuskan untuk rutin setiap dua pekan sekali memungut sampah di tempat di mana banyak orang berkumpul.

komunitas bernamakan Jakarta Osoji Club (JOC)

Dari semula sekitar 10 orang warga Jepang yang tergabung, lama kelamaan menjadi sekitar 70 orang Jepang bergabung dalam JOC. Mulai dari ibu rumah tangga, guru sekolah Jepang, bapak-bapak yang bekerja di berbagai perusahaan, hingga anak-anak.

Lama kelamaan, aksi mereka mengundang perhatian orang Indonesia yang kemudian ikut bergabung. Kini, jumlah orang Indonesia pun sekitar 300 orang. Mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.

"Kita sebagai generasi muda Indonesia yang melihat itu, jadi merasa malu. Kenapa orang asing yang mungutin sampah? Akhirnya kita pun bergabung. Dan sekarang, mayoritas volunteer JOC adalah orang Indonesia. Sedangkan para ekspatriat Jepangnya sudah banyak yang pulang ke negaranya masing-masing. Jadi, kita yang meneruskan," cerita Didi, salah satu volunteer JOC saat suara.com temui.

Untuk kegiatan rutin setiap dua pekan sekali, kata Didi, Gelora Bung Karno (GBK) lah yang mereka pilih. Mengingat tempat ini cukup ramai dikunjungi orang, dan sering banyak sampah berserakan. Namun, karena saat ini GBK tengah dalam proses renovasi, lokasi kegiatan pun berpindah ke Bundaran Hotel Indonesia.

komunitas bernamakan Jakarta Osoji Club (JOC)

Di sana, JOC yang biasanya menggunakan seragam berwarna hijau, memunguti sampah dengan alat penjepit di tangan kanannya dan kantung pengumpul di tangan kiri. Mereka juga tak segan membawa atau mengalungi papan yang bertuliskan berbagai slogan peduli lingkungan. Salah satunya adalah kampanye utama mereka yang berisikan ”malu buang sampah sembarangan”.

Selain itu, lanjut dia, JOC juga kerap melakukan kampanye kebersihan di sekolah-sekolah, mulai dari Taman Kanak-kanak hingga berguruan tinggi. Di sana mereka juga berbagi cerita tentang budaya bersih yang dilakukan oleh generasi muda di Jepang.

"JOC sudah dua kali ke Jepang untuk belajar budaya bersih langsung di sana. Kami melihat, di sana, budaya bersih sudah diajarkan sejak dini. Mereka diajarkan bersih-bersih setiap hari di lingkungan sekolah. Mereka menganggap bahwa kegiatan ini menyenangkan. Kalau di sini, bersih-bersih malah dijadikan hukuman bagi siswa," ungkap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mereka Tularkan Hidup Damai Lewat Meditasi

Mereka Tularkan Hidup Damai Lewat Meditasi

Lifestyle | Minggu, 16 Oktober 2016 | 09:10 WIB

Mereka Lestarikan Kopi Nusantara Lewat "Latte Art"

Mereka Lestarikan Kopi Nusantara Lewat "Latte Art"

Lifestyle | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 08:41 WIB

Ini Wadahnya Para Pejuang Leukimia Granulositik Kronis

Ini Wadahnya Para Pejuang Leukimia Granulositik Kronis

Lifestyle | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 15:16 WIB

Daihatsu Gelar Forum Tertutup dengan Pengguna Sigra di Calsic

Daihatsu Gelar Forum Tertutup dengan Pengguna Sigra di Calsic

Press Release | Kamis, 29 September 2016 | 07:30 WIB

Yuk, Gabung di Komunitas "Calsic"

Yuk, Gabung di Komunitas "Calsic"

Lifestyle | Minggu, 18 September 2016 | 05:08 WIB

Terkini

Siapa Pembuat Film Pesta Babi? Ini Profil Dua Sutradara di Baliknya

Siapa Pembuat Film Pesta Babi? Ini Profil Dua Sutradara di Baliknya

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 11:23 WIB

8 Sabun Cuci Muka Mencerahkan Wajah di Alfamart dengan Harga Ramah di Kantong

8 Sabun Cuci Muka Mencerahkan Wajah di Alfamart dengan Harga Ramah di Kantong

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 11:11 WIB

Tak Hanya Angkat Isu Lingkungan, Teater Jaran Abang Terapkan Prinsip Berkelanjutan di Balik Panggung

Tak Hanya Angkat Isu Lingkungan, Teater Jaran Abang Terapkan Prinsip Berkelanjutan di Balik Panggung

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 10:59 WIB

Oktober 2026, Cikuray via Tapak Gerot Bakal Jadi Gunung Bebas Sampah Pertama di Jabar

Oktober 2026, Cikuray via Tapak Gerot Bakal Jadi Gunung Bebas Sampah Pertama di Jabar

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 10:54 WIB

Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya

Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 10:47 WIB

Riwayat Pendidikan Prabowo Subianto yang Bilang Orang Desa Tak Pakai Dolar

Riwayat Pendidikan Prabowo Subianto yang Bilang Orang Desa Tak Pakai Dolar

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 10:34 WIB

Tidak Lagi Ingin Awet Muda, Tren Kecantikan Beralih Jadi Menua dengan Sehat

Tidak Lagi Ingin Awet Muda, Tren Kecantikan Beralih Jadi Menua dengan Sehat

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 10:33 WIB

5 Daftar Saham Haji Isam Paling Cuan, Baru Saja Borong Saham PACK Rp936 Miliar

5 Daftar Saham Haji Isam Paling Cuan, Baru Saja Borong Saham PACK Rp936 Miliar

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 10:26 WIB

Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya

Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 10:15 WIB

Borong Saham PACK Rp936 Miliar, Haji Isam Orang Terkaya ke Berapa?

Borong Saham PACK Rp936 Miliar, Haji Isam Orang Terkaya ke Berapa?

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 09:51 WIB