Bersama Kampoeng Hompimpa, Permainan Tradisional Anak Lestari

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Sabtu, 05 November 2016 | 11:51 WIB
Bersama Kampoeng Hompimpa, Permainan Tradisional Anak Lestari
Komunitas Kampoeng Hompimpa memberikan edukasi dan mengenalkan berbagai macam permainan tradisional pada anak-anak usia sekolah dasar. (Foto Dok. Kampoeng Hompipa)

Suara.com - Bermain, siapa yang tak meyukai kegiatan satu ini. Selain menyenangkan, bermain juga bisa meningkatkan interaksi, menjaga anak agar terus bergerak sehingga menjadi lebih sehat, hingga mengasah kreativitas dalam diri mereka.

Tapi, tunggu dulu, manfaat bermain mungkin hanya bisa dirasakan melalui berbagai permainan tradisional yang populer belasan tahun lalu. Saat ini, nampaknya hal tersebut semakin sulit ditemui, karena anak-anak, ternyata lebih antusias dan sibuk sendiri dengan permainan di gawainya masing-masing.

Inilah sebabnya, berbagai permainan tradisional seperti gasing, enggrang, bakiak, congklak, gerobak sodor dan masih banyak lagi, perlahan-lahan menghilang dari dunia bermain anak-anak.

Melihat hal memprihatinkan ini, beberapa anak muda berinisiatif membuat sebuah komunitas yang dinamakan Kampoeng Hompimpa. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi dan mengenalkan berbagai macam permainan tradisional pada anak-anak usia sekolah dasar.

"Awalnya kami mengadakan sebuah wawancara pada anak-anak di daerah Tangerang. Hasilnya ternyata mereka interaksi sosialnya sangat kurang. Banyak yang kurang interaktif sama teman-temannya, karena lebih terlena dengan permainan modern," kata Muhammad Miftah, salah seorang pendiri Kampoeng Hompimpa.

Komunitas Kampoeng Hompipa memberikan edukasi dan mengenalkan berbagai macam permainan tradisional pada anak-anak usia sekolah dasar. (Foto Dok. Kampoeng Hompipa)

Lebih parahnya, melalui wawancara tersebut, lanjut Miftah, diketahui bahwa banyak anak-anak yang menghabiskan waktu di Warung Internet (warnet) untuk bermain permainan berbasis online, selama rata-rata 5 jam perharinya dengan pengeluaran sebesar Rp30 ribu.

Berdiri pada Juli 2015, setiap minggunya komunitas yang berbasis di kota Tangerang ini mengadakan kegiatan bermain bersama yang diberi nama ‘Dolanan Yuk’. Kegiatan ini biasanya dilakukan setiap hari Minggu mulai pukul 7 pagi di Car Free Day sekitar Summarecon Digital Center (SDC), Tangerang.

"Di sana kita bawa berbagai macam mainan seperti enggrang, bakiak, gangsing, lompat tali, dan lainnya. Kita ajak siapa saja yang lewat, yang lagi jogging untuk ikutan main. Di sana kan banyak keluarga, mereka antusias. Yang dewasa pada bernostalgia, sementara anak-anak bisa lebih mengenal permainan tradisional," jelasnya lebih lanjut.

Komunitas Kampoeng Hompipa memberikan edukasi dan mengenalkan berbagai macam permainan tradisional pada anak-anak usia sekolah dasar. (Foto Dok. Kampoeng Hompipa)

Selain mengadakan ‘Dolanan Yuk’, mereka juga rutin mengunjungi sekolah-sekolah, khususnya Sekolah Dasar (SD) untuk mengedukasi dan mengenalkan beragam permainan tradisional tersebut. Biasanya, kegiatan diawali dengan penyampaian materi selama kurang lebih lima menit.

Materi yang disampaikan berkaitan dengan profil singkat Kampoeng Hompimpa, serta mengenalkan jenis-jenis permainan tradisional, cara bermainnya, juga nilai moral yang ada didalamnya. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik bermain.

Miftah mengatakan, sejauh kegiatan tersebut, anak-anak sangat antusias dan senang. Apalagi, mereka tak hanya diminta untuk memainkan permainan tersebut, namun juga membuatnya.

Komunitas Kampoeng Hompipa memberikan edukasi dan mengenalkan berbagai macam permainan tradisional pada anak-anak usia sekolah dasar. (Foto Dok. Kampoeng Hompipa)

"Bedanya kan kalau mainan modern kita harus beli. Sementara permainan tradisional kita harus membuatnya dulu, jadi mereka punya kreatifitas. Kita juga mengenalkan permainan yang sifatnya olahraga supaya mereka bergerak, agar lebih sehat, dan yang paling penting interaksi mereka," ungkap dia.

Ia mengatakan bahwa Kampoeng Hompimpa juga membebaskan siapapun untuk mengunjungi Basecamp mereka yang terletak di Jalan Curug Sangereng RT 02, RW 05, Kelapa Dua, Tangerang untuk bisa bermain permainan tradisional sepuasnya.

Komunitas Kampoeng Hompipa memberikan edukasi dan mengenalkan berbagai macam permainan tradisional pada anak-anak usia sekolah dasar. (Foto Dok. Kampoeng Hompipa)

Untuk kamu yang merasa peduli dengan permainan tradisional, kamu bisa turut bergabung dan melakukan aksi nyata bersama Kampoeng Hompimpa yang saat ini sudah memiliki relawan mencapai 40 orang. Caranya, hanya tinggal masuk ke dalam group Facebook Kampoeng Hompimpa dan mengikuti setiap kegiatannya.

Yuk, lestarikan permainan tradisional dan rasakan serunya bermain di luar ruangan bersama teman!





Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hidupkan Kembali Cerita Daerah Lewat 'Ayo Dongeng Indonesia'

Hidupkan Kembali Cerita Daerah Lewat 'Ayo Dongeng Indonesia'

Lifestyle | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 13:09 WIB

Masih  Buang Sampah Sembarang, Malu dengan Komunitas Ini

Masih Buang Sampah Sembarang, Malu dengan Komunitas Ini

Lifestyle | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 12:08 WIB

Mereka Tularkan Hidup Damai Lewat Meditasi

Mereka Tularkan Hidup Damai Lewat Meditasi

Lifestyle | Minggu, 16 Oktober 2016 | 09:10 WIB

Terkini

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:19 WIB

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:15 WIB

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:01 WIB

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:54 WIB

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:42 WIB

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:27 WIB

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:25 WIB

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:19 WIB

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:13 WIB

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:10 WIB

×