Golongan Darah Langka, Anggota Komunitas Ini Sering Disebut Alien

Yazir Farouk, Firsta Nodia

Sabtu, 26 November 2016 | 10:50 WIB
Golongan Darah Langka, Anggota Komunitas Ini Sering Disebut Alien
Anggota Komunnitas RNI [rhesusnegatif.com]

Suara.com - Pemilik golongan darah rhesus negatif terbilang langka di dunia. Karenanya, mereka sering dianggap sebagai alien.

"Masih ada stigma negatif yang menyebut bahwa rhesus negatif itu penyakit atau alien. Karena kalau kita browse di internet, yang keluar gambar alien. Sehingga jadi momok bagi pemilik rhesus negatif," kata Ketua Komunitas Rhesus Negatif Indonesia (RNI), Lici Murniati pada temu media belum lama ini.

Lici sendiri baru menyadari memiliki golongan darah rhesus negatif saat berusia kepala tiga dan memiliki anak. Dia kemudian memutuskan untuk bergabung ke dalam komunitas yang didirikan pada November 2011 silam.

"Tujuan didirikannya komunitas ini adalah untuk meluruskan stigma negatif yang melekat pada kami. Bahwa kami bukan penyakit atau kelainan tapi varian dari golongan darah," ujarnya.

Saat ini RNI sudah memiliki 3.000 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Komunitas ini juga menjalin kemitraan dengan Palang Merah Indonesia (PMI), sebagai penghubung dengan donor apabila terdapat kebutuhan darah rhesus negatif.

Melalui kerjasama ini, Lici berharap agar pasien rhesus negatif yang membutuhkan transfusi darah bisa mendapat darah yang sesuai dari para donor di komunitas RNI.

"Misalnya ketika menjalani operasi dimana pasien membutuhkan banyak darah. Kalau tidak ada komunitas tentu kita sulit mencari orang bergolongan rhesus negatif yang mau menjadi donor. Jadi di sini kita juga saling membantu pemilik darah rhesus negatif di Indonesia," katanya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan keberadaan golongan darah selain A,B, AB, dan O ini, Lici berharap agar pemerintah mencantumkan keterangan rhesus di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sehingga stigma negatif bagi pemilik darah rhesus negatif bisa mereda.

"Ayo dong pemerintah, tampilan golongan darah dan jenis rhesus ditampilkan. Kalau ini jadi umum maka orang juga akan menganggap umum rhesus negatif itu," ucapnya.

Dalam menjalankan kegiatannya, Lici mengaku bahwa komunitas RNI aktif menyebarkan kepedulian masyarakat seputar rhesus darah melalui media online, termasuk situs rhesusnegatif.com, akun twitter @rhesusnegatifID, serta laman Facebook Blood Group Rhesus Negatif.

Di kalangan anggotanya, RNI juga sering mengadakan gathering nasional (GATNAS) dan seminar-seminar untuk mengedukasi anggotanya dan masyarakat agar tak memandang golongan darah rhesus negatif sebagai momok.

Salah satunya mengenai anggapan bahwa perempuan bergolongan darah rhesus negatif berisiko mengalami masalah saat melahirkan. Menurut Lici bumil yang memiliki darah rhesus negatif belum tentu mengalami keguguran saat hamil. Semua kehamilan menurutnya berisiko, tergantung bagaimana mereka menjaga kandungannya.

"Keguguran itu kan bisa saja karena kandungannya memang lemah, bukan karena rhesus negatif. Saya saja baru sadar rhesus negatif setelah punya 3 anak dan semua anak saya lahir dengan sehat," ujarnya.

Meski demikian, ada upaya pencegahan yang bisa dilakukan oleh bumil rhesus negatif untuk memastikan kandungannya tetap sehat, yakni dengan pemberian suntikan immunoglobulin Anti D. Suntikan ini dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan pada bayi beda rhesus dengan ibu hingga 1 persen.

"Poinnya jangan terlalu cemas berlebihan. Kalau mau pencegahan ada immunoglobulin. Karena secara literatur itu bermanfaat menekan risiko," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×