Di Pesawat Ini, Satu-satunya Opsi Makanan Malah 'Tak Layak Makan'

Arsito Hidayatullah, Risna Halidi

Jum'at, 28 April 2017 | 19:34 WIB
Di Pesawat Ini, Satu-satunya Opsi Makanan Malah 'Tak Layak Makan'
Pesawat Air Koryo milik Korea Utara. [Shutterstock]

Suara.com - Bagi banyak orang, Korea Utara bisa jadi merupakan daerah paling misterius dan terisolasi di dunia. Relatif tak tersentuh oleh kehidupan modern, negeri komunis ini memang masih realtif tertutup dari dunia luar.

Padahal sementara itu, pejabat pariwisata Korea Utara sudah mengklaim bahwa mereka ingin menyambut dua juta turis per tahun pada tahun 2020 nanti. Angka yang tampaknya masih jauh untuk tercapai, mengingat tahun ini dilaporkan baru mencapai lebih dari 100.000 orang saja.

Namun itu artinya, bahwa mereka yang mengunjungi Korea Utara adalah juga sumber informasi yang jarang dan langka. Satu hal yang cukup jelas adalah para wisatawan yang memasuki Korea Utara akan menggunakan Air Koryo, satu-satunya maskapai di negeri itu yang memang dikelola pemerintah, di mana hanya ada satu menu makanan di pesawatnya yang dikenal sebagai Burger Koryo.

Dilaporkan, Burger Koryo selalu disajikan dingin di atas kertas minyak. Potongan cabainya bisa dikenali secara jelas, sementara kejunya tampak menyerupai karet.

Bagaimana dengan dagingnya? Jamie Fullerton, seorang jurnalis dari Vice, mengaku yakin bahwa itu adalah ayam, bukan daging babi.

"Dagingnya sangat kusam, dan sesuai dengan intrik yang mengelilinginya, bahkan lebih sulit dikenali daripada mengunyahnya," papar Fullerton, sebagaimana dikutip DailyMail.

Namun, meski tampak tak layak makan, Burger Koryo disebut memiliki 'pengikut setia' (yang kerap mengabadikannya). Tapi makanan ini terutama terkenal karena sangat tidak layak makan, di mana diperkirakan tidak ada orang yang pernah menyelesaikannya sampai habis.

"Saya juga tidak menyelesaikan (makan) Burger Koryo saya, tapi ini sebagian besar disebabkan oleh kebekuan kenyalnya dan bukan (karena) jijik," aku Fullerton pula.


Sebagai pembelaan dari sisi kuliner Korea Utara, Burger Koryo mungkin memang terlihat dan terasa sangat tidak menyenangkan, karena burger sendiri baru mulai ada dan disajikan di Pyongyang sejak 2009. Sementara di sisi lain, semua juga tahu jika mayoritas makanan di pesawat sendiri memang terkenal dengan rasa yang tidak lezat.

"Anda telah menjalani kehidupan yang membosankan jika pernah merasakan sepotong daging dan roti hambar," ucap salah satu operator tur Korea Utara, Simon Cockerell, menambahkan komentar tentang burger unik itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Was-was Korut Diserbu AS, Putin Kirim Alat Perang ke Perbatasan

Was-was Korut Diserbu AS, Putin Kirim Alat Perang ke Perbatasan

News | Kamis, 20 April 2017 | 19:53 WIB

Samakan Jong Un dengan Pasien Sakit Jiwa, Tentara Korut Ditangkap

Samakan Jong Un dengan Pasien Sakit Jiwa, Tentara Korut Ditangkap

News | Minggu, 16 April 2017 | 19:25 WIB

Korut Pamer Peluru Kendali Bawah Laut untuk Pertama Kalinya

Korut Pamer Peluru Kendali Bawah Laut untuk Pertama Kalinya

News | Sabtu, 15 April 2017 | 19:31 WIB

Terkini

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:30 WIB

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 12:28 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10.000 Kilometer

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10.000 Kilometer

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:25 WIB

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:20 WIB

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:19 WIB

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:17 WIB

Pemula Wajib Tahu! 4 Cara Pilih Raket Badminton Biar Gak Salah Beli

Pemula Wajib Tahu! 4 Cara Pilih Raket Badminton Biar Gak Salah Beli

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:15 WIB

5 Perbedaan Garment Steamer Gantung vs Setrika Uap Biasa, Ini Kelebihan Keduanya

5 Perbedaan Garment Steamer Gantung vs Setrika Uap Biasa, Ini Kelebihan Keduanya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:05 WIB

Sentil Sindiran Prabowo ke Pakar, Pengamat: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Saling Merendahkan

Sentil Sindiran Prabowo ke Pakar, Pengamat: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Saling Merendahkan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:03 WIB

×