IIPG Peringatkan Game Digital Bisa Rusak Kepribadian Anak

Adhitya Himawan Suara.Com
Selasa, 16 Mei 2017 | 19:05 WIB
IIPG Peringatkan Game Digital Bisa Rusak Kepribadian Anak
IIPG mengunjungi anak-anak PAUD Surya Gemilang di Semarang, Jawa Tengah. [Dok IIPG]

Hari kedua di Jawa Tengah, Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) melanjutkan kegiatan Bakti sosial (baksos) yang dipusatkan di Yayasan Surya Gemilang, Kalibanteng Kidul, Semarang. Bakti Sosial yang dilakukan IIPG ini merupakan rangkaian acara dalam rangka roadshow ke berbagai kota untuk menjalin silaturahmi dan konsolidasi dengan IIPG dan masyarakat di daerah.

Rombongan IIPG yang dipimpin Deisti Setya Novanto membagikan 300 paket sembako dan makanan sehat untuk anak-anak, ibu hamil dan ibu menyusui.

Selain itu, Deisti menyempatkan diri bermain dan melakukan tanya jawab dengan anak-anak PAUD Surya Gemilang. Antusias dan keceriaan nampak di wajah anak-anak PAUD ketika Ketua Umum IIPG melontarkan beberapa pertanyaan.

“Setiap masa memiliki tugas perkembangan masing-masing. Bermain adalah tugas utama anak-anak usia pra sekolah. Dalam bermain ini pula mereka belajar hal-hal baru yang dapat membentu perilaku ke depan,”ungkap Deisti di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/5/2017).

Deisti mengingatkan kepada warga yang hadir untuk senantiasa memberikan ruang yang cukup kepada anak dalam pengembangan diri dan kreativitas. Untuk itu, melalui kegiatan bermain, pengembangan karakter dan kreativitas serta motivasi anak dapat disisipkan.

Namun, demikian Deisti juga menanamkan kewaspadaan kepada orang tua dalam memberikan fasilitas bermain kepada anak-anak.

"Hati-hati, ya Ibu-ibu, dalam memberikan alat permainan kepada anak-anak. Kita harus selektif sebagai bentuk tanggung jawab kita, sembari menjelaskan dampak negatif dari beberapa alat permainan, seperti permainan digital yang dapat merusak kepribadian anak," ujarnya.

Menurutnya anak-anak cenderung tumbuh menjadi asosial, hilang kreativitas, dan hilang jiwa pertemanan, saling berbagi dan sebagainya.

Permainan digital, tambahnya, juga membuat pertumbuhan anak menjadi terganggu. Dia menjelaskan di luar negeri, anak yang berumur di bawah lima tahun tidak diperkenankan memegang "gadget" atau melakukan permainan digital di gawai. Tujuannya agar anak dapat berinteraksi dengan teman sebayanya.

Baca Juga: IIPG Serahkan Bantuan Kepada Dua Desa Korban Banjir di Magelang

Kondisi sebaliknya, terjadi di Tanah Air yang mana para orang tua berlomba - lomba memberikan anaknya gawai, piranti yang modern dan canggih.

"Orang tua harus menyadari bahwa anak di bawah lima tahun belum memerlukan gawai. Lebih baik bermain permainan tradisional bersama teman-temannya," tukas Deisti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI