Mengenal Aneka Perawatan Mengobati Degeneratif

Dythia Novianty, Dinda Rachmawati

Rabu, 23 Agustus 2017 | 06:31 WIB
Mengenal Aneka Perawatan Mengobati Degeneratif
Jumpa pers manfaat Advanced Stem Cell dalam mengobati degeneratif, di Jakarta, Selasa (22/8/2017). [Suara.com/Dinda Rachmawati]

Suara.com - Seiring bertambahnya usia, sel di dalam tubuh perlahan-lahan mengalami penuaan dan rusak. Kondisi ini membuat seseorang rentan terhadap beberapa penyakit, yang disebut dengan penyakit degeneratif.

Beberapa penyakit degeneratif seringkali timbul, dikarenakan pola hidup yang salah. Diabetes, penyakit jantung koroner, sumbatan pembuluh darah jantung, hipertensi, stroke, dan penuaan dini adalah beberapa penyakit yang disebut dengan penyakit degeneratif.

"Orang Indonesia punya kecenderungan memiliki risiko penyakit deregeneratif tadi. Meski penyakit ini adalah penyakit yang mengiringi proses penuaan, tapi saat ini, banyak sekali orang muda yang juga berisiko atau bahkan yang sudah mengalami," kata Cardiovascular & Neurology Specialist, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Pharm, PhD di Vinski Tower, Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Selain melakukan pengobatan di Rumah Sakit, kata Prof. dr. Taruna, pasien dengan penyakit degeneratif bisa melakukan perawatan pelengkap yang disebut dengan Degeneratif Medicine. Perawatan ini, lanjut dia terdiri dari berbagai macam, salah satunya adalah yang disebut sebagai Advanced Stem Cell.

Advanced Stem Cell, kata profesor yang juga bekerja di Biomedical Sciences, The National Health University, California, Amerika Serikat ini, efektifitasnya sangat tinggi karena penyakit bisa langsung diobati ke intinya.

"Jadi, bagian yang degenerasi diperbaiki dan digantikan dengan sel baru, yang bisa diambil dari bagian tubuh, seperti sum-sum tulang belakang, darah, atau bahkan kulit kita. Untuk parkinson misalnya, pengobatan dengan Advanced Stem Cell ini bahkan efektif hingga kurang lebih 50-60 persen," jelasnya.

Dalam melakukan perawatan ini, Prof. dr. Taruna Ikrar juga berkolaborasi dengan pakar anti penuaan Dr. Deby Vinski untuk melakukan lima prinsip dasar. Nantinya, perawatan ini akan menggunakan 20 persen stem cell terapi, mengambil bagian tubuh yang masih bisa berubah atau regenerasi dengan baik.

Selanjutnya adalah microfactor stimulation, yakni melakukan proses yang berfungsi untuk menstimulasi bagian yang rusak, dengan menggunakan enzim yang berasal dari tubuh kita. Lalu, perawatan lainnya adalah partikel terapi, suatu proses di mana kita menggunakan partikel di dalam tubuh kita.

"Di antara membran sel dan inti sel itu ada protein. Protein itu bisa diekstrak dan dipakai kembali untuk tubuh kita. Selanjutnya adalah perawatan Nano Rejuvenation dan Terapi Genetik," ungkap dia.

baca juga

Saat melakukan perawatan ini, lanjut dia, pasien akan melalui empat tahapan, yakni pra treatment, masa treatment, post treatment dan follow up. Pada masa pra treatment, pasien akan mulai melakukan berbagai perawatan, mulai dari terapi hormon, nutrisi termasuk diet, hingga menghilangkan racun dalam tubuh.

Sedangkan pada masa treatment, pasien akan melakukan perawatan inti, seperti microfactor stimulation, terapi stem cell, terapi nano rejuvenation hingga terapi genetik. Setelah dilakukan treatment inti, kata Prof. dr. Ikrar, selanjutnya masuklah pada post treatment.

"Pasien ini akan kita follow up terus. Melihat bagaimana perkembangan penyakit dan hasil treatment yang kita berikan, Advanced Stem Cell yang kita apliaksikan. Aspek setelah itu, kalau butuh booster atau penyuntikan kembali akan kita lakukan. Jadi akan terus kita follow up, tidak selesai begitu saja," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Deby mengatakan bahwa perawatan Advanced Stem Cell yang bisa didapatkan di Vinski Tower Pusat Anti-Aging Dunia ini, bukan hanya efektif untuk mengobati penyakit degeneratif, melainkan juga bermanfaat untuk pencegahan.

"Dengan perawatan ini, kita bahkan bisa melihat seseorang akan terkena diabetes pada 10-15 tahun yang akan datang. Sebelum itu terjadi, kita bisa lakukan berbagai proses untuk mencegahnya, salah satunya adalah dengan Advance Stem Cell," ujar perempuan yang menjabat sebagai Presiden World Council of Preventive, Regenerative and Anti-Aging Medicine ini.

Keduanya berharap, perawatan ini dapat menolong lebih 25 persen dari 250 juta masyarakat Indonesia yang berisiko dan mengalami penyakit degeneratif, sehingga mereka tak lagi menjalani pengobatan di luar negeri terkait penyakit tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Dia Terobosan Baru Melawan Gejala Penuaan

Ini Dia Terobosan Baru Melawan Gejala Penuaan

Lifestyle | Rabu, 26 Oktober 2016 | 12:29 WIB

Ganja Ternyata Bisa Jadi Obat Penyakit Degeneratif

Ganja Ternyata Bisa Jadi Obat Penyakit Degeneratif

Health | Selasa, 03 Mei 2016 | 13:12 WIB

Hati-hati, Lelaki Paling Banyak Menderita Parkinson

Hati-hati, Lelaki Paling Banyak Menderita Parkinson

Health | Jum'at, 20 Maret 2015 | 14:15 WIB

Terkini

OJK Setujui Gadai Elektronik Jakarta Perluas Wilayah Usaha ke Nasional

OJK Setujui Gadai Elektronik Jakarta Perluas Wilayah Usaha ke Nasional

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:08 WIB

Berdiri Selama 20 Tahun, 3 Bangunan di Biringkanaya Akhirnya Dibongkar

Berdiri Selama 20 Tahun, 3 Bangunan di Biringkanaya Akhirnya Dibongkar

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 08:08 WIB

Abaikan SP 1 dari PT KAI, Warga Ledoksari Solo Tolak Kosongkan Lahan Untuk Perluasan Stasiun Jebres

Abaikan SP 1 dari PT KAI, Warga Ledoksari Solo Tolak Kosongkan Lahan Untuk Perluasan Stasiun Jebres

Surakarta | Kamis, 10 September 2026 | 08:06 WIB

Konstruksi Hijau Jadi Tren Baru, Produk Rendah Emisi Mulai Didorong

Konstruksi Hijau Jadi Tren Baru, Produk Rendah Emisi Mulai Didorong

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:03 WIB

1.931 Sekolah di Flores Kembali Aktif Pascagempa

1.931 Sekolah di Flores Kembali Aktif Pascagempa

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 08:00 WIB

Layanan Asuransi Digital Bisa Jadi Solusi Dorong Akses Perlindungan Kendaraan

Layanan Asuransi Digital Bisa Jadi Solusi Dorong Akses Perlindungan Kendaraan

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 07:59 WIB

Detik-Detik Pembunuhan Sekeluarga di Palu Terungkap dalam 34 Adegan Rekonstruksi

Detik-Detik Pembunuhan Sekeluarga di Palu Terungkap dalam 34 Adegan Rekonstruksi

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 07:55 WIB

Ratusan Siswa di Sleman dan Bantul Keracunan MBG, 14 SPPG di DIY Dibekukan, Anggaran Ikut Ditahan

Ratusan Siswa di Sleman dan Bantul Keracunan MBG, 14 SPPG di DIY Dibekukan, Anggaran Ikut Ditahan

Jogja | Kamis, 10 September 2026 | 07:53 WIB

MacBook Neo Ubah Standar Laptop Ringan, ADVAN AIR NEO Jawab dengan Intel Wildcat Lake

MacBook Neo Ubah Standar Laptop Ringan, ADVAN AIR NEO Jawab dengan Intel Wildcat Lake

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 07:50 WIB

Jeruji Jadi 'Pesantren', Puluhan Napi di Kendari Berhasil Khatam Al-Qur'an

Jeruji Jadi 'Pesantren', Puluhan Napi di Kendari Berhasil Khatam Al-Qur'an

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 07:47 WIB

×