Habis Bulan Habis Gaji? Ini 3 Alasannya

Angelina Donna

Selasa, 12 September 2017 | 19:30 WIB
Habis Bulan Habis Gaji? Ini 3 Alasannya

Suara.com -
Anda mungkin sering mendengar orang yang mengeluh karena gajinya tidak pernah cukup. Cukup banyak sampai-sampai telinga Anda pun gatal mendengarnya. Atau mungkin Anda sendiri sering mengalaminya.

Karena alasan inilah mereka selalu melakukan hal yang lumrah yaitu meminta kenaikan gaji pada bos.

Ada yang berhasil ada pula yang nangis darah. Sayangnya, meskipun gaji sudah dinaikkan, tetap saja gaji tersebut tidak cukup atau malah makin tidak cukup. Pernahkah Anda merasa demikian?

Gaji 10 juta per bulan rasanya sama saja dengan gaji 2 juta per bulan yang Anda terima pada bulan pertama bekerja. Sama-sama tidak cukup.

Ada yang habis bulan habis gaji. Bahkan ada yang sebelum habis bulan sudah habis gaji, terpaksa utang sana-sini atau hidup serba irit dan super hemat. Uang yang dihasilkan rasanya selalu kurang meskipun gaji makin besar. Mungkin rasanya aneh, tapi sebenarnya tidaklah aneh.

Ada penjelasan yang sangat masuk akal yang mungkin tidak Anda sadari sebelumnya.

Mari kita bahas dan perjelas tentang mengapa bisa habis bulan habis gaji.



Gaji besar berbanding lurus dengan pengeluaran besar


Inilah alasan paling utama yang menyebabkan gaji Anda selalu terasa kurang banyak. Saat Anda pertama kali bekerja dengan gaji, katakanlah, 2 juta per bulan, Anda hanya makan nasi goreng pakai telur. Saat gaji 3 juta, makan nasi goreng pakai ayam goreng. Saat gaji 4 juta, makan sushi. Saat gaji 5 juta, makan kepiting panggang dan seterusnya.



Dulu makan di warung, saat gaji bertambah nongkrong pun di café elit. Biasanya minum es teh manis, sekarang minum kopi starbucks seharga lima puluh ribuan.

Saat gaji makin naik, gaya hidup pun terpaksa ikut naik level. Ujung-ujungnya biaya hidup pun naik drastis.

Inilah perangkap yang sering menjerat orang-orang yang mengalami kenaikan gaji. Yang ada di pikiran mereka kebanyakan adalah apa yang akan mereka beli, di mana mereka akan habiskan uang tersebut. Sifat konsumtif pun makin mekar dan bersinar terang. Handphone baru, motor atau mobil baru, jalan-jalan ke luar negeri dan barang-barang lain pun mulai membombardir pikiran mereka.



Ketidakmampuan mengelola uang dengan baik


Ini berhubungan dengan poin pertama. Mereka lebih memilih menghabiskan uang tersebut dengan membeli barang-barang konsumtif yang sebenarnya tidak terlalu penting ketimbang menginvestasikan uang tersebut. Ketidakmampuan mengelola uang membuat banyak orang terjebak dalam lingkaran utang dan kredit yang tak ada habis-habisnya.

Ketidakmampuan dalam mengelola uang menimbulkan sifat gengsi yang sangat berbahaya.

Gengsi membuat orang menjalani hidup yang sebenarnya di luar kemampuan, memperlihatkan pada orang lain bahwa dirinya mampu padahal sebenarnya tidak mampu.

Kebanyakan orang mengelola keuangan dengan cara yang salah.

Jika Anda melihat orang yang benar-benar berhasil secara finansial, Anda akan sadar mereka menyisihkan sebagian atau banyak uang mereka dalam bentuk investasi. Investasi tersebut makin berbunga dan bertambah sehingga uang mereka pun makin banyak. Itulah mengapa orang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Orang kaya pintar mengelola keuangan. Itulah poin penting yang harus Anda pahami.



Besar kenaikan inflasi lebih besar daripada kenaikan gaji

Inflasi secara sederhana diartikan sebagai kondisi di mana harga barang-barang kebutuhan dan lainnya naik dalam kisaran persentase tertentu. Misalnya Anda lihat di koran inflasi tahun ini 15%, sedangkan gaji Anda tidak naik-naik atau hanya naik 10%. Secara tidak langsung nilai uang Anda makin kecil. Perlahan tapi pasti uang yang bisa dibelanjakan pun makin sedikit dan menyebabkan Anda tidak akan cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.



Jika sudah begini, Anda harus pintar-pintar menyiasati ini dengan cara mencari usaha sampingan, mencari pekerjaan baru yang lebih menjanjikan, membuka usaha sendiri atau setidaknya hidup lebih hemat dengan mengurangi pengeluaran yang dirasa tidak perlu.

Sekarang Anda sudah tahu ke mana larinya uang Anda. Mungkin dulu Anda tidak tahu, sekarang Anda sudah tahu alasannya. Saat Anda sudah mengetahui alasannya, Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan.


Published by




Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Cara Hadapi Penolakan Pekerjaan

5 Cara Hadapi Penolakan Pekerjaan

Lifestyle | Rabu, 12 Juli 2017 | 21:02 WIB

Ini 4 Kriteria Wajib untuk Menjadi Seorang Pemimpin

Ini 4 Kriteria Wajib untuk Menjadi Seorang Pemimpin

Lifestyle | Rabu, 28 Juni 2017 | 18:38 WIB

Ini 3 Tips Kelola THR dengan Tepat

Ini 3 Tips Kelola THR dengan Tepat

Bisnis | Selasa, 20 Juni 2017 | 08:00 WIB

Ini 4 Hal Perusak Fokus Anda Bekerja

Ini 4 Hal Perusak Fokus Anda Bekerja

Lifestyle | Rabu, 31 Mei 2017 | 20:28 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×