New York Punya Pulau Menyeramkan, Berani Mengunjunginya?

Chaerunnisa, Dinda Rachmawati

Selasa, 10 Oktober 2017 | 22:05 WIB
New York Punya Pulau Menyeramkan, Berani Mengunjunginya?
Pulau menyeramkan di New York (Shutterstock)

Suara.com - Kurang dari satu mil dari Manhattan, Amerika Serikat, salah satu tempat mewah dan terpadat di dunia, ada sebuah pulau kecil yang sudah ditinggalkan penduduknya hampir 55 tahun yang lalu.

"North Brother Island adalah salah satu warisan, dan tempat alami dekat dengan New York City yang paling luar biasa, dan paling tidak dikenal," tulis para penulis studi Universitas Pennsylvania mengenai lokasi tersebut, baru-baru ini.

Kota ini memiliki sebidang tanah seluas 22 hektare di East River yang berada di antara pesisir industri South Bronx, dan Raster's Island Correctional Center, penjara paling terkenal di Kota New York.

Hampir tidak ada orang yang diizinkan pergi ke North Brother Island, dan satu pulau lainnya yang lebih kecil, South Brother Island, kecuali burung. Namun, siapa yang ingin tinggal atau setidaknya mengunjungi kota dengan struktur yang runtuh, dan terbengkalai.


Business Insider baru-baru ini melakukan tur sebagai bagian dari pemotretan TV, yang produsernya mendapat izin untuk pergi ke pulau tersebut.

Satu-satunya cara untuk sampai ke North Brother Island adalah dengan kapal dari Barretto Point Park di Bronx Selatan, salah satu yang tercepat untuk sampai ke sana.

Perhatikan jalan perahu Anda, karena hampir seluruhnya ditutupi alga licin saat air surut. Mereka menggunakan perahu aluminium kecil.

Tidak ada yang diizinkan mengunjungi pulau ini tanpa didampingi tim dari Departemen Taman Rekreasi dan Rekreasi New York, yang mengelola situs ini sebagai tempat perlindungan burung.

Pulau ini pertama kali diklaim pada tahun 1614 dan dihuni pada tahun 1885, dan sejarahnya ditandai dengan kematian, penyakit, dan kerusakan.

Pada bulan Juni 1904, ada kapal uap terbakar dan tenggelam di Sungai Timur. Hanya 321 orang yang selamat, dan jenazah 1.021 orang terdampar di daratan selama berhari-hari.

"Jembatan Gerbang Neraka" yang berbentuk busur di East River juga bisa terlihat dari pantai barat North Brother.

Bangunan-bangunan di pulau ini dulunya dibuat dengan batu bara, yang memuat pekerja ke dermaga ini. Sekarang kondisinya sudah tenggelam, tertutup rumput laut, dan benar-benar tenggelam saat air pasang.

Setelah tiba di pantai, semuanya terlihat berantakan. Jalan-jalan dan trotoar hampir tak bisa dikenali karena dipenuhi semak berlebih. Tapi ada tanda-tanda tempat tinggal sebelumnya di mana-mana, seperti tong sampah yang berkarat.

Tanaman anggur kudzu invasif, yang berasal dari Asia, merangkak dan menyusup banyak sudut dan celah di seluruh pulau. Salah satu bangunan pertama yang bisa dilihat adalah kamar jenazah. Cerobong asap yang retak dari ruang boiler berbahan bakar batubara juga terlihat dari jarak jauh.

Di setiap kesempatan, kerusakan yang terjadi di semua penjuru pulau itu menakutkan sekaligus indah. Pejabat Taman dan Rekreasi tidak membiarkan siapa pun masuk ke sebagian besar bangunan, karena mereka berada dalam keadaan rusak parah.

Anda harus melihat ke mana Anda pergi, atau Anda akan bertemu dengan jaring laba-laba yang cukup besar yang cukup mengejutkan.

Dari tahun 1880-an sampai tahun 1943, orang-orang yang diisolasi di kota tersebut karena menderita penyakit menular, termasuk Malon "Typhoid Mary" yang terkenal. Mereka yang meninggal disimpan di kamar mayat.

Sebagian besar peralatan ditinggalkan saat pulau itu ditinggalkan pada tahun 1963. Tapi, kita juga bisa melihat tanda-tanda kunjungan ilegal, termasuk grafiti di lapangan bola.

Beberapa fasilitas hampir tak bisa dikenali. Daripada naik feri setiap hari, beberapa pekerja rumah sakit saat itu lebih memilih tinggal di Rumah Perawat. Adapula rumah bergaya Victoria seluas 40 ribu kaki persegi, yang dibangun pada tahun 1905.

Rumah Staf adalah salah satu bangunan tertua dan paling bobrok. Dibangun pada tahun 1885. Ini merupakan asrama yang menjadi sekolah pembibitan bagi keluarga veteran yang tinggal di pulau itu selama krisis perumahan pasca Perang Dunia II, dari tahun 1946 hingga 1951.

Setelah tahun 1951 dan sampai ditinggalkannya pulau tersebut, bangunan tersebut dijadikan pusat rehabilitasi narkoba. Begitu banyak bangunan tersembunyi di antara tanaman merambat, pohon, dan daun liar.

Rasanya seperti berkeliaran di sekitar taman bermain pasca-apokaliptik. Beberapa hewan tampaknya tinggal di sini, dan seorang petugas Taman Rekreasi dan Rekreasi mengatakan bahwa mamalia praktis tidak ada, artinya di pulau ini tidak ada tikus, tupai, dan sejenisnya.

Bangunan terbesar di pulau ini adalah salah satu yang terakhir yang harus Anda lihat. Paviliun Tuberkulosis. Ini adalah bangunan empat lantai seluas 83 ribu kaki persegi, yang dirancang untuk menampung orang-orang yang menderita penyakit tuberkulosis.

Ini adalah bangunan besar, menjulang, dan menyeramkan yang mungkin ingin Anda jelajahi, tapi sayangnya tidak bisa. Ujung selatan bangsal tuberkulosis memiliki dapur.

Pulau ini adalah tempat bagi Anda yang berani meluangkan waktu semalaman. Anda berani mengunjunginya? (Independent)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tidak Ada New York Hari Ini: Saat Tempat Jauh Mengukir Nama yang Tertinggal

Tidak Ada New York Hari Ini: Saat Tempat Jauh Mengukir Nama yang Tertinggal

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:00 WIB

New York Times Sorot Krisis Ekonomi Mengancam Indonesia: Bom Waktu yang Terus Berdetak

New York Times Sorot Krisis Ekonomi Mengancam Indonesia: Bom Waktu yang Terus Berdetak

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Karhutla Indonesia Masuk Cover The New York Times, Karya Seniman Ini Jadi Sorotan Dunia!

Karhutla Indonesia Masuk Cover The New York Times, Karya Seniman Ini Jadi Sorotan Dunia!

Video | Minggu, 18 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Profil Sho Shibuya, Seniman Jepang Gambar Karhutla Indonesia di Cover The New York Times

Profil Sho Shibuya, Seniman Jepang Gambar Karhutla Indonesia di Cover The New York Times

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Menengok New York, Jakarta Bersiap Rancang Aturan Helikopter Perkotaan

Menengok New York, Jakarta Bersiap Rancang Aturan Helikopter Perkotaan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:36 WIB

DPRD DKI Dorong Subsidi Pangan Jadi Saldo Digital ala New York, Warga Bebas Pilih Bahan Pangan!

DPRD DKI Dorong Subsidi Pangan Jadi Saldo Digital ala New York, Warga Bebas Pilih Bahan Pangan!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 10:42 WIB

Bawa Isu Palestina hingga Ketahanan Global, RI Bersiap Sampaikan National Statement di New York

Bawa Isu Palestina hingga Ketahanan Global, RI Bersiap Sampaikan National Statement di New York

News | Kamis, 24 September 2026 | 13:01 WIB

Ancaman Bom Sidang Majelis Umum PBB, Koper Misterius Ditemukan di Gedung Chrysler

Ancaman Bom Sidang Majelis Umum PBB, Koper Misterius Ditemukan di Gedung Chrysler

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:56 WIB

Pramono Ungkap Jurus Atasi Macet ke Wali Kota New York

Pramono Ungkap Jurus Atasi Macet ke Wali Kota New York

News | Senin, 21 September 2026 | 09:26 WIB

Asa Baru Pembiayaan Megapolitan, New York Siap Sokong Penerbitan Jakarta Bond

Asa Baru Pembiayaan Megapolitan, New York Siap Sokong Penerbitan Jakarta Bond

News | Senin, 21 September 2026 | 08:54 WIB

Terkini

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×