-
Cuaca buruk memaksa penutupan sementara FIFA Fan Village di Rockefeller Center New York.
-
Area nonton bareng dibuka kembali hari ini khusus untuk laga final Argentina vs Spanyol.
-
Tiga kepala negara tuan rumah dipastikan hadir menyaksikan langsung pertandingan puncak di stadion.
Suara.com - Badai petir dan hujan deras memaksa otoritas menutup total kawasan hiburan FIFA Fan Village di Rockefeller Center, New York.
Langkah darurat ini diambil demi keselamatan publik setelah peringatan banjir dikeluarkan oleh pemerintah kota sejak sehari sebelumnya.
"Kalau mau, kembali lagi besok," kata seorang petugas polisi New York Bletnitsky di lokasi Fan Village New York, Rockefeller Center, Sabtu.

Penutupan mendadak tersebut seketika memicu kekecewaan mendalam bagi ratusan suporter yang telah memadati area.
Mereka terpaksa gigit jari karena gagal menyaksikan pameran bersejarah FIFA Museum yang bertajuk Legacies of Champions.
Kondisi alam yang tidak bersahabat ini juga membatalkan agenda nonton bareng perebutan juara ketiga antara Prancis melawan Inggris.
Sesuai prediksi cuaca, wilayah metropolitan New York terus diguyur hujan lebat yang sempat mereda sebelum kembali memburuk malam hari.
Kini pusat hiburan sepak bola tersebut bersiap menyambut lonjakan massa pada hari Minggu untuk pesta penutupan.
Para penggemar tanpa tiket stadion dipastikan bisa mengakses area ini secara gratis untuk menyaksikan partai pamungkas.
Laga puncak turnamen edisi ini akan mempertemukan raksasa Amerika Selatan, Argentina, melawan kekuatan Eropa, Spanyol.
Stadion New York New Jersey bakal menjadi saksi bisu pertarungan hidup mati dua tim tersukses dunia tersebut.
Ambisi besar diusung oleh armada Argentina yang bertekad membawa pulang trofi Piala Dunia keempat mereka sepanjang sejarah.
Sebelumnya, tim Tango sukses merajai dunia pada edisi turnamen tahun 1978, 1986, serta kemenangan dramatis tahun 2022.
Di kubu lawan, Spanyol datang dengan misi menggandakan koleksi gelar juara setelah kesuksesan perdana mereka pada 2010.
Catatan sejarah mencatat kedua negara baru sekali bertemu di panggung Piala Dunia, tepatnya pada fase grup tahun 1966.
Kala itu, Argentina berhasil menumbangkan Spanyol dengan skor tipis dua-satu lewat sepasang gol Luis Artime.
Pertandingan bersejarah ini dipastikan berjalan megah dengan kehadiran para petinggi negara tuan rumah di tribun kehormatan.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan hadir mendampingi Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.