Jumlah Perempuan Peneliti Indonesia Rendah, Apa Penyebabnya?

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 10 November 2017 | 07:36 WIB
Jumlah Perempuan Peneliti Indonesia Rendah, Apa Penyebabnya?
L'Oreal UNESCO for Women In Science 2017, Kamis (9/11/2017). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Stereotipe bahwa profesi peneliti lebih tepat disandang para kaum Adam tampaknya masih melekat di Indonesia. Hal ini terlihat dari jumlah perempuan peneliti di Indonesia yang masih sangat rendah dibandingkan dengan laki-laki peneliti.

Ir. Ira Nurhayati Djarot, M.Sc, Ph.D, Direktur Sistem Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti mengatakan bahwa jumlah peneliti yang tergabung di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia per Oktober 2017 masih didominasi laki-laki yakni 5636 peneliti dan perempuan peneliti yang baru mencapai 4006 orang.

Padahal menurut dia, jika dilihat dari pencapaian pendidikan di tingkat perguruan tinggi S1, jumlah mahasiswi lebih banyak dibandingkan mahasiswa. Namun ketika menapaki jenjang pendidikan S3, jumlah mahasiswi tersalip dengan jumlah mahasiswa.

"Sebenarnya sudah bagus karena yang masuk ke perguruan tinggi lebih banyak perempuan. Tapi begitu naik jenjang ke-S3 untuk peneliti jumlahnya masih lebih banyak yang perempuan. Ini yang kita dorong agar para lembaga dan kementerian memberikan beasiswa agar jumlah perempuan peneliti semakin meningkat," ujar dia dalam acara L'Oreal UNESCO for Women In Science 2017, Kamis (9/11/2017).

Dalam kesempatan yang sama Ketua Harian KNIU Kemdikbud, Prof. Dr. Arief Rachman mengakui bahwa jumlah peneliti per satu juga populasi di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga. Malaysia misalnya, jumlah peneliti di negara mereka mencapai 7000 orang per satu juta penduduk, diikuti Singapura di angka 2.590. Sementara itu, Indonesia hanya berada di angka 1.071 peneliti per satu juta penduduk.

"Jumlah peneliti di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Indonesia harus mengejar ketertinggalan tersebut," tambah dia.

Meski demikian Arief menyebut bahwa program pengarusutamakan gender dalam dunia perempuan sebetulnya mengalami perkembangan signifikan.

"Dominasi laki-laki di penelitian sebetulnya sudah mampu dikalahkan perempuan. Tetapi, yang masih sangat mengganggu, pemahaman bahwa perempuan di rumah tangga saja dan itu terjadi di kalangan masyarakat yang belum terlalu maju" kata dia.

Untuk mendorong perempuan peneliti di Indonesia menghasilkan karya yang dapat mengubah masa depan dunia, L'Oreal-UNESCO for Women In Science kembali memberikan penghargaan pada empat perempuan peneliti brilian dengan karyanya yang dapat mengubah masa depan dunia medis di Indonesia.

Para perempuan peneliti dapat membantu memperbaiki teknik deteksi dini penyakit mematikan, menurunkan biaya pengobatan, mengembangkan prosedur medis yang aman guna peningkatan kualitas hidup. Tentu ini menjadi penting, melihat bagaimana hal tersebut dapat membawa perubahan untuk negara ini.

"Apa yang mereka lakukan bukan hanya bermanfaat untuk kehidupan pribadinya, tapi juga kehidupan banyak orang. Oleh karena itu, melalui penghargaan L’ORÉAL – UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017, kami ingin mendukung perempuan dalam sains karena kontribusi besar mereka tidak boleh diabaikan," ungkap Umesh Phadke, Presiden Direktur L'Oreal Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perempuan Ini Ubah Ampas Jus Jadi Campuran Makanan

Perempuan Ini Ubah Ampas Jus Jadi Campuran Makanan

Lifestyle | Kamis, 03 November 2016 | 19:14 WIB

Jumlah Perempuan Peneliti di Indonesia Cuma 30 Persen

Jumlah Perempuan Peneliti di Indonesia Cuma 30 Persen

Tekno | Kamis, 03 November 2016 | 17:10 WIB

Terkini

Perbedaan Cushion Skintific vs Barenbliss, Bagus Mana untuk Hasil Dewy Glow?

Perbedaan Cushion Skintific vs Barenbliss, Bagus Mana untuk Hasil Dewy Glow?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

Suzuki Karimun Wagon R Terbaru Tertangkap Kamera: Mesin 1200 cc, Harga Baru 90 Jutaan?

Suzuki Karimun Wagon R Terbaru Tertangkap Kamera: Mesin 1200 cc, Harga Baru 90 Jutaan?

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

Pangsa Pasar Mobil Honda di Indonesia Tinggal 4 Persen

Pangsa Pasar Mobil Honda di Indonesia Tinggal 4 Persen

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

Terima Kunjungan Delegasi Swedia, Pertamina Paparkan Strategi Transformasi dan Digitalisasi

Terima Kunjungan Delegasi Swedia, Pertamina Paparkan Strategi Transformasi dan Digitalisasi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:23 WIB

7 Rekomendasi Jam Tangan Casio Wanita yang Murah dan Elegan

7 Rekomendasi Jam Tangan Casio Wanita yang Murah dan Elegan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:20 WIB

Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026

Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 14:20 WIB

Jabar Jadi Sorotan! Kematian Ibu dan Anak Tinggi karena Standar Kebersihan RS Buruk

Jabar Jadi Sorotan! Kematian Ibu dan Anak Tinggi karena Standar Kebersihan RS Buruk

News | Senin, 14 September 2026 | 14:17 WIB

Media Internasional: Kecelakaan Laut Sering Terjadi karena Lemahnya Standar Keselamatan di Indonesia

Media Internasional: Kecelakaan Laut Sering Terjadi karena Lemahnya Standar Keselamatan di Indonesia

News | Senin, 14 September 2026 | 14:13 WIB

Purbaya Kritik Kondisi Ekonomi era Jokowi, Dianggap Lebih Lambat Ketimbang SBY

Purbaya Kritik Kondisi Ekonomi era Jokowi, Dianggap Lebih Lambat Ketimbang SBY

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:13 WIB

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Toyota Meningkat, Veloz Hybrid Tuai Respon Positif

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Toyota Meningkat, Veloz Hybrid Tuai Respon Positif

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:12 WIB

×