Olahraga Berlebihan, Waspadai Dampak Buruknya!

Chaerunnisa | Dinda Rachmawati
Olahraga Berlebihan, Waspadai Dampak Buruknya!
Ilustrasi olahraga atau latihan push up. (Shutterstock)

Seorang personal training mengungkap dampak buruk olahraga berlebihan.

Suara.com - Memasuki Tahun Baru, banyak orang memiliki resolusi untuk mendapatkan tubuh proporsional seperti yang diinginkan. Tak heran, jika setiap awal tahun, gym dan tempat kebugaran lain dipenuhi mereka yang ingin menjalankan resolusi tersebut.

Ini memang rencana yang baik. Namun, jika dilakukan berlebihan, bisa menjadi hal sebaliknya.

Seorang Personal Trainer Max Bridger mengungkapkan hal-hal apa saja yang bisa terjadi jika Anda olahraga berlebihan, seperti dilansir dari Metro:

1. Pertimbangkan berapa banyak Anda olahraga setiap pekan

Pilihan yang paling masuk akal adalah mulai dengan dua hingga empat kali latihan dalam sepekan, dengan setiap sesi tidak lebih dari 45-60 menit. Jika volume latihan Anda terlalu tinggi maka ini bisa mengakibatkan kelelahan, menyebabkan cidera otot dan perubahan mood.

2. Mudah terkena flu dan infeksi

Jangan membuat tubuh Anda terlalu keras bekerja dan tidak memberinya istirahat. Waktu pemulihan yang tidak tepat dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh dan akibatnya, obat-obatan menjadi kurang efektif.

Karena itu, sangat penting mendengarkan apa yang tubuh Anda katakan. Apalagi, sepanjang tahun, ada puncak musim flu, juga risiko terkena infeksi selama sekitar satu hingga dua pekan. Jika Anda terlalu lelah dalam berolahraga, risiko terjangkit flu atau infeksi lain jauh lebih besar.

3. Gangguan fisik dan mental

Jika Anda tidak menikmati olahraga, Anda mungkin menderita kelelahan mental dan overtraining. Jika Anda tidak dirangsang secara mental oleh aspek apapun dari rezim latihan Anda, maka faktor negatif akan menguat dan Anda cenderung mengalami kelelahan, baik secara fisik maupun mental.

4. Gangguan afektif musiman

Sekitar 10-20 persen orang diperkirakan memiliki tingkat kelainan afektif musiman yang ringan dan bervariasi (SAD), dimana suasana hati kita (secara umum) berkurang selama bulan-bulan yang lebih dingin, lebih basah, atau kurang cerah.

Mendorong diri terlalu keras akan memperburuk gangguan ini, jadi pertimbangkan berapa banyak dan jenis latihan yang Anda lakukan, untuk menguntungkan Anda dan suasana hati daripada memiliki perasaan negatif saat olahraga berlebihan.

5. Mengurangi kualitas hidup, baik sosial dan profesional

Jika Anda olahraga dan diet terlalu ketat, maka ini akan membuat gaya hidup yang Anda jalani sulit untuk Anda nikmati, dan Anda lebih sering merasa kesal, sensitif dan emosional.

Overtraining dan undereating (makan bersih) dapat mulai mengikis kinerja kita dalam kehidupan profesional dan jumlah waktu, juga energi yang didedikasikan untuk kehidupan pribadi dan sosial kita.

Kebugaran harus bermanfaat bagi seluruh gaya hidup Anda, jadi pastikan bahwa rezim kebugaran Anda mencakup hal-hal yang Anda sukai, mungkin juga dengan orang-orang yang Anda sayangi, dan Anda biarkan Anda juga memiliki cukup waktu untuk pulih dan bersenang-senang! (Metro)

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS