Melacak Jejak Buddha di Afganistan

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Kamis, 05 Juli 2018 | 12:07 WIB
Melacak Jejak Buddha di Afganistan
Melacak Jejak Buddha di Afganistan. (Amusing Planet/Afganistan Embassy)

Suara.com - Tahukah Anda, jika Afghanistan, negara yang sempat porak poranda karena perang dan ekstremisme agama, pernah menjadi negara Buddha yang damai. Jika Anda ingin melihat sisi lain dari negara ini, kunjungilah beberapa kawasan Buddha bersejarah yang keberadaannya kini hampir mengalami kepunahan.

Di masa lalu, peziarah dari seluruh Asia Tengah dan Selatan, pergi ke daerah-daerah pegunungan terpencil Afganishtan, membangun biara-biara dan patung-patung kolosal, menggali gua di batuan pasir, dan bermeditasi.

Ajaran Buddha dibawa ke Afghanistan pada abad pertama oleh Kekaisaran Kushan di wilayah bersejarah Baktria di Asia Tengah. Kaisar Kushan yang paling terkenal, Kanishka Agung, adalah pelindung agama Buddha yang hebat.

Penaklukan dan patronase Buddhisme memainkan peran penting dalam pengembangan Jalan Sutra, dan penyebaran agama Buddha di seluruh rentang Karakoram ke India, Cina, dan negara-negara Asia lainnya.

Sayangnya, menurut sejarah, begitu Islam menguasai wilayah Asia Tengah dan wilayah Hindu Kush kuno di Afghanistan, para penguasa agama yang tidak toleran memerintahkan penghancuran semua situs Buddha di negeri ini. Islam menjadi agama negara dan agama Buddha pun hilang di sana.

Dasawarsa perang telah mengubah banyak situs arkeologi penting menjadi puing dan koleksi museum dijarah atau dihancurkan. Tindakan agresi terakhir terjadi belum lama ini, ketika dua patung Buddha yang monumental di dekat kota Bamiyan diledakkan oleh Taliban pada tahun 2001.

Di wilayah Bamiyan ini Anda bisa melihat pusat Buddhisme terkemuka. Biksu Cina abad ketujuh Hsuan-Tsang menggambarkan kota itu sebagai pusat Buddha yang berkembang dengan lebih dari sepuluh biara dan lebih dari seribu biksu.

Dua figur Buddha berdiri setinggi 120 kaki dan 175 kaki di sana, dan didekorasi dengan warna keemasan yang memesona dan dihiasi dengan permata brilian. Para sejarawan percaya bahwa patung-patung Buddha monumental tersebut diukir di tebing antara abad ke-3 sampai ke-6. Mereka mungkin adalah landmark budaya paling terkenal di wilayah itu yang menarik banyak peziarah dari berbagai penjuru.

Bukan cuma di wilayah Bamiyan, kota kuno Samangan di tepian Sungai Khulm juga merupakan pusat Buddhis yang penting yang bisa Anda jelajahi. Masa lalu Buddhis masih dapat dilihat dalam bentuk kompleks gua batuan dan stupa yang berdekatan, yang dipahat dari batu.

baca juga

Di sini, terdapat stupa Takht-e-Rostam yang letaknya berada sekitar 3 km dari Samangan di atas bukit. Legenda menyebutkan, bahwa di sinilah raja mitos Persia Rostam menikahi pengantinnya, Tamina. Takht-e-Rostam secara harfiah berarti "takhta Rostam".

Stupa ini dibangun selama masa-masa suram kerajaan Kushan, mungkin antara abad keempat dan kelima. Kekaisaran ini akhirnya musnah di abad kelima oleh invasi Hephthalites, Hun, dan kebangkitan Kekaisaran Gupta di timur.

Tidak seperti stupa Buddha lainnya, salah satu Takht-e Rostam tidak terletak di atas tanah, tetapi diukir di gunung batu, dengan gaya yang menyerupai gereja-gereja monolitik di Ethiopia. Ini mungkin dilakukan untuk menyamarkan biara dan stupa dari penjajah, atau hanya untuk menghindari panas musim panas yang ekstrem.

Stupa ini dipasang oleh Harmika dan dikelilingi oleh parit sedalam 8 meter, dinding bagian dalamnya berisi beberapa gua dan sel monastik untuk meditasi.

Situs Buddhis bersejarah lainnya yang terancam punah adalah pemukiman kuno Mes Aynak, sekitar 40 km dari Kabul. Dari abad ketiga hingga abad kedelapan, Mes Aynak adalah pusat spiritual dengan beberapa kompleks biara Buddha, yang berisi kapel dan bangunan lain yang dilindungi oleh tembok tinggi dan menara pengawas kuno.

Dalam kompleks dan tempat tinggal berbenteng ini para arkeolog telah menemukan ratusan patung Buddha dan stupa tanah liat, serta artefak lainnya termasuk perhiasan emas, fragmen manuskrip kuno, dan dinding yang dihiasi lukisan.

Pemukiman Buddha kuno ini berada di atas salah satu deposit biji tembaga terbesar di dunia. Ada bukti bahwa tembaga ini ditambang di zaman kuno. Itu adalah tembaga yang membuat para biksu di sini menjadi kaya.

"Saya tidak tahu ada situs lain di mana biara-biara hidup berdampingan dalam simbiosis yang sempurna dengan pusat produksi atau industri," kata Zemaryalai Tarzi, seorang arkeolog Afghanistan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jangan Ke Bangkok Dulu: Jatim Punya Buddha Emas

Jangan Ke Bangkok Dulu: Jatim Punya Buddha Emas

Lifestyle | Rabu, 30 Mei 2018 | 08:11 WIB

Mari Saksikan Syahdunya Waisak di 5 Negara ASEAN

Mari Saksikan Syahdunya Waisak di 5 Negara ASEAN

Lifestyle | Senin, 28 Mei 2018 | 16:14 WIB

Jokowi Berharap Trilateral Ulama Berkontribusi untuk Afganistan

Jokowi Berharap Trilateral Ulama Berkontribusi untuk Afganistan

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 11:15 WIB

Terkini

9 Moisturizer untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Bikin Kulit Glowing

9 Moisturizer untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Bikin Kulit Glowing

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:05 WIB

Kisah Ibu Hamil Naik KRL Jam Sibuk: Antara "Misuh-misuh" dan Keajaiban Pin Prioritas

Kisah Ibu Hamil Naik KRL Jam Sibuk: Antara "Misuh-misuh" dan Keajaiban Pin Prioritas

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:05 WIB

Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling

Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:57 WIB

Link CPNS 2026 Viral, Publik Diminta Waspada Penipuan Modus Menyamar Ala BKN

Link CPNS 2026 Viral, Publik Diminta Waspada Penipuan Modus Menyamar Ala BKN

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:44 WIB

Kepuasan Publik ke Prabowo Menurun Tajam, Begini Respons PDIP

Kepuasan Publik ke Prabowo Menurun Tajam, Begini Respons PDIP

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:43 WIB

Kemenhut Siapkan SDM Kehutanan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Kemenhut Siapkan SDM Kehutanan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:33 WIB

Pengamat Cium Aroma Perlawanan Balik Koruptor di Balik Isu Febrie Adriansyah: Corruptor Fights Back

Pengamat Cium Aroma Perlawanan Balik Koruptor di Balik Isu Febrie Adriansyah: Corruptor Fights Back

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:33 WIB

Bentrok Maut di Menteng Diduga Gara-gara Beli Nasi Uduk Tapi Ogah Bayar

Bentrok Maut di Menteng Diduga Gara-gara Beli Nasi Uduk Tapi Ogah Bayar

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:26 WIB

Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai

Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai

Bali | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:21 WIB

5 Weton Paling Sakral dan Sakti, Punya Kekuatan Terpendam Menurut Primbon Jawa

5 Weton Paling Sakral dan Sakti, Punya Kekuatan Terpendam Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:17 WIB

×