Kemenhut Siapkan SDM Kehutanan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Fabiola Febrinastri

Minggu, 26 Juli 2026 | 18:33 WIB
Kemenhut Siapkan SDM Kehutanan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Konsultasi Strategis Penyusunan Kerangka Strategis Nasional Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan Tahun 2025–2045.(Dok: Kemenhut)

Suara.com - Kementerian Kehutanan bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melalui proyek Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT) menggelar Konsultasi Strategis Penyusunan Kerangka Strategis Nasional Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan Tahun 2025–2045.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida di Jakarta, Jumat (24/7/2026), tersebut menjadi bagian penting dalam menyusun arah jangka panjang pengembangan SDM kehutanan yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045 dan agenda transformasi sektor kehutanan.

Agenda konsultasi terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama membahas temuan strategis pengembangan SDM kehutanan menuju 2045, meliputi proyeksi kebutuhan tenaga kerja, hasil wawancara mendalam, tantangan pengembangan kompetensi, serta pembagian peran antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra pembangunan.

Sesi kedua membahas rancangan Kerangka Strategis Nasional, termasuk visi, arah kebijakan, mekanisme koordinasi, tata kelola, dan prioritas implementasi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Transformasi sektor kehutanan telah menghadirkan kebutuhan kompetensi baru, terutama dalam bidang perdagangan karbon, pembiayaan iklim, bioekonomi, jasa lingkungan, restorasi ekosistem, perhutanan sosial, pemanfaatan teknologi digital, dan smart forestry.

Perubahan ini menuntut SDM kehutanan yang tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga mampu bekerja lintas disiplin, memahami dinamika sosial, mengembangkan inovasi, serta beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Hasil analisis awal mengidentifikasi 208 okupasi yang diproyeksikan berkembang di sektor kehutanan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 okupasi masuk dalam kategori keterampilan tinggi dan 17 okupasi telah memiliki standardisasi. Sekitar 70–80 persen jabatan yang diproyeksikan berkembang juga memperoleh konfirmasi kuat dari hasil wawancara dengan para pemangku kepentingan.

Sejumlah kompetensi yang semakin dibutuhkan antara lain spesialis pembiayaan iklim, pengelola sumber daya genetik, spesialis ekonomi sirkular, tenaga agroforestri, spesialis pengembangan masyarakat, pengelola konflik sosial, serta tenaga profesional yang mendukung pengembangan bisnis hijau.

Konsultasi strategis juga mengidentifikasi perlunya penguatan sistem manajemen talenta dan jalur pengembangan karier, baik bagi aparatur sipil negara maupun tenaga nonaparatur. Pengembangan kompetensi perlu diarahkan untuk memperkuat kepemimpinan, kemampuan bisnis kehutanan, penguasaan teknologi, serta kapasitas menghadapi perubahan dan ketidakpastian.

baca juga

Selain itu, keterhubungan antara lembaga pendidikan, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan lembaga sertifikasi perlu terus diperkuat. Informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja harus dapat tersirkulasi dengan baik agar lulusan pendidikan dan pelatihan kehutanan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan di tingkat tapak dan dunia industri.

Kerangka Strategis Nasional juga diarahkan untuk memperkuat regenerasi SDM kehutanan melalui penyediaan jalur masuk bagi talenta muda, pengembangan pendidikan vokasi, peningkatan kualitas pelatihan dan sertifikasi, serta penguatan daya saing SDM kehutanan pada tingkat nasional, ASEAN, dan internasional.

Konsultasi tersebut melibatkan sekitar 50 peserta yang mewakili kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah vokasi kehutanan, lembaga pelatihan dan sertifikasi, dunia usaha, asosiasi, pengelola Kesatuan Pengelolaan Hutan, pendamping perhutanan sosial, serta mitra pembangunan.

Seluruh masukan dan rekomendasi peserta akan menjadi bahan penyempurnaan Kerangka Strategis Nasional Pengembangan SDM Kehutanan Tahun 2025–2045. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan bersama dalam membangun ekosistem pengembangan SDM kehutanan yang terintegrasi, implementatif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan kehutanan hingga tahun 2045.

Melalui kolaborasi multipihak, Kementerian Kehutanan berkomitmen membangun SDM kehutanan yang profesional, adaptif, inovatif, dan mampu mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan sekaligus membuka semakin banyak peluang pekerjaan hijau bagi generasi mendatang. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Askrindo Tegaskan Komitmen Bangun SDM Unggul Lewat Program Mobil Pintar

Askrindo Tegaskan Komitmen Bangun SDM Unggul Lewat Program Mobil Pintar

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:58 WIB

DPR Sahkan UU Kerja Sama Pertahanan, Bidik Alih Teknologi dan Penguatan SDM Militer

DPR Sahkan UU Kerja Sama Pertahanan, Bidik Alih Teknologi dan Penguatan SDM Militer

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:06 WIB

Digitalisasi HR Makin Cepat, Andal Kharisma HCM Hadir dengan AI, Payroll, dan Talent Management

Digitalisasi HR Makin Cepat, Andal Kharisma HCM Hadir dengan AI, Payroll, dan Talent Management

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:29 WIB

PKSS Genjot Inovasi SDM Lewat Digitalisasi

PKSS Genjot Inovasi SDM Lewat Digitalisasi

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:11 WIB

Akses Pendidikan Internasional Hadir di Indramayu, Dorong Kualitas SDM dan IPM

Akses Pendidikan Internasional Hadir di Indramayu, Dorong Kualitas SDM dan IPM

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05 WIB

Fondasi SDM Masa Depan, Kualitas Pendidikan Anak Sejak Dini Jadi Sorotan

Fondasi SDM Masa Depan, Kualitas Pendidikan Anak Sejak Dini Jadi Sorotan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

×