Hapus Kekerasan di Sekolah Melalui Disiplin Positif

Silfa Humairah Utami | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Rabu, 19 September 2018 | 16:42 WIB
Hapus Kekerasan di Sekolah Melalui Disiplin Positif
ilustrasi kekerasan terhadap anak. (ilustrasi)

Suara.com - Tingkat kekerasan terhadap anak sudah sangat mengkhawatirkan, hasil penelitian Plan International dan ICRW tahun 2015 menunjukkan bahwa 84% pelajar di Indonesia pernah mengalami kekerasan di sekolah.

Sedangkan catatan KPAI, 1700-an kasus kekerasan pada anak terjadi setiap tahunnya.

Faktanya, cukup banyak dari kasus kekerasan tersebut dilakukan oleh oknum guru.

Motifnya, menjadikan hukuman yang dibungkus tindak kekerasan sebagai metode pendisiplinan pada siswa.

“Selama ini guru dan orang tua meyakini bahwa penggunaan hukuman baik fisik maupun psikis efektif dalam membentuk perilaku anak atau siswa menjadi disiplin, padahal sebaliknya, anak bisa saja meniru kekerasan tersebut. Itu bisa memicu mereka melakukan kekerasan dalam rumah tangga dikemudian hari,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam keterangan pers yang diterima Suara.com.

Menyikapi masih kerapnya terjadi kekerasan di lingkungan sekolah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Anak bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Berau dan Yayasan Nusantara Sejati, menyelenggarakan Sosialisasi Penerapan Disiplin Positif dalam Mencegah Kekerasan Terhadap Anak.

“Sosialisasi Disiplin Positif ini sangat penting untuk meningkatkan komitmen dan mendorong Kementerian/Lembaga serta masyarakat Kabupaten Berau agar beperan lebih aktif untuk bersama melindungi anak. Sebab, pemenuhan hak anak harus dilakukan secara holistik agar terwujud Anak Indonesia yang terlindungi, sehat fisik dan mental tanpa kekerasan," jelas Menteri Yohana di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur, belum lama ini.

Menteri Yohana menyebutkan ada pendekatan lain yang dapat diterapkan guru dan tenaga pendidik dalam menumbuhkan kedisiplinan pada diri siswa tanpa kekerasan, yakni melalui disiplin positif. Guru mempunyai kewenangan yang cukup besar untuk membentuk anak. Penerapan disiplin positif sebagai budaya mendorong kemampuan anak dalam mengelola perilakunya secara positif dengan membangun nilai kedisiplinan secara mandiri, bukan melalui kekerasan atau hukuman.

"Penting bagi pengawas sekolah, kepala sekolah, komite sekolah dan guru-guru untuk memahami disiplin positif sehingga dapat membangun pembelajaran dan menciptakan lingkungan sekolah tanpa kekerasan, dan penerapannya harus dilakukan secara konsisten. Sebab anak menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah. Jadi melalui sosialisasi ini saya pesan, jangan sampai ada potensi kekerasan terjadi di lingkungan sekolah,” imbuhnya. 

Besar harapan sosialisasi ini dapat mengurangi tingkat kekerasan terhadap anak yang sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga pelajar di Indonesia tidak lagi mengalami kekerasan di sekolah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Yohana : Amankan Perempuan dan Anak dari Kekerasan

Menteri Yohana : Amankan Perempuan dan Anak dari Kekerasan

Lifestyle | Senin, 17 September 2018 | 21:34 WIB

KPPPA Buat Perlindungan Khusus Perempuan & Anak Korban Kekerasan

KPPPA Buat Perlindungan Khusus Perempuan & Anak Korban Kekerasan

Health | Jum'at, 14 September 2018 | 20:21 WIB

Guru Nyolong Perhiasan Muridnya untuk Bayar Utang

Guru Nyolong Perhiasan Muridnya untuk Bayar Utang

News | Jum'at, 14 September 2018 | 06:00 WIB

Terkini

Jurus Pengelola Daycare Little Aresha Tutupi Kekejaman: Tutur Manis hingga Topeng Agamis

Jurus Pengelola Daycare Little Aresha Tutupi Kekejaman: Tutur Manis hingga Topeng Agamis

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 16:18 WIB

Sebelum Dipakai, Parfum Perlu Dikocok atau Tidak? Ini Faktanya agar Tak Keliru

Sebelum Dipakai, Parfum Perlu Dikocok atau Tidak? Ini Faktanya agar Tak Keliru

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 16:05 WIB

Promo Superindo Hari Ini 1 Mei 2026, Daging dan Buah Segar Dibanderol Harga Miring

Promo Superindo Hari Ini 1 Mei 2026, Daging dan Buah Segar Dibanderol Harga Miring

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 16:00 WIB

Berapa Harga Sunscreen Scora? Ini Keunggulan dan Manfaatnya untuk Kulit

Berapa Harga Sunscreen Scora? Ini Keunggulan dan Manfaatnya untuk Kulit

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 15:05 WIB

Pakai Scrub Badan Dulu atau Sabun Dulu? Ini Urutan yang Benar dan 5 Pilihan Terbaiknya

Pakai Scrub Badan Dulu atau Sabun Dulu? Ini Urutan yang Benar dan 5 Pilihan Terbaiknya

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:05 WIB

Berapa Harga Sunscreen Wardah SPF 50? Ini Rincian 6 Produknya dengan Perlindungan Maksimal

Berapa Harga Sunscreen Wardah SPF 50? Ini Rincian 6 Produknya dengan Perlindungan Maksimal

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:54 WIB

Hukum Pakai Nama Suami di Belakang Nama Istri, Apakah Boleh dalam Islam?

Hukum Pakai Nama Suami di Belakang Nama Istri, Apakah Boleh dalam Islam?

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:46 WIB

Apa Perbedaan Tinted Sunscreen dan Sunscreen Biasa? Ini Kelebihan vs Kekurangannya

Apa Perbedaan Tinted Sunscreen dan Sunscreen Biasa? Ini Kelebihan vs Kekurangannya

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:35 WIB

Bukan Sekadar Lari: Mengapa Perempuan Perlu Mulai Bergerak Sekarang demi Diri Sendiri

Bukan Sekadar Lari: Mengapa Perempuan Perlu Mulai Bergerak Sekarang demi Diri Sendiri

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:16 WIB

Body Lotion SPF 50 Apa yang Bagus? Cek 5 Rekomendasi untuk Lindungi Kulit saat Panas

Body Lotion SPF 50 Apa yang Bagus? Cek 5 Rekomendasi untuk Lindungi Kulit saat Panas

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:10 WIB