Bedah Plastik Ini Memiliki Risiko Kematian Tertinggi

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 10 Oktober 2018 | 16:39 WIB
Bedah Plastik Ini Memiliki Risiko Kematian Tertinggi

Suara.com - Bentuk tubuh sempurna tentu jadi impian semua perempuan. Dan, pada beberapa perempuan, mereka seolah tak ingin 'pasrah' pada ketidaksempurnaan. Pilihan paling mudah dan cepat, ya dengan cara bedah plastik. Hampir semua bagian tubuh bisa diubah dengan bedah plastik ini, mulai dari wajah, payudara, perut, hingga bokong. Nah, yang terakhir ini, ternyata berisiko menyebabkan kematian.

Bokong padat dan kencang memang tampaknya sangat diidamkan oleh banyak perempuan masa kini. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya angka operasi pengencangan bokong, terutama jenis Brazilian Butt Lift (BBL), hingga dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Namun, tahukah Anda kalau operasi pengencangan bokong ini ternyata berisiko tinggi menyebabkan kematian? Dikatakan American Society of Plastic Surgeons seperti dilansir dari The Independent, operasi pengencangan bokong memiliki tingkat kematian tertinggi dari semua prosedur estetika yang ada.

Sebagian orang melakukan operasi ini untuk alasan estetika, tetapi tak sedikit juga yang melakukannya karena alasan serius, seperti pascakehilangan banyak berat badan dan cacat serius setelah trauma panggul.

Prosedur BBL ini sendiri melibatkan pengambilan lemak dari area tubuh yang tidak diinginkan dan memindahkannya ke bokong untuk memperbesar ukurannya.

Untuk meningkatkan angka keberhasilan, cangkok lemak membutuhkan nutrisi yang harus disuntikkan ke jaringan yang memiliki suplai darah. Lemak dapat bertahan jika disuntikkan ke lemak lain, tetapi sekitar 90 persen dari lemak tersebut dapat terserap. Lemak memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertahan di tempat yang dituju jika disuntikkan ke dalam otot - tetapi di sinilah letak risikonya.

Menyuntikkan lemak ke bokong dapat menyebabkan masalah serius jika prosedurnya salah. Bisa saja terjadi emboli lemak - ketika lemak memasuki aliran darah dan memblokir pembuluh darah. Di paru-paru, misalnya, lemak bisa menghalangi oksigen memasuki aliran darah, sementara di otak bisa menyebabkan stroke. Kedua kasus tersebut bisa berakibat fatal.

Volume lemak juga penting. Kebanyakan ahli bedah menganggap 300 ml - sekitar seukuran sekaleng soda - adalah jumlah yang aman. Namun, beberapa ahli bedah yang lebih berpengalaman menggunakan volume lemak yang jauh lebih besar, bahkan hingga berliter-liter.

Lalu, apa yang menyebabkan tingkat kematian dalam operasi pengencangan bokong sangat tinggi? Sebuah survei tahun 2017 terhadap 692 ahli bedah dari seluruh dunia menyelidiki tingkat kematian pada pasien yang menjalani BBL. Sepanjang karier mereka, para ahli bedah melaporkan 32 kasus kematian akibat emboli lemak dan 103 kasus non-fatal, meski faktanya mungkin saja masih kasus lain yang tidak dilaporkan.

Emboli lemak baru-baru ini diidentifikasi sebagai penyebab utama kematian dalam operasi estetika. Perkiraan tingkat kematian akibat emboli lemak mungkin satu dari 3.000 kasus untuk BBL.

Sebuah studi tahun 2015 mengenai kematian akibat operasi BBL menyimpulkan bahwa hal ini mungkin terjadi sebagai akibat dari pembuluh darah gluteal yang rusak selama prosedur, dan memungkinkan lemak masuk ke aliran darah.

Nah, setelah mengetahui betapa besar risiko di balik bedah plastik yang satu ini, sepadankah dengan manfaat yang didapat? Dalam kasus operasi pengencangan bokong jenis BBL, risikonya sepertinya lebih besar daripada manfaat yang didapat. BBL yang dipopulerkan oleh Kim Kardashian ini tampaknya membuat banyak kaum perempuan menjadi terobsesi pada bentuk bokong yang penuh dan bulat layaknya perempuan Brazil tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Punya Perut Rata seperti Gigi Hadid, Begini Caranya

Ingin Punya Perut Rata seperti Gigi Hadid, Begini Caranya

Lifestyle | Selasa, 09 Oktober 2018 | 20:00 WIB

Ratna Sarumpaet Bayar Oplas Pakai Rekening Donasi Danau Toba

Ratna Sarumpaet Bayar Oplas Pakai Rekening Donasi Danau Toba

News | Minggu, 07 Oktober 2018 | 21:45 WIB

Ingin Jadi Seksi, 2 Perempuan Malah Tewas Karena Oplas Bokong

Ingin Jadi Seksi, 2 Perempuan Malah Tewas Karena Oplas Bokong

Health | Kamis, 04 Oktober 2018 | 22:00 WIB

Terkini

Waspada Siklon dan Ancaman Penyakit! Hantavirus Mengintai, Diabetes Tipe 2 Ancam Anak Muda

Waspada Siklon dan Ancaman Penyakit! Hantavirus Mengintai, Diabetes Tipe 2 Ancam Anak Muda

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:05 WIB

Apa Saja yang Dilakukan saat Hari Raya Waisak? Mengenal Hari Tri Suci Umat Buddha

Apa Saja yang Dilakukan saat Hari Raya Waisak? Mengenal Hari Tri Suci Umat Buddha

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:25 WIB

Di Tengah Tren Kerja Remote, Komunitas WFC Journal Jadi Ruang Baru untuk Merasa Tidak Sendirian

Di Tengah Tren Kerja Remote, Komunitas WFC Journal Jadi Ruang Baru untuk Merasa Tidak Sendirian

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:15 WIB

5 Amalan dan Bacaan Doa di Hari Tasyrik yang Dianjurkan setelah Iduladha

5 Amalan dan Bacaan Doa di Hari Tasyrik yang Dianjurkan setelah Iduladha

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:47 WIB

Puasa Setelah Idul Adha Kapan Lagi? Ini Alasan Kenapa Kita Dilarang Berpuasa

Puasa Setelah Idul Adha Kapan Lagi? Ini Alasan Kenapa Kita Dilarang Berpuasa

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:45 WIB

Apakah Hari Ini Boleh Puasa? Ini Penjelasan Hari Tasyrik setelah Iduladha

Apakah Hari Ini Boleh Puasa? Ini Penjelasan Hari Tasyrik setelah Iduladha

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:35 WIB

10 Makanan untuk Menurunkan Kolesterol setelah Makan Daging Kurban

10 Makanan untuk Menurunkan Kolesterol setelah Makan Daging Kurban

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:33 WIB

Loose Powder Diaplikasikan dengan Apa? Ini Rahasia Makeup Lebih Halus dan Tahan Lama

Loose Powder Diaplikasikan dengan Apa? Ini Rahasia Makeup Lebih Halus dan Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:29 WIB

Apa Larangan pada Hari Tasyrik? Ini Amalan yang Dianjurkan

Apa Larangan pada Hari Tasyrik? Ini Amalan yang Dianjurkan

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10 WIB

10 Cara Olah Daging Kambing Kurban Agar Empuk dan Tidak Bau Prengus

10 Cara Olah Daging Kambing Kurban Agar Empuk dan Tidak Bau Prengus

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:36 WIB