Kesekian Kalinya, Ras Muhammad Siap Hebohkan Festival Keerom

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 09 November 2018 | 15:00 WIB
Kesekian Kalinya, Ras Muhammad Siap Hebohkan Festival Keerom
Crossborder Festival Keerom 2018. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Untuk kesekian kalinya, penyanyi reggae, Ras Muhammad, akan tampil di Papua. Kali iniakan tampil di Crossborder Festival Keerom 2018.

Sebelumnya, ia pernah membuat hangat crossborder Skouw, Papua.

Crossborder Festival Keerom adalah event yang digulirkan Kementerian Pariwisata. Festival ini akan dihelat 15-17 November 2018, pukul 10.00-16.30 WIT, di Lapangan Sepakbola Swakarsa, Keerom, Papua.

Ras Muhammad dijadikan sebagai bintang tamu, karena mampu menarik massa di perbatasan.

“Musik reggae sangat digandrungi di Papua, begitu pun dengan Ras Muhammad. Figur musisi reggae terbaik. Kehadirannya selalu dinantikan masyarakat, baik lokal maupun mancanegara,” ungkap Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani, Rabu (7/11/2018).

Ras Muhammad adalah magnet terbaik penarik wisatawan di Papua. Hal ini sudah dibuktikan berulang kali di Festival Crossborder Skouw 2018 pada 7-9 Agustus silam.

Event ini sukses besar, sebab kehadirannya mampu menarik 4 ribu 5 ribu wisatawan Papua Nugini. Atas dasar ini pula, Festival Crossborder Skouw 2018 digelar kembali pada 25-27 Oktober.

“Pasar di sana sudah jelas. Mereka penikmat musik reggae. Makanya optimalisasi penampilan selalu diberikan, sehingga feedback yang muncul juga sangat positif,” terangnya.

Mengulang sukses di Skouw, format serupa ditampilkan di Crossborder Festival Keerom. Dengan tema "Satu dalam Keberagaman", Ras Muhammad tetap ditempatkan sebagai trigger.

baca juga

Slot lainnya diisi musisi lokal Dave Solution. Band ini memiliki basic massa yang besar. Kolaborasi ini pun disempurnakan oleh Mixmate Band asal Papua Nugini.

“Formulasi ini sangat paten. Beberapa kali diujicobakan, hasilnya sangat positif dan memuaskan. Yang jelas, ada banyak kemeriahan yang ditawarkan dalam event ini. Jadi, jangan sampai Crossborder Festival Keerom terbaik ini terlewatkan begitu saja,” ujar Giri Adnyani lagi.

Memberikan banyak pilihan, konsep pesta reggae ini akan dikolaborasikan dengan konten lain. Ada tari tradisional hingga bazaar. Kaya dengan budaya, Keerom ini memiliki banyak tarian unik. Sebut saja, ada Tari Cenderawasih.

Tarian ini melegenda berasal dari Kampung Ampas, Distrik Waris. Keerom juga memiliki kekayaan berupa Poksom.

Selain budaya, Keerom juga penghasil beragam hasil kerajinan tangan. Beberapa prodak diantaranya, tas dengan bahan baku kulit kayu.  Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata, Ricky Fauziyani, menjelaskan, potensi besar dimiliki Keerom. Posisinya sangat strategis dengan berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

“Optimalisasi kunjungan wisman harus dilakukan melalui Keerom. Wilayah ini sangat strategis, karena berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Dengan digelarnya Crossborder Festival Keerom, maka akan ada perubahan besar dari arus kunjungan wisman. Artinya, potensi ekonominya juga ikut besar,” tutur Ricky.

Secara geografis, Keerom berluas 9.365 km2. Kabupaten ini terbagi dalam 11 distrik, dan 5 distrik diantaranya berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini.

Distrik itu adalah, Arso Timur, Towe, Senggi, Waris, dan Web. Keerom juga satu dari beberapa kabupaten yang bersinggungan langsung dengan Papua Nugini. Selain Keerom, ada Kota Jayapura, Pegunungan Bintang, dan Merauke.

“Keerom memiliki posisi yang strategis. Kami yakin, jumlah wisatawan Papua Nugini akan banyak yang menyeberang ke Keerom dengan sajian musik reggae. Ini akan jadi kesuksesan menarik wisman berikutnya dari Papua,” katanya lagi.

Optimalisasi potensi crossborder untuk mendulang wisman pun diapresiasi oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Menteri yang sukses membawa Kemenpar No. 1 dan jadi #TheBestMinistryOfTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok ini menuturkan, formulasi terbaik menarik kunjungan wisman ini harus diberikan, namun inovasi dan penyegaran kemasan harus diberikan.

“Konsep musik reggae ini terbukti efektif untuk menarik perhatian wisatawan Papua Nugini. Kami pun selalu mengingatkan, kemasan fresh harus diberikan. Harapannya, agar wisatawan tidak bosan. Yang jelas, experience terbaik harus diberikan bagi wisatawan,” tutupnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buku Reggae Jadi Bukti Hasutan? Polisi Sita 'Negeri Pelangi' dari Kamar Delpedro

Buku Reggae Jadi Bukti Hasutan? Polisi Sita 'Negeri Pelangi' dari Kamar Delpedro

News | Jum'at, 05 September 2025 | 17:10 WIB

Terkini

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

×