10 November, Kala Bung Tomo Beri Inggris Neraka di Surabaya

Ade Indra Kusuma

Sabtu, 10 November 2018 | 13:19 WIB
10 November, Kala Bung Tomo Beri Inggris Neraka di Surabaya
Bung Tomo [wikipedia]

Suara.com - Inggris adalah salah satu negara militer terkuat dari abad sebelum masehi. Saat zaman menggunakan pedang pun Inggris diakui sebagai negara terkuat di eropa, ratu Inggris dari abad ke abad adalah kekuatan paling besar Inggris, Namun peristiwa 10 November di Surabaya memberi bukti, jika rakyat Surabaya, masuk dalam list catatan sejarah sebagai musuh terberat bagi Inggris

Perang 10 November dilakukan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Peristiwa ini 10 November tercatat juga sebagai pertempuran terberat sepanjang sejarah dalam Revolusi Nasional Indonesia.

Seperti apa sejarah pertempuran 10 November 1945? Berikut Suara.com kutip dari berbagai sumber.

Mayor Jenderal Robert Mansergh (tentara Inggris) menggantikan kedudukan Brigadir Jenderal Mallaby yang telah meninggal karena peristiwa baku tembak di Surabaya pada 30 Oktober 1945. Mayor Jenderal Robert Mansergh mengultimatum warga Surabaya untuk menyerah kepada Inggris, dan menyerahkan senjata. Namun ultimatum itu dianggap penghinaan oleh arek-arek Suroboyo

Inggris memberi ultimatum kepada pejuang dan pimpinan rakyat Indonesia lewat waktu yang telah ditentukan, yaitu pukul 06.00 pagi, tanggal 10 November 1945. Di sinilah perang terbesar di Indonesia dimulai.

TKR ( Tentara keamanan Rakyat) Indonesia menolak dengan tegas ultimatum diajukan oleh Mayor Jenderal Robert Mansergh, karena ultimatum tersebut dianggap sebagai penghinaan dan pelecehan terhadap Republik Indonesia. Usai batas ultimatum yang ditentukan telah berakhir, tentara Inggris meluncurkan berbagai serangan melalui darat, laut, dan udara. . 

Dengan serangan besar-besaran tersebut, tentara Inggris mengira bahwa Surabaya akan takluk dalam waktu tiga hari. Namun, di bawah pimpinan Bung Tomo, Indonesia tidak gentar melawan tentara Inggris. Semangat juang anak muda Indonesia menjadi makin tinggi karena pengaruh Bung Tomo. Bukan hanya anak muda, tapi juga berbagai kalangan masyarakat, hingga kiyai turut turun tangan menghadapi tentara Inggris. Pertempuran pun redam dalam waktu tiga minggu, meskipun Surabaya disebut harus mengorbankan sampai 16 ribu pejuang, dan 200 ribu rakyat sipil mengungsi dari Surabaya.

Para pejuang Surabaya akhirnya meninggalkan Gunungsari dan Waru pada akhir November 1945. Mereka terus melakukan perlawanan-perlawanan kecil di daerah Gedangan dan Krian.

Desember 1945 itu pula, tidak ada lagi pemerintahan Indonesia di Surabaya. AMACAB (Allied Military Administration Civil Affairs Brach) menguasai kota itu hingga misi Sekutu Inggris selesai.

baca juga

Surabaya pun diserahkan oleh Inggris kepada pemerintah Belanda hingga tahun 1950, dan berakhir ketika terbentuk Negara Jawa Timur (menjadi ibu kota Negara) lalu kembali lagi ke Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadi ibu kota provinsi Jawa Timur.

Seperti apa pengaruh Bung Tomo dalam membakar semangat para pejuang?

Berikut pidato lengkap Bung Tomo tersebut:

NEXT

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Keluarkan Pistol dari Tas, Ridwan Kamil Malah Ketawa

Jokowi Keluarkan Pistol dari Tas, Ridwan Kamil Malah Ketawa

News | Sabtu, 10 November 2018 | 12:53 WIB

Alasan Jokowi Kenakan Baju Pejuang di Hari Pahlawan

Alasan Jokowi Kenakan Baju Pejuang di Hari Pahlawan

News | Sabtu, 10 November 2018 | 12:29 WIB

Risma Sesalkan Acara Surabaya Membara Tak Ada Koordinasi

Risma Sesalkan Acara Surabaya Membara Tak Ada Koordinasi

News | Sabtu, 10 November 2018 | 12:10 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×