Bawomataluo, Tempat Lahir Pelompat Batu Nias

MN Yunita

Rabu, 21 November 2018 | 18:00 WIB
Bawomataluo, Tempat Lahir Pelompat Batu Nias
Anak-anak di Desa Bawomataluo mengasah kemampuan sebelum melakukan Lompat Batu. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Tak banyak orang yang mungkin tahu mengenai Desa Bawomataluo. Namun siapa sangka jika desa ini ternyata merupakan asal dari para pelompat batu handal Kepulauan Nias.

Secara administrasi, Desa Bawomataluo berada di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Dari Kota Teluk Dalam, desa ini bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam dengan menggunakan mobil.

Desa kecil ini sangat padat. Lebih dari 2000 jiwa tinggal disana dengan jumlah 300 kepala keluarga. Tak heran jika dalam satu rumah terdapat sekitar dua hingga tiga keluarga.

Desa ini punya sejarah panjang karena sudah ada sejak 250 tahun yang lalu. Hingga kini masyarakatnya masih mempertahankan keaslian bangunan adat mereka.

Kini Bawomataluo berstatus sebagai desa wisata. Bahkan, desa ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Sertifikat sebagai Cagar Budaya Nasional diserahkan perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Minggu (19/11/2018).

“Kita tentu sangat bangga dengan pencapaian status cagar budaya untuk Desa Buwomataluo. Sebab desa ini memiliki sejarah yang sangat panjang  dan sangat menjaga kelestarian budayanya,” kata Wakil Bupati Nias Selatan, Sozadolo Nduru.

Tak heran jika Desa Buwomataluo masuk menjadi salah satu sub event dari Ya’ahowu Nias Festival 2018, yakni One Day in Bawomataluo.

Di desa ini, anak-anak dari berbagai usia belajar menjadi ‘prajurit’ yang akan melakukan Fahombo Batu alias Lompat Batu. Anak-anak di usia 10 tahun ke bawah, dilatih dengan media bambu dan terus diasah kemampuan lompatnya.

Sedangkan anak di atas 10 tahun atau jika telah telah berhasil mencapai level yang diinginkan, akan melakukan simulasi Fahombo Batu dengan papan yang dibuat menyerupai batu. Ini tahap terakhir sebelum mereka bisa dilepas sebagai pelompat batu.

baca juga

Tidak hanya Fahombo Batu yang disajikan Desa Bawomataluo. Mereka juga punya acara bernama Famadaya Harimao yang biasanya dilakukan setiap tujuh tahun sekali.

Kegiatannya berupa mengarak replika harimau menggunakan kayu besar dengan iringan para penari perang dalam jumlah besar.

Famadaya Harimao, arak-arakan replika harimau yang biasanya dilakukan setiap tujuh tahun sekali. (Dok: Kemenpar)
Famadaya Harimao, arak-arakan replika harimau yang biasanya dilakukan setiap tujuh tahun sekali. (Dok: Kemenpar)

Atraksi tari perang yang dibawakan orang-orang dewasa menjadi aksi yang juga di gelar di Desa Bawomataluo. Tarian ini juga dibawakan kolosal, lengkap dengan pakaian kebesaran Nias serta beragam atribut prajuritnya yang dikenal sangat berani.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerin Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani berharap nilai-nilai tradisi Desa Bawomataluo tidak luntur.

“Semua ini harus dipertahankan. Jika kita ingin Desa Bawomataluo menjadi cagar budaya internasional, pertahankan keaslian ini baik bangunan maupun budayanya. Kita sangat mendukung, karena desa ini adalah juga bagian dari kekayaan budaya nusantara,” ungkap Giri.

Dukungan juga diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ia menjelaskan Desa Bawomataluo harus tetap menjaga keaslian dan tradisi masyarakatnya.

“Sekarang tradisi dan budaya yang telah mereka pertahankan selama ratusan tahun menjadi satu atraksi pariwisata yang gaungnya terdengar hingga mancanegara,” paparnya.

Arief menambahkan, hal ini sesuai dengan prinsip yang selalu ia tanamkan, “Budaya itu semakin dilestarikan semakin menghasilkan. Semakin punya nilai jual dan Desa Bawomataluo sudah membuktikannya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×