Orang Dewasa Tak Boleh Mandi Pakai Sabun Bayi, Ini Alasannya

Silfa Humairah Utami

Jum'at, 23 November 2018 | 07:15 WIB
Orang Dewasa Tak Boleh Mandi Pakai Sabun Bayi, Ini Alasannya
Ilustrasi perempuan mandi dengan sabun bayi untuk perawata tubuh ternyata tidak baik. (Shutterstock)

Suara.com - Pemilik kulit sensitif harus ekstra hati-hati dalam menggunakan produk perawatan tubuh yang tepat untuk mandi, sebab kulit sensitif rentan meradang, kering, bahkan gatal-gatal jika sembarangan merawatnya.

Mungkin itu kenapa kebanyakan orang lebih memilih untuk memakai sabun bayi daripada sabun biasa. Menurut mereka, kandungan sabun bayi lembut alami dan tidak neko-neko sehingga aman untuk kulit sensitif.

Sabun bayi sengaja dibuat khusus untuk merawat kulit bayi yang memang lebih sensitif daripada kulit orang dewasa. Kulit bayi yang kering dan sensitif membuatnya sangat rentan terkena gangguan kulit seperti ruam gatal eksim dan iritasi.

Tujuan utama sabun bayi adalah untuk mempertahankan kelembapan alami kulit bayi, menjaga kulitnya tetap sehat, mencegah iritasi atau alergi, serta memperbaiki tekstur kulit bayi agar lebih lembut dan fleksibel dilansir Hello Sehat.

Dilihat sekilas, Anda mungkin lantas bertanya-tanya kenapa orang dewasa tidak boleh pakai sabun bayi untuk merawat kulit sensitif. Padahal, tujuan utamanya sama saja, kok; untuk mempertahankan kelembapan kulit dan mencegah iritasi.

“Ini yang kadang suka disalahartikan oleh masyarakat. Kita tahunya produk bayi itu mild, sehingga orang dewasa yang punya masalah kulit mandi dengan sabun bayi karena tidak ingin memperburuknya,” tutur Dr. Srie Prihianti Sp.KK, dokter spesialis kulit anak (dermatologi anak) ketika diwawancarai oleh tim Hello Sehat di kawasan Mega Kuningan, Senin (5/11).

Namun kenyataannya, struktur kulit orang dewasa berbeda jauh dengan struktur asli kulit bayi.

Dokter Yanti menambahkan, produk bayi memang sengaja didesain mild demi memfasilitasi kondisi kulitnya yang memang rapuh.

“Dibandingkan kulit orang dewasa, kulit bayi jauh lebih tipis sehingga cenderung lebih sensitif terhadap segala perubahan yang terjadi di sekitarnya,” ungkap dr Yanti, panggilan akrabnya.

baca juga

Ini karena struktur ikatan sel pembentuk jaringan kulit bayi saat baru lahir masih longgar. Alhasil, segala partikel asing apa pun yang ada di udara sekitar atau bahan kimia dari suatu produk perawatan tubuh bisa mudah masuk dan mengiritasi kulitnya. Ditambah lagi, sistem perlindungan kulit bayi juga belum terbentuk sempurna untuk melawan zat-zat asing yang masuk tersebut.

Sementara kulit orang dewasa telah melalui berbagai perubahan besar yang dapat mengubah kondisi asli kulitnya. Misalnya kelenjar minyak yang sudah berfungsi dengan baik. Paparan stres, sinar matahari, hingga polusi dan debu lingkungan luar juga ikut andil dalam “mendewasakan” struktur kulit manusia seiring waktu.

Perbedaan kondisi kulit inilah yang membuat formula sabun bayi nyatanya tidak cocok dan efektif untuk dipakai orang dewasa meski berkulit sensitif sekalipun. Pasalnya, apa yang membuat kulit Anda sensitif sama sekali berbeda dengan penyebab kulit sensitif bayi.

Selain itu, formula sabun bayi juga dianggap tidak cukup kuat untuk membersihkan kulit orang dewasa yang sudah langganan terpapar debu dan polusi.

Daripada pakai sabun bayi yang belum tentu efektif buat kulit orang dewasa, gunakanlah sabun mandi yang kandungannya alami. Carilah sabun yang komposisinya mengandung lidah buaya, cocoa butter, vitamin E, atau chamomile. Bahan-bahan alami tersebut diketahui dapat memberikan efek melembapkan dan menenangkan bagi kulit.

Dokter Yanti juga menyarankan pemilk kulit sensitif untuk mengindari sabun yang mengandung bahan antibakteri atau antiseptik karena membuat struktur lipid (lemak alami pada lapisan kulit teratas) ikut terangkat. Akibatnya, kulit Anda jadi semakin mengering.

Pastikan juga Anda yang berkulit sensitif menggunakan sabun tanpa pewangi dan pewarna, tapi memiliki kadar pH yang seimbang untuk perawatan tubuh saat mandi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Virus Hasil Rekayasa Genetik Dipersiapkan Sebagai Terapi Kanker

Virus Hasil Rekayasa Genetik Dipersiapkan Sebagai Terapi Kanker

Health | Rabu, 21 November 2018 | 11:30 WIB

Bukan Cuma Cuaca Dingin, Hal Ini Juga Bisa Sebabkan Hipotermia

Bukan Cuma Cuaca Dingin, Hal Ini Juga Bisa Sebabkan Hipotermia

Health | Selasa, 20 November 2018 | 10:58 WIB

Cobain, Ritual Perawatan Kulit Cantik Ala Tasya Farasya

Cobain, Ritual Perawatan Kulit Cantik Ala Tasya Farasya

Lifestyle | Jum'at, 16 November 2018 | 19:30 WIB

Terkini

Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:10 WIB

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:43 WIB

Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian

Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:30 WIB

Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum

Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:46 WIB

Healing Maksimal di Negeri Naga Guntur: 5 Pengalaman Wellness di Bhutan yang Wajib Dicoba

Healing Maksimal di Negeri Naga Guntur: 5 Pengalaman Wellness di Bhutan yang Wajib Dicoba

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:30 WIB

Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?

Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:05 WIB

5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia

5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:30 WIB

Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion

Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:27 WIB

Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN

Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya

Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:15 WIB