Bukan Cuma Cuaca Dingin, Hal Ini Juga Bisa Sebabkan Hipotermia

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Selasa, 20 November 2018 | 10:58 WIB
Bukan Cuma Cuaca Dingin, Hal Ini Juga Bisa Sebabkan Hipotermia
Ilustrasi hipotermia. (Shutterstock)

Suara.com - Hipotermia tidak hanya bisa berdampak bagi Anda yang kedinginan karena terjebak di badai salju, karena beraktivitas di iklim tropis sekalipun juga bisa menyebabkan hipotermia.

Hipotermia adalah istilah untuk menggambarkan penurunan suhu tubuh secara drastis dan cepat. Suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37,5º Celsius, tapi hipotermia bisa menurunkan suhu tubuh hingga jauh di bawah 35º Celsius dilansir Hello Sehat.

Hipotermia terjadi akibat tubuh gagal untuk menghangatkan diri sendiri karena perubahan suhunya terjadi sangat cepat. Normalnya, tubuh akan menggigil begitu mulai merasa kedinginan. Selanjutnya tubuh akan membakar lemak untuk menghasilkan panas supaya menjaga suhu inti tetap normal.

Namun ketika Anda terus-terusan terpapar dingin, mekanisme penghangatan diri ini tidak bisa bekerja dengan baik karena panas yang dihasilkan tidak akan mencukupi. Alhasil, muncullah berbagai gejala hipotermia.

Hipotermia adalah keadaan darurat medis yang perlu segera ditangani agar tidak berakibat fatal. Ketika suhu tubuh menurun drastis, kerja jantung, sistem saraf, dan organ akan perlahan mulai gagal berfungsi secara perlahan. Tanpa perawatan, hipotermia dapat menyebabkan gagal jantung dan gagal paru yang berakhir dengan kematian.

Penyebab hipotermia yang paling utama adalah paparan udara atau air dingin. Berbagai hal penyebab hipotermia lainnya yang mungkin terjadi seperti dilansir dari Very Well, antara lain:

1. Berendam di air dingin

Berendam air dingin dalam waktu cukup lama bisa menyebabkan hipotermia. Dinginnya air akan menghilangkan panas yang dihasilkan tubuh, bahkan 25 kali lebih cepat dibanding dengan udara dingin.

Anda juga bisa mengalami hipotermia jika berenang terlalu lama atau terus-terusan memakai baju yang basah oleh keringat setelah olahraga.

2. Terpapar udara dingin

Hipotermia adalah ancaman utama bagi para pendaki gunung, yang seringnya disepelekan. Semakin tinggi Anda mendaki, suhu lingkungan akan semakin turun dan juga semakin berangin. Angin dingin bukan hanya membuat Anda menggigil, tapi juga lama-lama mengurangi suhu tubuh.

Jika udara dingin disertai hujan terjadi saat Anda naik gunung, kombinasi keduanya membuat risiko Anda terkena hipotermia lebih besar.

3. Operasi
Hipotermia tidak selalu disebabkan oleh cuaca sekitar, tapi juga ketika Anda mendapatkan perawatan medis seperti pembedahan terutama bedah mayor.

Standar suhu ruangan operasi bisa berkisar 19–24ºC dengan kelembaban yang cukup rendah (45–60 persen). Artinya, ruangan operasi itu sangat dingin dan kering. Ditambah lagi Anda akan selalu dalam keadaan tidak sadar dan telanjang (hanya dilapis gaun operasi) selama waktu pembedahan. Hal ini dapat menghambat mekanisme tubuh untuk menghangatkan diri.

Selain itu, kulit yang seharusnya menjadi lapisan penjaga panas di dalam tubuh akan disayat dan dibuka, akibatnya, udara dingin saat cuaca sedang buruk dapat masuk mengenai organ-organ internal tubuh dan terjadilah hipotermia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi : Obesitas Bikin Anak Malas Belajar

Studi : Obesitas Bikin Anak Malas Belajar

Health | Kamis, 15 November 2018 | 10:09 WIB

Jeruk Limau Bisa Turunkan Berat Badan Hingga Cegah Kanker

Jeruk Limau Bisa Turunkan Berat Badan Hingga Cegah Kanker

Lifestyle | Selasa, 06 November 2018 | 18:30 WIB

BMKG: Waspadai Intensitas Hujan Tinggi Sepekan ke Depan

BMKG: Waspadai Intensitas Hujan Tinggi Sepekan ke Depan

Tekno | Senin, 05 November 2018 | 19:23 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB