Cina Punya Ruang Amarah, Cocok untuk Lampiaskan Kekesalan

Vania Rossa, Firsta Nodia

Selasa, 15 Januari 2019 | 10:51 WIB
Cina Punya Ruang Amarah, Cocok untuk Lampiaskan Kekesalan
Ruang Amarah di Cina. (NYPost)

Suara.com - Kekesalan, kemarahan, dan kekecewaaan merupakan hal yang mungkin dialami setiap orang dalam hidup. Di saat seperti ini, ingin rasanya untuk melampiaskan kekesalan pada hal-hal yang telah membuat kita marah dan kecewa. Tapi tentu saja tidak semudah itu.

Di Cina, Anda bisa menemukan ruang amarah, di mana Anda bisa bebas melampiaskan kekesalan Anda sepuasnya. Ruang amarah ini dinamai Smash. Di dalam ruang amarah ini terdapat barang-barang yang bisa Anda pukul dengan palu untuk melampiaskan kekesalan.

Untuk melampiaskan kemarahan di Smash ini, Anda harus siap merogoh kocek 158 yuan atau sekitar Rp 323 ribu selama 30 menit. Dengan uang segitu, Anda bisa masuk ke dalam ruangh amarah dengan alat pelindung tubuh, serta mendapatkan palu dan masker untuk melindungi wajah. Di dalam nanti, Anda juga akan diberi beberapa musik pilihan agar semakin menjiwai kemarahan yang dialami.

Qiu, seorang siswa sekolah menengah 16 tahun di Beijing, mengatakan bahwa dia ada di sana untuk melampiaskan kemarahan tentang sekolah.

"Rasanya sangat enak ketika aku menghancurkan botol-botol itu dan menyaksikannya meledak," katanya seperti dikutip dari laman Nypost.

Sejak usaha itu dibuka pada September, pelanggan telah menghancurkan sekitar 15.000 botol setiap bulan, kata Jin Meng, 25 tahun, salah satu pendiri Smash.

Jin Meng mengaku bahwa pendirian Smash tidak dimaksudkan untuk mendukung kekerasan. Justru katanya, Smash bertujuan untuk membantu orang menghadapi tekanan hidup di kota-kota besar seperti Beijing. Pelanggan lain, Liu Chao, 32, tampak santai dan senang setelah sesi itu.

"Jika Anda memiliki uang, Anda dapat menghancurkan apa pun - menghancurkan beberapa TV, komputer, botol, furnitur, boneka, tetapi satu-satunya hal yang tidak dapat Anda lakukan adalah menghancurkan seseorang," kata Liu.

Selain di Beijing, usaha serupa juga sudah ada di negara lain, termasuk Amerika Serikat. Jin mengatakan bahwa sekitar 600 orang mengunjungi Smash setiap bulan.

baca juga

"Seorang perempuan membawa semua foto pernikahannya ke sini, dan dia menghancurkan semuanya. Kami juga mempersilakan orang untuk membawa barang-barang mereka sendiri," kata Jin.

Menurut Jin, dengan adanya Smash, banyak pelanggannya yang terbantu dalam menyalurkan emosi negatif. Hal ini akan membuat perasaan mereka menjadi lebih lega dan bisa melupakan emosi negatifnya. Bagaimana menurut Anda, perlukah ruang amarah hadir di Indonesia?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merasa Kesepian? 6 Cara Ini Bisa Bantu Mengatasinya

Merasa Kesepian? 6 Cara Ini Bisa Bantu Mengatasinya

Health | Jum'at, 11 Januari 2019 | 15:39 WIB

Ini Lho Fakta Positif di Balik Meluapkan Rasa Marah

Ini Lho Fakta Positif di Balik Meluapkan Rasa Marah

Health | Kamis, 13 Desember 2018 | 15:00 WIB

Lawan Stres, Perempuan Ini Lumuri Wajah dengan Darah Haid

Lawan Stres, Perempuan Ini Lumuri Wajah dengan Darah Haid

Lifestyle | Rabu, 31 Oktober 2018 | 08:00 WIB

Terkini

Review The Price of Confession: Kisah Misteri Gelap Penjara Korea Selatan!

Review The Price of Confession: Kisah Misteri Gelap Penjara Korea Selatan!

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Aturan EUDR Mengancam Kopi Indonesia? Ini Strategi Kesiapan Petani Menembus Pasar Global

Aturan EUDR Mengancam Kopi Indonesia? Ini Strategi Kesiapan Petani Menembus Pasar Global

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:58 WIB

Pasar dan Investasi Jadi Bidikan, Indonesia Sambut Strategi Ekonomi BRICS 2030

Pasar dan Investasi Jadi Bidikan, Indonesia Sambut Strategi Ekonomi BRICS 2030

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:53 WIB

Gedung Bapenda Terbakar, Pramono Anung Jamin Pengaturan Lalu Lintas Jakarta Tetap Aman

Gedung Bapenda Terbakar, Pramono Anung Jamin Pengaturan Lalu Lintas Jakarta Tetap Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:45 WIB

15 Pantun Hari Pramuka Lucu Ini Dijamin Bikin Suasana 14 Agustus Makin Meriah!

15 Pantun Hari Pramuka Lucu Ini Dijamin Bikin Suasana 14 Agustus Makin Meriah!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Memoar Seorang Geisha: Mengungkap Kehidupan Geisha Sebelum Perang Dunia II

Memoar Seorang Geisha: Mengungkap Kehidupan Geisha Sebelum Perang Dunia II

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Indonesia Pertama di ASEAN Pasang Pompa Jantung Terkecil Dunia, Pasiennya Penjual Nasi Uduk

Indonesia Pertama di ASEAN Pasang Pompa Jantung Terkecil Dunia, Pasiennya Penjual Nasi Uduk

Health | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Bukan Selalu Tone Deaf, Bisa Jadi Standar Kita yang Sudah Berbeda

Bukan Selalu Tone Deaf, Bisa Jadi Standar Kita yang Sudah Berbeda

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Gandeng KPK dan OJK, Kemenhut Janji Sikat Mafia Satwa Sampai ke Akar

Gandeng KPK dan OJK, Kemenhut Janji Sikat Mafia Satwa Sampai ke Akar

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:24 WIB

Pramono Prioritaskan JIS untuk Persija, Acara Konser Nanti Dulu

Pramono Prioritaskan JIS untuk Persija, Acara Konser Nanti Dulu

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:20 WIB

×