Kenapa Jumlah Pendaki Gunung Everest Dibatasi?

Silfa Humairah Utami

Sabtu, 26 Januari 2019 | 21:30 WIB
Kenapa Jumlah Pendaki Gunung Everest Dibatasi?
Ilustrasi pendaki Gunung Everest dibatasi. (Shutterstock)

Suara.com - Siapa yang tidak tahu kemasyuran Gunung Everest yang sangat terkenal, karena bukan saja keindahannya melainkan juga cerita para pendaki yang tidak pernah habisnya melewati banyak rintangan dan tantangan di sana.

Namun, terhitung 2019, pemerintah China berencana membatasi jumlah pendaki yang diperbolehkan menapak puncak Everest.

Laporan The Independent menyebut tahun ini puncak Everest hanya boleh didaki 300 pengunjung, atau setara sepertiga jumlah pendaki di tahun-tahun sebelumnya.

Tahun 2017, Gunung Everest pernah memecahkan rekor jumlah pendaki terbanyak yakni 648 orang, 202 di antaranya berhasil mencapai puncak dilansir GuideKu.

Pembatasan yang diberlakukan tahun ini difungsikan agar otoritas setempat dapat melakukan pembersihan secara menyeluruh di puncak Everest.

Tak dapat dipungkiri, jumlah pengunjung yang begitu banyak dari tahun ke tahun menyebabkan begitu banyak sampah ditemukan di sepanjang Everest. Disana, tak sulit kita menemukan sampah seperti kantong plastik, tenda, tabung oksigen, peralatan masak hingga mayat korban keganasan alam puncak tertinggi di muka bumi tersebut.

Tercatat sepanjang tahun 2018, Gunung Everest menelan delapan orang korban.

Hingga hari ini, otoritas China perlahan mulai memunguti dan mendaur ulang sampah-sampah yang tersisa di puncak Everest.

Tak hanya sampah, Everest juga dipenuhi dengan limbah kotoran manusia. Tak heran gunung ini juga didapuk predikat sebagai toilet tertinggi di muka bumi, sebab begitu banyaknya kotoran manusia yang dapat ditemukan disana.

baca juga

Bahkan sebab kotoran tersebut pula, para porter di Everest pernah membawa turun 14 ton limbah manusia ke sebuah kawasan bernama Gorak Shep, sebuah danau beku di ketinggian 5 ribu meter di atas permukaan laut.

Wah ternyata ada saja yang masih meninggalkan sampah di Gunung Everest, membuat keindahan gunung tersebut sedikit tercoreng. (Aditya Prasanda)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengintip Pesona "Lava Pijar Menari" di Gunung Stromboli Italia

Mengintip Pesona "Lava Pijar Menari" di Gunung Stromboli Italia

Lifestyle | Rabu, 09 Januari 2019 | 19:48 WIB

Gunung Api Ile Lewotolok di NTT Waspada, Radius Aman 2 Kilometer

Gunung Api Ile Lewotolok di NTT Waspada, Radius Aman 2 Kilometer

News | Rabu, 02 Januari 2019 | 11:31 WIB

Sambut Tahun Baru di Puncak Gunung, Perjalanan Menguji Diri Nih

Sambut Tahun Baru di Puncak Gunung, Perjalanan Menguji Diri Nih

Lifestyle | Senin, 31 Desember 2018 | 13:55 WIB

Lakukan dan Persiapkan Hal Ini Sebelum Mendaki Gunung

Lakukan dan Persiapkan Hal Ini Sebelum Mendaki Gunung

Lifestyle | Rabu, 21 November 2018 | 07:42 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Berita, Konten Media Lokal Kini Bisa Jadi Aset Bisnis

Bukan Sekadar Berita, Konten Media Lokal Kini Bisa Jadi Aset Bisnis

Video | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Dimas Seto Ajak Ribuan Pelari Bantu Palestina dan Difabel di Run for Humanity 2026

Dimas Seto Ajak Ribuan Pelari Bantu Palestina dan Difabel di Run for Humanity 2026

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Rekor! 166 Pihak Disanksi Denda Rp2,23 Triliun Gegara Mafia Saham

Rekor! 166 Pihak Disanksi Denda Rp2,23 Triliun Gegara Mafia Saham

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Terinspirasi Perjalanan Hidup Bahlil, Golkar Gelar Lomba Film Pendek Berhadiah Rp200 Juta

Terinspirasi Perjalanan Hidup Bahlil, Golkar Gelar Lomba Film Pendek Berhadiah Rp200 Juta

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Pink October, Ribuan Perempuan Indonesia Rasakan Manfaat Layanan Mamografi Gratis Pertamina

Pink October, Ribuan Perempuan Indonesia Rasakan Manfaat Layanan Mamografi Gratis Pertamina

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Taktik Jitu STY, Masuk dari Bangku Cadangan Rizky Ridho Buat Persija Menang Comeback Atas Persik

Taktik Jitu STY, Masuk dari Bangku Cadangan Rizky Ridho Buat Persija Menang Comeback Atas Persik

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam

Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Pertamina Siap Jalankan Penugasan Pemerintah untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Siap Jalankan Penugasan Pemerintah untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Sumbar | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Mendikdasmen Ungkap 3 Pelaku Dominan Perundungan di Sekolah, Guru Salah Satunya

Mendikdasmen Ungkap 3 Pelaku Dominan Perundungan di Sekolah, Guru Salah Satunya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:01 WIB

×