Diremehkan Staf Toko, Pria Ini Robek Tas Louis Vuitton Seharga Puluhan Juta

Dinar Surya Oktarini
Diremehkan Staf Toko, Pria Ini Robek Tas Louis Vuitton Seharga Puluhan Juta
Ilustrasi lelaki dengan tas Louis Vuitton. (Shutterstock)

Tas yang dirobek merupakan edisi Louis Vuitton x Takashi Murakami Monogramoflauge.

Suara.com - Diremehkan orang lain yang sama sekali tak mengenal adalah hal yang tidak menyenangkan, apalagi di depan umum. Seperti kejadian baru-baru ini, seorang pria marah pada staf dan merobek tas Louis Vuitton karena merasa diremehkan. 

Dilansir dari World of Buzz, seorang netizen bernama Ismail Ariffin berbagi di halaman Facebook- nya tentang bagaimana temannya, Zainal Abidin diremehkan oleh staf di sebuah butik mewah terkenal di Kuala Lumpur City Centre (KLCC).

Rupanya, mereka merasa diperlakukan tidak sopan karena pakaian mereka agak terlalu kasual.

Ceritanya, Zainal telah membeli tas Louis Vuitton tiga hari yang lalu dan dia membawanya ke gerai Louis Vuitton di KLCC untuk meminta staf menorehkan namanya di atas tas tersebut.

Zainal merobek tas LV. (Facebook/Ismail Ariffin Lepat)
Zainal merobek tas LV. (Facebook/Ismail Ariffin Lepat)

Namun, permintaannya ditolak karena staf khawatir mereka dapat merusak tas. Di sisi lain, staf memandangnya seolah-olah dia orang miskin, yang mendorong Zainal untuk mengatakan, "Kamu tidak bisa memperlakukan aku dan temanku seperti monyet."

Zainal marah dengan sikap staf sehingga ia meminta gunting dan mulai memotong tas Louis Vuitton tepat di depan staf itu. "Mereka berpikir tas LV mereka lebih besar daripada martabat kita," tambahnya.

FYI, yang dirobek Zainal dalam video adalah Louis Vuitton x Takashi Murakami Monogramoflauge, yang harganya lebih dari USD 7.000 atau Rp 98,7 juta.

Video ini mendapat banyak respon dari netizen yang bersorak untuk duo ini. Banyak juga berbagi pengalaman mereka diremehkan oleh staf ritel, terutama ketika memasuki toko-toko high-end.

Zainal merobek tas LV. (Facebook/Ismail Ariffin Lepat)
Zainal merobek tas LV. (Facebook/Ismail Ariffin Lepat)

"Beberapa pekerja bertindak seolah-olah mereka adalah pemilik toko ketika pada kenyataannya, mereka hanya membuat upah minimum," kata seorang netizen.

"Saya diberitahu sebelumnya bahwa beberapa butik mode akan meminta karyawan mereka untuk 'memindai' pelanggan sehingga mereka akan merasa tertantang dan akhirnya menghabiskan lebih banyak uang di toko," komentar netizen lainnya.
Namun, sebuah sumber anonim mengatakan bahwa staf awalnya mencoba menjelaskan kepada pelanggan bahwa tas itu tidak dapat diembos karena bahannya. Dikhawatirkan hal itu malah akan merusak bahan. Kemungkinan, kejadian ini diakibatkan miskomunikasi.(Dewiku.com/Yasinta Rahmawati)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS