Plagiat Desain Busana Etnik Suku Pedalaman Laos, Max Mara Diprotes

Senin, 15 April 2019 | 15:36 WIB
Plagiat Desain Busana Etnik Suku Pedalaman Laos, Max Mara Diprotes
Max Mara Plagiat Desain Busana Etnik Suku Pedalaman Laos. (TAECLaos)

Suara.com - Label fesyen asal Italia, Max Mara, dianggap telah mencuri desain busana milik etnik salah satu suku pedalaman Laos, yaitu etnik Oma. Kelompok suku tersebut protes karena desain khas busana mereka telah di klaim oleh perusahaan industri fesyen tersebut.

Lebih dari sepekan pihak Public Relation (PR) Max Mara tidak merespon seruan protes Traditional Arts and Ethnology Centre (TAEC) atau persatuan Pusat Seni Etnologi Tradisional di Luang Prabang, Laos. Mereka menyatakan Max Mara telah menjiplak desain khas suku Oma.

TAEC juga menyayangkan Max Mara mengubah esensi pakaian suku Oma. Menurut mereka, desain Oma secara tradisional menggunakan jilbab, jaket, dan penutup kaki. Namun, label mode itu hanya mengambil desainnya saja dalam koleksi mereka tanpa kelengkapan kostum.

Suku Oma sendiri telah lama dikenal lewat kecantikan busana dengan desain khas berhias warna-warna kontras yang membentuk pola-pola cantik.

Max Mara Plagiat Desain Busana Etnik Suku Pedalaman Laos. (TAECLaos)
Max Mara Plagiat Desain Busana Etnik Suku Pedalaman Laos. (TAECLaos)

Pihak suku Oma sendiri menuntut Max Mara untuk menarik koleksi busana hasil jiplakannya, baik secara fisik dan foto promosi. Ditambah dengan membuat komitmen untuk tidak menjiplak desain budaya mereka lagi ke depannya.

"Sejak dulu perempuan Oma telah mendapatkan pemasukan dari menjual kerajinan tangan hasil karya mereka. Bagi warga kecil seperti Oma, hal ini sangat penting untuk meningkatkan nutrisi, kesehatan, dan pendidikan bagi keluarga mereka," kata Tara Gujadhur, Co-Director TAEC melalui unggahan Facebook.

Melansir dari Nextshark, Senin (15/4/2019), pihak Max Mara akhirnya menanggapi protes TAEC. Namun mereka tidak mengakui kesalahan, tetapi malah meminta agar situasi ini segera diredam.

Untuk itu, TAEC akan membuat petisi online melalui Change.org dalam upaya untuk membuat pernyataan kolektif langsung ke CEO Max Mara, Luigi Maramotti, agar segera turun tangan mengurus masalah ini.

Baca Juga: Karena Desain Pakaian, Pembaca Berita Ini Ramai Dibicarakan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI