Museum Pertanian di Bogor akan Segera Diresmikan Mentan

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Jum'at, 19 April 2019 | 09:10 WIB
Museum Pertanian di Bogor akan Segera Diresmikan Mentan
Museum Pertanian di Bogor, Jawa Barat. (Dok : Kementan)

Suara.com - Bogor, Jawa Barat, sebentar lagi akan memiliki lokasi wisata baru yang menarik. Itu adalah Museum Pertanian yang akan segera diresmikan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pada Senin, 22 April 2019.

Museum Pertanian terletak satu kompleks dengan Museum Tanah dan berada tak jauh dari seberang pintu utama Kebun Raya Bogor. Berdirinya Museum Pertanian tidak dapat dipisahkan dari Museum Tanah, yang telah diresmikan Mentan, tepat pada peringatan Hari Tanah Sedunia,  5 Desember 2017.

Berbeda dengan konsep yang ditawarkan Museum Tanah, Museum Pertanian memiliki empat galeri utama yang telah ditata sedemikian rupa, sehingga mampu membawa para pengunjungnya seakan memasuki lorong waktu.

Betapa tidak, begitu masuk ke museum yang terletak di Jalan Ir. H. Juanda No 98 Bogor ini, pengunjung akan disuguhkan Galeri Pangan dan Peradaban Pertanian, yang menampilkan informasi tentang sejarah komoditas pangan beserta peradaban yang menyertainya.

Berbagai informasi komoditas pangan di Indonesia diilustrasikan dalam bentuk diorama pengolahan lahan sawah, rumah petani hingga alat pertanian yang sangat menarik untuk dijadikan spot foto bagi para pengunjung. Museum Pertanian menawarkan sensasi yang menyenangkan dengan dekorasi yang sangat Instagramable.

Beranjak ke lantai 2 dari museum ini, pengunjung akan mendapatkan Galeri Kebijakan dan Komoditas, yang menggambarkan perkembangan pertanian Indonesia dari era kolonial (VOC dan Pemerintah Belanda) pada 1600 - 1945 hingga perkembangan pertanian pada era setelah kemerdekaan, yaitu 1945 - 2019.

Yang menarik, selain memiliki zona Instagramable, di lokasi yang merangkum pembangunan pertanian dari tahun 1600 sampai  2019 ini juga terdapat coffee corner, yang menjadi tempat icip-icip produk kopi, teh dan kakao dari berbagai daerah di Indonesia.

Tidak berhenti di situ, pengunjung juga akan dimanjakan di Galeri Pertanian Masa Depan dan Lumbung Pangan Dunia 2045 yang terdapat di lantai 3. Di sini, pengunjung dapat melihat pengembangan pertanian 4.0 dengan sangat apik.

Ilustrasi penggunaan teknologi canggih seperti drone, market smart farming hingga atutonomous tractor, yaitu traktor tanpa awak yang menggunakan sistem GPS berbasis Real Time Kinematika, juga dapat dinikmati pengunjung.

Galeri keempat dari Museum ini terletak di Gedung D, yang juga masih berada di kompleks Museum Tanah dan Pertanian Bogor. Galeri ini memiliki lima zona ruangan terpisah dengan titik edukasi dan visualisasi yang menarik.

Galeri Peternakan menampilkan berbagai perkembangan teknologi peternakan yang disajikan dalam bentuk video pendek, diorama, poster dan beberapa artefak. Ke depan, lantai 4 Gedung D akan dibangun zona rooftop, yang memungkinkan pengunjung untuk menikmati panorama Gunung Salak, dengan fasilitas gazebo sederhana yang dikelilingi sarana edukasi hidroponik.

Konsep Wisata Edukasi
Sementara itu, Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Leli Nuryati mengatakan, Museum Pertanian menawarkan konsep wisata edukasi dengan tema "Bertolak dari Masa Lalu, Menapak ke Masa Depan".  Artinya, museum ini hadir untuk menyampaikan informasi sejarah perjuangan dan perkembangan pertanian bangsa dari masa lalu hingga sekarang, serta ilustrasi pada masa yang akan datang.

"Konsep yang ditawarkan museum ini adalah mengkaitkan sejarah pertanian dan peradaban di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang, sesuai dengan temanya 'Connecting the Past To the Future'," ujarnya.

Menurut perempuan yang merupakan penanggung jawab museum ini, Museum Pertanian bertujuan untuk meningkatkan minat dan kepedulian masyarakat, khususnya para generasi muda terhadap pertanian. Museum ini, lanjut Leli, diharapkan mampu menghadirkan metode pembelajaran sejarah baru yang tidak menjemukan, sehingga generasi muda tertarik untuk memahami sejarah pertanian bangsanya.

Setelah dibuka resmi oleh Mentan, untuk sementara, Museum Pertanian masih membebaskan tiket masuk tanpa dipungut biaya. Leli berharap,  museum ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Lingkungan Hidup, Kementan akan Revisi Aturan Perizinan Pestisida

Demi Lingkungan Hidup, Kementan akan Revisi Aturan Perizinan Pestisida

Bisnis | Kamis, 18 April 2019 | 08:26 WIB

Kementan : Bantuan Alsintan Sebaiknya Digunakan Sesuai Peruntukannya

Kementan : Bantuan Alsintan Sebaiknya Digunakan Sesuai Peruntukannya

Bisnis | Rabu, 17 April 2019 | 08:16 WIB

Program Modernisasi Kementan Jadi Upaya Tingkatkan Ketahanan Pangan

Program Modernisasi Kementan Jadi Upaya Tingkatkan Ketahanan Pangan

Bisnis | Selasa, 16 April 2019 | 08:43 WIB

Kementan : Kartu Tani Memiliki Sejumlah Manfaat bagi Petani

Kementan : Kartu Tani Memiliki Sejumlah Manfaat bagi Petani

Bisnis | Sabtu, 13 April 2019 | 08:29 WIB

Terkini

5 Fakta Kasus Pelecehan Sesama Jenis Syekh Ahmad Al Misry: Catut Nama Nabi dan Imam Syafi'i

5 Fakta Kasus Pelecehan Sesama Jenis Syekh Ahmad Al Misry: Catut Nama Nabi dan Imam Syafi'i

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 11:03 WIB

Room Art Fair 2026: Saat Kamar Hotel Disulap Jadi Instalasi Ruang Pamer Seni Kontemporer

Room Art Fair 2026: Saat Kamar Hotel Disulap Jadi Instalasi Ruang Pamer Seni Kontemporer

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 10:59 WIB

Tarif Listrik per kWh Berapa? Ini Rincian Terbaru Resmi dari PLN

Tarif Listrik per kWh Berapa? Ini Rincian Terbaru Resmi dari PLN

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 10:58 WIB

Kekayaan Hery Susanto versi LHKPN, Ketua Ombudsman yang Jadi Tersangka Korupsi

Kekayaan Hery Susanto versi LHKPN, Ketua Ombudsman yang Jadi Tersangka Korupsi

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 10:38 WIB

Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah

Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 10:30 WIB

5 Sepatu Hybrid dari Brand Lokal, Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Tinggi

5 Sepatu Hybrid dari Brand Lokal, Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Tinggi

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 09:54 WIB

4 Rekomendasi Parfum Aroma Peach dari Brand Lokal, Wangi Segar dan Tidak Pasaran

4 Rekomendasi Parfum Aroma Peach dari Brand Lokal, Wangi Segar dan Tidak Pasaran

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 09:44 WIB

7 Sabun Cuci Muka dengan Niacinamide untuk Memutihkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan

7 Sabun Cuci Muka dengan Niacinamide untuk Memutihkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 09:09 WIB

Satu Dekade Buttonscarves: Dari Mimpi Sederhana Menjadi Ikon Fashion Kebanggaan Indonesia

Satu Dekade Buttonscarves: Dari Mimpi Sederhana Menjadi Ikon Fashion Kebanggaan Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 08:45 WIB

Apa Maksud Hustle Culture? Mengenal Sisi Lain Budaya 'Gila Kerja'

Apa Maksud Hustle Culture? Mengenal Sisi Lain Budaya 'Gila Kerja'

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 08:30 WIB