Bermodal Suka dan Tekad, Kedai Lokalti Buktikan Nongkrong Tak Melulu Kopi

Dany Garjito, Amertiya Saraswati

Kamis, 13 Juni 2019 | 17:34 WIB
Bermodal Suka dan Tekad, Kedai Lokalti Buktikan Nongkrong Tak Melulu Kopi
Kedai Lokalti. (Dok. Arkadia Digital Media)

Beranjak dari Taman Kuliner Condongcatur, Kedai Lokalti kini juga sudah punya tempat yang lebih besar yaitu Kedai Lokalti Gemawang di Jl. Selokan Mataram, Yogyakarta.

Kedai Lokalti Gemawang inilah yang dikunjungi oleh tim Guideku.com.

Dengan gubuk bambu di bagian depan, meja dan kursi kayu di bagian dalam, serta interior yang masih berbau tradisional, Kedai Lokalti sukses membuat tamu seketika betah.

Tak hanya itu, nama Lokalti pun sengaja disesuaikan dengan lidah orang Indonesia serta fakta bahwa kedai teh ini hanya menyajikan teh lokal.

''Kita mau namain pake tea, nanti lokal te-a bacanya, mau localtea juga... yang aku jual teh Indonesia gitu,'' kata Arga.

Kedai Lokalti Gemawang Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)
Kedai Lokalti Gemawang Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)

Tidak berhenti sampai di sana, dari Lokalti pun Guideku.com sempat belajar apa istimewanya nge-teh dan mengapa teh tak kalah istimewa dari kopi.

''Kita ngetes teh, aku beli sekitar 10 sampai 12 jenis teh, aku undang temen-temen. Yang kita bedakan 3, harum, pekat, dan sepat. Lalu kita dapat rumusan teh.''

Ya, di Kedai Lokalti, kamu bisa merasakan bahwa teh bukan hanya satu macam saja. Ada teh yang harum, ada yang pekat, dan ada yang sepat. Semuanya bergantung pada selera.

''Bagi orang pada umumnya, es teh itu ya seger, dingin, manis gitu doang. Tanpa dia tahu sebenernya banyak jenis teh,'' jelas Arga pada tim Guideku.com.

''Di rumah makan Padang tehnya (merek) Bendera. Bahkan teh Sosro-nya Sumatera sama Jawa berbeda lho. Jadi kita sama-sama belajar kalau teh itu banyak. Kita ada sekitar 40 jenis,'' tambah Arga.

Kedai Lokalti Gemawang Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)
Kedai Lokalti Gemawang Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)

Namun, di atas semua itu, ada aspek yang lebih penting di saat kita hendak menikmati teh.

Aspek inilah yang dapat mengubah rasa teh saat dinikmati sekaligus memengaruhi pengalaman menyesap teh.

''Yang penting suasana juga sih memengaruhi,'' kata Arga di tengah penjelasannya soal seni nge-teh.

''Seenak apa pun teh itu tapi kita minumnya berisik, tengah jalan, itu tetep nggak ada feel-nya.''

''Tapi ketika teh nggak enak, tapi minumnya di pegunungan, santai, tenang... atau di rumah malem-malem, itu sangat enak pasti.''

Maka, tak heran jika Kedai Lokalti pun berlokasi jauh dari jalan raya dan baru buka pukul 17.00 sore hingga tengah malam. Selain itu, Arga juga berpendapat bahwa dirinya akan rugi kalau buka kedai teh di siang hari.

''Kita nggak mau eksklusif kayak kafe-kafe segala macem. Karena kita lokal, ya konsepnya seperti ini.''

Kedai Lokalti Gemawang Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)
Kedai Lokalti Gemawang Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)

Lebih lanjut soal Kedai Lokalti, Arga menyatakan bahwa dia sempat melakukan riset lebih dulu soal aneka macam teh lokal.

''Aku sempat riset ke Tegal, mempelajari kultur teh. Sempat ke Solo juga, kenalan dengan pembuat teh. Ke Karanganyar, Imogiri, pokoknya ke tempat-tempat yang kurasa bisa didatengin. Textbook-nya ada, tapi feeling juga main. Selanjutnya jalanin aja,'' ucap Arga.

Bermodal riset, tekad, dan feeling inilah, Kedai Lokalti bisa terus berjalan. Bahkan, satu-satunya kendala mereka sejauh ini adalah keterbatasan stok teh yang berasal dari luar pulau.

''Kayak kemarin white tea kita habis, 2-3 bulan habis, akhirnya baru beli lagi 2 minggu lalu.''

Kedai Lokalti Gemawang Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)
Kedai Lokalti Gemawang Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)

Sementara, ketika ditanya soal harapan ke depannya, jawaban Arga pun sederhana. ''Kita ingin menasionalkan Lokalti. Kita ingin buka di mana saja, bukan dari kita tapi kerjasama dengan orang.''

Di akhir percakapan, Arga pun menegaskan bahwa keinginannya membuka Kedai Lokalti bukanlah untuk menyaingi kafe-kafe dan warung kopi yang tengah menjamur di Indonesia.

''Bukannya menyaingi kopi, tapi kami hanya memberikan pilihan. Kalau orang suka teh bisa ke Lokalti, yang suka ngopi ya tetep bisa kopi.''

Nah, kalau kamu sendiri, apa pilihanmu? Berminat untuk mencoba rasanya nge-teh di Kedai Lokalti?

Kedai Lokalti Gemawang

Alamat: Jl. Selokan Mataram, Kutu Dukuh, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284

Jam buka: Setiap hari pukul 17.00 - 00.30

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi

Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:00 WIB

Kiamat Rumah Tapak? Orang Indonesia di Masa Depan Harus Hidup Vertikal

Kiamat Rumah Tapak? Orang Indonesia di Masa Depan Harus Hidup Vertikal

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:52 WIB

Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul

Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:50 WIB

Secangkir Teh untuk Suami yang Sudah Mati

Secangkir Teh untuk Suami yang Sudah Mati

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:20 WIB

Closed Loop Kurban, Menuju Ekosistem Halal Berkelanjutan dan Penggerak Ekonomi Lokal

Closed Loop Kurban, Menuju Ekosistem Halal Berkelanjutan dan Penggerak Ekonomi Lokal

Opini | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:05 WIB

SRAWUNG CAMP 2026: Menumbuhkan Kebersamaan dan Potensi Generasi Muda

SRAWUNG CAMP 2026: Menumbuhkan Kebersamaan dan Potensi Generasi Muda

Your Say | Senin, 25 Mei 2026 | 11:01 WIB

Jean-Paul Van Gastel Betah Ungkap Alasan Perpanjang Kontrak bersama PSIM Yogyakarta

Jean-Paul Van Gastel Betah Ungkap Alasan Perpanjang Kontrak bersama PSIM Yogyakarta

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:02 WIB

Pesona Desa Wisata Krebet Bantul: Surga Tersembunyi yang Cocok Jadi Destinasi Touring Akhir Pekan

Pesona Desa Wisata Krebet Bantul: Surga Tersembunyi yang Cocok Jadi Destinasi Touring Akhir Pekan

Lifestyle | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:15 WIB

Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat

Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:10 WIB

Riding PCX 160 ke Desa Wisata Krebet, Sinergi Astra Motor Yogyakarta Dukung Kelestarian Batik Kayu

Riding PCX 160 ke Desa Wisata Krebet, Sinergi Astra Motor Yogyakarta Dukung Kelestarian Batik Kayu

Otomotif | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:41 WIB

Terkini

Bikin Rezeki Seret? Ini Warna Dompet yang Sebaiknya Dihindari Menurut Feng Shui

Bikin Rezeki Seret? Ini Warna Dompet yang Sebaiknya Dihindari Menurut Feng Shui

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:35 WIB

Saat Dunia Kerja Berubah, Generasi Muda Dituntut Siap: Keterampilan Digital Jadi Kunci

Saat Dunia Kerja Berubah, Generasi Muda Dituntut Siap: Keterampilan Digital Jadi Kunci

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:27 WIB

Daftar Larangan Malam 1 Suro dan Bulan Muharram Menurut Syariat Islam, Jangan Asal Ikut Tradisi

Daftar Larangan Malam 1 Suro dan Bulan Muharram Menurut Syariat Islam, Jangan Asal Ikut Tradisi

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:09 WIB

1 Muharram 1448 Hijriah Jatuh pada Tanggal Berapa? Cek Kalender Tahun Baru Islam 2026

1 Muharram 1448 Hijriah Jatuh pada Tanggal Berapa? Cek Kalender Tahun Baru Islam 2026

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:40 WIB

Suami Adhisty Zara Kerja Apa? Ini Jejak Karier Tsaqib

Suami Adhisty Zara Kerja Apa? Ini Jejak Karier Tsaqib

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:36 WIB

Kenapa Sepatu dan Sandal Merek Melissa Mahal? Ini 4 Alasannya

Kenapa Sepatu dan Sandal Merek Melissa Mahal? Ini 4 Alasannya

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:15 WIB

Berapa Jumlah Bulu Sayap Garuda Pancasila? Poster BRIN Viral karena Salah Hitung

Berapa Jumlah Bulu Sayap Garuda Pancasila? Poster BRIN Viral karena Salah Hitung

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:11 WIB

5 Zodiak Diprediksi Beruntung Mulai Juni 2026, Karier hingga Asmara Berjalan Lancar

5 Zodiak Diprediksi Beruntung Mulai Juni 2026, Karier hingga Asmara Berjalan Lancar

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 06:32 WIB

Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir

Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 23:38 WIB

Cushion Korea Apa Saja yang Bagus? Ini 4 Pilihan dengan Review Nyaris Sempurna di Shopee

Cushion Korea Apa Saja yang Bagus? Ini 4 Pilihan dengan Review Nyaris Sempurna di Shopee

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 19:45 WIB