alexametrics

Wanita Ini Alergi Air, Bahkan dengan Keringat dan Air Matanya Sendiri

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati
Wanita Ini Alergi Air, Bahkan dengan Keringat dan Air Matanya Sendiri
Valentina Bones. (Facebook/Valentina Bones)

Alergi terhadap air tidaklah mudah.

Suara.com - Seorang fotografer baru-baru ini terbuka tentang penyakit alergi yang langka. Valentina Bones mengaku alergi air, termasuk keringat dan air matanya sendiri yang menyebabkan kulitnya menjadi merah dan gatal.

Setelah pindah ke California saat masih remaja, dia didiagnosis menderita urtikaria aquagenic. Kondisi ini berarti gatal-gatal atau ruam berkembang dengan cepat setelah kulit terpapar air, ceritanya pada Metro.

Sejak usia 17 tahun, ia memperhatikan bahwa ia memiliki reaksi alergi terhadap air. Awalnya, dokter percaya kondisi itu kemungkinan besar dikarenakan kekurangan vitamin.

Ruam Valentina berkembang dalam waktu dua menit setelah kulitnya terkena air hangat tetapi reaksinya lebih lambat dengan cairan yang lebih dingin. Ada juga perbedaan antara bagaimana wajahnya bereaksi dari tubuhnya.

Baca Juga: Ngaku Alergi Panas Matahari, Maia Estianty Gatal-gatal Naik Sepeda

Ruam di wajahnya muncul dari kontak dengan cairan suhu berapapun. Sedangkan di tubuhnya, air hangat menyebabkan reaksi lebih cepat.

"Cairan apapun bisa memicu urtikaria aquagenik: air, keringat, air liur, dan bahkan jus dari buah yang berair," jelasnya.

Valentina Bones. (Facebook/Valentina Bones)
Valentina Bones. (Facebook/Valentina Bones)

"Pertanyaan paling umum dari orang-orang adalah bagaimana cara saya mandi? Di musim panas saya mandi cepatdengan air dingin. Di musim dingin aku menggunakan handuk basah atau mandi dengan air hangat selama kurang dari tiga menit," ungkap wanita berusia 25 tahun ini.

Valentina keramas secara terpisah dengan membungkuk di bak mandi sehingga air tidak megenai tubuhnya. Valentina pun harus mengenakan pakaian ringan saat berada di luar ruangan di bawah sinar matahari dan menghindari hujan. Ia juga tidak melakukan olahraga atau aktivitas fisik apa pun karena menyebabkannya berkeringat.

Valentina Bones. (Facebook/Valentina Bones)
Valentina Bones. (Facebook/Valentina Bones)

Selama kuliah, dia mengambil kelas malam karena terlalu panas dan lembab di kelas pada siang hari. Dia telah mencoba berbagai solusi dan perawatan termasuk lidah buaya tetapi tidak ada yang menghentikan kulitnya menjadi merah dan gatal.

Baca Juga: Punya Alergi Kacang, Pria Ini Dilarang Naik Pesawat

Meski kondisinya alergi air itu cukup membuat susah, ia ingin membantu membesarkan hati orang lain. Ia menyarankan mereka untuk menghidrasi dari dalam dengan minum banyak air serta tidak membiarkan alergi itu membebani setiap hari.

Komentar