Berjemur di Taman Rumah, Pria Ini Berakhir Meninggal Dunia

Rima Sekarani Imamun Nissa, Yasinta Rahmawati

Jum'at, 09 Agustus 2019 | 17:47 WIB
Berjemur di Taman Rumah, Pria Ini Berakhir Meninggal Dunia
Ilustrasi panas matahari [shutterstock]

Suara.com - Berjemur di bawah sinar matahari menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Namun, apes bagi pria muda asal Jepang ini. Ia harus kehilangan nyawa ketika melakukannya.

Seperti dilansir dari SoraNews24, seorang wanita yang tinggal di Kota Yatomi, Prefektur Aichi , pergi selama beberapa jam di sore hari. Saat dia pergi, putranya yang berusia 28 tahun diketahui menyiapkan kursi lipat di kebun untuk berjemur.

Namun, ketika wanita itu kembali ke rumah sekitar pukul 15.20 waktu setempat, dia menemukan putranya terbaring koma di kursi. Dia pun segera memanggil bantuan paramedis.

Sayangnya, upaya pertolongan itu terlambat. Putranya meninggal sekitar 40 menit setelah sang ibu menemukannya. Dokter pun menghubungkan kematiannya dengan efek serangan jantung.

Wanita itu tidak yakin berapa lama putranya berada di taman. Namun, catatan cuaca dari kota tetangga Aisai menunjukkan suhu 34,2 derajat Celcius dan 32,7 Celcius pukul 3 sore pada hari kejadian.

Ilustrasi musim panas. [Shutterstock]
Ilustrasi musim panas. [Shutterstock]

Angka suhu tersebut mungkin tidak tampak menakutkan, tapi kelembapan tinggi di Jepang turut berkontribusi. Efek gabungan dari dua faktor cuaca dehidrasi dapat mengeringkan tubuh dengan kecepatan berbahaya, bahkan untuk seseorang yang biasanya nyaman, atau setidaknya bahagia, menghabiskan waktu berjemur di bawah sinar matahari.

Setelah Juli yang luar biasa ringan, Jepang telah berpindah sepenuhnya ke dalam cuaca musim panas yang berat. Bertepatan pada hari kematian pria itu, 68 orang di Prefektur Aichi dirawat di rumah sakit karena sengatan panas.

Cuaca panas bisa merusak kulit wajah bila tak dilindungi dengan tabir surya. (Shutterstock)
Cuaca panas bisa merusak kulit wajah bila tak dilindungi dengan tabir surya. (Shutterstock)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Jepang mengungkapkan bahwa dalam satu minggu, yakni dari 29 Juli hingga 4 Agustus 2019, 18.000 orang di seluruh negeri memerlukan perawatan medis darurat untuk kondisi tersebut. Sebanyak 57 kasus di antaranya diketahui berujung fatal .

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akibat Makannya Lambat, Gadis 7 Tahun Disiksa Ibu Tiri Pakai Besi

Akibat Makannya Lambat, Gadis 7 Tahun Disiksa Ibu Tiri Pakai Besi

Health | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 06:50 WIB

Habis Berjemur? Simak Tips Nadia Purwoko, Miss Grand Indonesia 2018

Habis Berjemur? Simak Tips Nadia Purwoko, Miss Grand Indonesia 2018

Lifestyle | Selasa, 05 Maret 2019 | 10:45 WIB

Mau Dapatkan Kulit Tanning Tanpa Harus Berjemur, Coba Teh Hitam

Mau Dapatkan Kulit Tanning Tanpa Harus Berjemur, Coba Teh Hitam

Lifestyle | Senin, 24 Desember 2018 | 16:35 WIB

Terkini

AKBP Terlapor Dugaan Pelecehan Polwan Batal Dilantik jadi Kabid Dokkes Polda Sumbar

AKBP Terlapor Dugaan Pelecehan Polwan Batal Dilantik jadi Kabid Dokkes Polda Sumbar

Sumbar | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:07 WIB

Dimediasi Dasco, PWI dan Hotman Paris Berdamai: Laporan Dugaan Penghinaan Dicabut

Dimediasi Dasco, PWI dan Hotman Paris Berdamai: Laporan Dugaan Penghinaan Dicabut

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:05 WIB

Down and Out in Paris and London: Kisah Nyata George Orwell Mengungkap Sisi Gelap Kemiskinan

Down and Out in Paris and London: Kisah Nyata George Orwell Mengungkap Sisi Gelap Kemiskinan

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:05 WIB

GMFI Hapus Akumulasi Rugi Rp512,9 Juta Dolar AS, Siap Tancap Gas Ekspansi

GMFI Hapus Akumulasi Rugi Rp512,9 Juta Dolar AS, Siap Tancap Gas Ekspansi

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04 WIB

Istana Minta TNI Tak Hambat Ekspor Logam Tanah Jarang

Istana Minta TNI Tak Hambat Ekspor Logam Tanah Jarang

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04 WIB

Belanja Pegawai Sulit, Mendagri Desak Purbaya Segera Cairkan Anggaran DBH ke Pemda

Belanja Pegawai Sulit, Mendagri Desak Purbaya Segera Cairkan Anggaran DBH ke Pemda

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04 WIB

Review Serial Lucky: Pelarian Berdarah Anya Taylor-Joy dan Misteri 10 Juta Dolar

Review Serial Lucky: Pelarian Berdarah Anya Taylor-Joy dan Misteri 10 Juta Dolar

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:03 WIB

Soal Peluang Harga Pertamax Turun Agustus, Wamen ESDM: Kita Ikuti Harga Pasar!

Soal Peluang Harga Pertamax Turun Agustus, Wamen ESDM: Kita Ikuti Harga Pasar!

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:00 WIB

The Art of Solitude: Ketika Kesendirian Jadi Jalan Mengenal Diri Sendiri

The Art of Solitude: Ketika Kesendirian Jadi Jalan Mengenal Diri Sendiri

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:00 WIB

Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II

Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:58 WIB

×