alexametrics

Akibat Makannya Lambat, Gadis 7 Tahun Disiksa Ibu Tiri Pakai Besi

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Akibat Makannya Lambat, Gadis 7 Tahun Disiksa Ibu Tiri Pakai Besi
Ilustrasi anak korban kekerasan [Shutterstock]

Ibu tiri siksa anak sambungnya pakai batangan besi hanya karena makannya lambat.

Suara.com - Dongeng Cinderella yang mengisahkan tentang ibu tiri jahat ternyata masih juga terjadi di dunia nyata. Seorang gadis usia 7 tahun asal China meninggal dunia setelah disiksa oleh ibu tirinya.

Melansir dari World of Buzz, gadis bernama Guo Mou asal Cina ini dipukuli oleh ibu tirinya menggunakan batang besi selama satu jam hanya karena makan sangat lambat.

Anak itu mengalami luka memar yang cukup parah akibat pukulan sang ibu tiri hingga dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari China Press, Gou disiksa oleh ibu tirinya ketika mereka sedang makan siang sekeluarga. Saat itu Gou makan cukup lambat sampai beberapa kali ibu tirinya mengancam akan memukulnya.

Baca Juga: Digigit Nyamuk, Pramugari Ini Meninggal Akibat Gagal Organ

"Jika kamu makan sangat lambat, aku akan memukulmu," kata sang ibu tiri ketika makan siang.

Namun, gadis cilik itu tidak segera melahap makanannya dengan cepat. Ibu tirinya yang sudah tidak sabar langsung membawa dia ke kamar dan menutup pintunya.

Ilustrasi anak disiksa (Shutterstock)
Ilustrasi anak disiksa (Shutterstock)

Ibu tirinya pun langsung memukul Guo menggunakan batang besi. Ayah Guo yang berada di luar kamar hanya terdiam mendengar anaknya disiksa istrinya di dalam kamar yang terkunci.

Ayah Guo terlalu takut untuk ikut campur dan menolong anaknya. Pasalnya, ayah Guo juga sempat mendapatkan pelecehan fisik dari istrinya.

Setelah istrinya selesai memukuli anaknya, ia segera masuk ke dalam kamar dan melihat putrinya terluka parah. Ia sempat berkelahi dengan istrinya dan pergi keluar untuk merokok.

Baca Juga: Konsumsi Dessert dan Bubble Tea Tiap Hari, Gadis Ini Meninggal Kena Kanker

Saat kembali pulang ke rumah, ia sempat memohon kepada istrinya untuk membawa anaknya ke rumah sakit. Tetapi, sang istri malah melarang hal itu sampai akhirnya kondisi anaknya semakin kritis.

Komentar