Detoks Media Sosial, Kapan Perlu Dilakukan?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 14 Agustus 2019 | 09:44 WIB
Detoks Media Sosial, Kapan Perlu Dilakukan?
ilustrasi main media sosial (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa waktu lalu, jagat maya dihebohkan dengan video 'pamit' seorang Youtuber dengan alasan mau istirahat sejenak dari media sosial. Ya, berhenti atau bahkan mundur dari media sosial memang mulai banyak digaungkan oleh para milenial, ketika mereka merasa terlalu fanatik dan berlebihan menjalani hidup di dunia virtual.

Niatan itu memang baik, tapi wajib juga untuk waspada dan tidak asal, karena alih-alih mengurangi, malah menjadi lebih fanatik atau dikenal istilah diet yoyo. Diet media sosial secara drastis dan berlebihan, tapi setelahnya memicu kencanduan yang lebih dalam.

Lalu apa tanda kita sebenarnya sudah perlu melakukan detoks media sosial?

Adjie Santosoputro selaku Emotional Healing and Mindfulness Expert di Pacific Place, Sudirman, Jakarta, Selasa (13/8/2019). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Adjie Santosoputro selaku Emotional Healing and Mindfulness Expert di Pacific Place, Sudirman, Jakarta, Selasa (13/8/2019). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Ketika kita merespon sesuatu secara apatis atau sebaliknya agresif, tersinggung sedikit langsung 'senggol bacok', ketika respon apatis dan agresif (itulah) perlu detoks media sosial," ujar Adjie Santosoputro selaku Emotional Healing and Mindfulness Expert di Pacific Place, Sudirman, Jakarta, Selasa (13/8/2019)

Apatis dan agresif ini, disebutkan Adjie, sebagai tanda kebingungan manusia modern yang terpapar kecanggihan teknologi, khususnya media sosial. Indikasi lainnya perlu detoks media sosial, kata Adjie, seperti gelisah, mudah marah, hingga sulit tidur nyenyak.

"Indikasi lain susah tidur nyenyak, sensi, baper, itu juga bisa jadi tanda. Kecanduan apapun perlu detoks, ketika tidak menonton film merasa ada yang tidak lengkap, ketika tidak makan makanan tertentu itu nggak happy, berarti itu kecanduan," jelas Adjie.

"Sudut pandang saya, setiap orang perlu detoks media sosial, karena menurut WHO, kesehatan mental lebih tinggi sebabkan kematian orang," sambungnya.

Adapun memulai detoks media media, caranya adalah dengan terlebih dulu memastikan mindfulness atau sadar bahwa bermain sosial media buat hidup berantakan, terus tanamkan hal itu dalam pikiran. Lalu kurangi perlahan-lahan durasi bermain atau menghapus salah satu akun.

"Kurangi, bukan lalu langsung dikagetin (drastis tidak main), bukan satu hari langsung nggak main sosmed, kurangi. Misalnya, selama ini pakai sosmed banyak, kurangi aja, digilir satu akun, bertahap," imbuhnya

baca juga

Yang menakutkan, bahaya lain dari kecanduan media sosial, ini bisa menimbulkan halusinasi, hingga beranggapan itu adalah kenyataan dan tidak bisa hidup tanpa media sosial. Timbul gangguan kecemasan saat bermain media sosial, seperti bullying dan depresi karena tidak mampu ikuti tren.

Nah, sekarang coba cek diri masing-masing, yuk. Menurutmu, kamu sudah perlu melakukan detoks media sosial belum?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Ternyata Mejeng di Media Sosial Bisa Picu Depresi

Waduh, Ternyata Mejeng di Media Sosial Bisa Picu Depresi

Health | Rabu, 14 Agustus 2019 | 08:46 WIB

Channing Tatum Memutuskan Rehat dari Media Sosial, Kenapa?

Channing Tatum Memutuskan Rehat dari Media Sosial, Kenapa?

Lifestyle | Kamis, 08 Agustus 2019 | 18:20 WIB

6 Hal yang Pantang Diposting di Media Sosial Sebelum Pernikahan

6 Hal yang Pantang Diposting di Media Sosial Sebelum Pernikahan

Lifestyle | Rabu, 07 Agustus 2019 | 08:05 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×