Filosofi Albert Camus dalam Tiga Buku Penting Bertema Pemberontakan

Arsito Hidayatullah

Senin, 28 Oktober 2019 | 08:10 WIB
Filosofi Albert Camus dalam Tiga Buku Penting Bertema Pemberontakan
Ilustrasi pemberontakan. [Suara.com / Ema Rohimah]

Suara.com - Bagi aktivis atau kaum pergerakan khususnya, nama dan pemikiran Albert Camus mungkin sudah kerap didengar bahkan juga dikutip dan dijadikan inspirasi. Berbagai pemikiran sosok penulis yang juga dikenal sebagai filsuf itu, antara lain bisa disimak dalam tiga buku berikut ini. Apa saja itu?

1. Pemberontak, sebuah usaha untuk memahami zaman

Pemberontak (The Rebel), merupakan salah satu buku karya Albert Camus, filsuf berpengaruh dari abad ke-20 kelahiran Aljazair. Selain dikenal sebagai sebagai filsuf, Camus juga memang merupakan penulis kenamaan, bahkan pernah diganjar Hadiah Nobel untuk Sastra pada tahun 1957.

Tulisan-tulisan dan filosofi Camus kerap dipenuhi dengan ide absurdisme yang kurang lebih bertemakan pencarian manusia akan makna dan kejelasan dalam dunia yang tidak menawarkan penjelasan. Nah, buku ini menawarkan pada kita suatu filsafat politik.

Pemberontak awalnya adalah sebuah buku yang hanya muncul di Prancis. Disajikan dalam pengertian sebagai kegairahan intelektual demi penelitian atas konsep-konsep seperti kebebasan dan teror, Pemberontak bukanlah suatu buku teoretis. Sebaliknya, ia adalah buku yang menguji, meneliti tentang situasi Eropa dewasa ini, di mana masalah itu dijelaskan lewat suatu pengetahuan historis yang tepat sejak masa dua abad yang lalu tentang perkembangan sosialnya.

Dengan kata lain, buku ini merupakan suatu usaha untuk memahami zamannya. Seperti kata Manes Sperber dalam The New York Times, esai Albert Camus ini boleh disebut sebagai ziarah intelektual terhadap surga di bumi, sebuah biografi tentang pemberontakan Eropa yang pecah bersama Revolusi Prancis; atau dalam arti yang lebih mendalam merupakan sebuah autobiografi.

>>LIHAT Pemberontak di Serbada.com!

2. Kumpulan esai dalam Perlawanan, Pemberontakan, dan Kematian

Perlawanan, Pemberontakan, Kematian membeberkan permasalahan intelegensi moral Camus dari perang kolonial di Aljazair, hingga permasalahan sosial yang akut akibat sistem kapitalistik yang menindas. Meskipun demikian, dua puluh tiga esai politik ini lebih merupakan hasil refleksi atas masalah kebebasan.

baca juga

"Seorang penulis, saat ini tidak dapat melayani orang-orang yang membuat sejarah; ia harus melayani orang-orang yang menjadi sasaran sejarah itu," kata Albert Camus dalam sambutannya pada acara penerimaan Hadiah Nobel bidang Sastra tahun 1957, yang bisa dikaitkan dengan buku ini.

Lalu, apa kata pengamat karyanya? "Buku ini menjadi saksi akan kecermatan rasa pertanggungjawaban Camus yang membuatnya menjadi manusia dan penulis yang baik," tulis Christian Science Monitor terhadapnya.

>>LIHAT Perlawanan, Pemberontakan, Kematian di Serbada.com!

3. Seni, Politik, Pemberontakan

Dalam satu bagian, Albert Camus mengatakan, "Seni, seperti pemberontakan, adalah sebuah gerakan yang pada waktu bersamaan bersifat mengagungkan sekaligus mengingkari."

Leon Trotsky mengungkapkan bahwa banyak seniman yang menjalankan kreativitas seninya dalam rangka mencari kedudukan dan prestasi politis, atau sekadar menyelamatkan diri dari kemungkinan malapetaka politis, dengan membuat karya yang mengagungkan para penguasa. Di sisi lain, Barbara Rose dengan cerdik mengungkapkan dimensi protes yang terkandung dalam kreativitas seni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara

Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!

Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:20 WIB

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Ulasan Buku 'Lambe Akrobat': Mengurai Seni Menulis Ringan Agus Mulyadi

Ulasan Buku 'Lambe Akrobat': Mengurai Seni Menulis Ringan Agus Mulyadi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Tampil Stand Out ala Profesional dalam Buku Presentasi yang Mencekam

Tampil Stand Out ala Profesional dalam Buku Presentasi yang Mencekam

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu

Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Terkini

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

×