Tahun Baru, Pedagang Pantai Karang Sari Keluhkan Pemberlakuan 2 Karcis

Silfa Humairah Utami

Senin, 30 Desember 2019 | 15:30 WIB
Tahun Baru, Pedagang  Pantai Karang Sari Keluhkan Pemberlakuan 2 Karcis
Para pedagang pantai Karang Sari Carita saat mendatangi Dinas Pariwisata Pandeglang (Suara.com/Saepulloh)

Suara.com - Tahun Baru, Pedagang Pantai Karang Sari Keluhkan Pemberlakuan 2 Karcis

Ratusan pedagang di Pantai Karang Sari, Carita, mendesak Pemkab Pandeglang, Banten, untuk menyelesaikan persoalan pemberlakuan dua karcis di pantai yang berlokasi di Desa Sukajadi, Kecamatan Carita.

Pasalnya menjelang tahun baru muncul pemberlakuan dua karcis yang dipungut ke pengunjung, akibatnya para pengunjung dibuat tidak nyaman dan memilih memutar balik. Hingga perwakilan pedagang mengadukan persoalan tersebut ke Dinas Pariwisata.

Koordinator Pedagang Pantai Karang Sari, Carita Sopyan Hidayat mengungkapkan, sejak tiga hari lalu terdapat dua tiket yang ditarik untuk pengunjung. Akibatnya, kata dia pengunjung memilih pergi, membuat pantai sepi pengunjung, akhirnya para pedagang yang dirugikan padahal mereka telah menyetok barang.

"Kami sebagai pedagang merasa dirugikan karena ada dua tiket. Jelas ada pengunjung yang pada balik lagi. Kami yang rugi para pedagang. Kami sudah pinjam sana sini, ke pemodal setiap ada keramaian seperti tahun baru," ungkap Sopyan usai beraudiensi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Pandeglang, Senin (30/12/2019).

Sopyan tidak menyebutkan berapa nilai yang ditarik dari dua tiket tersebut. Namun sekitar 15 hingga 20 persen pengunjung putar balik. Kondisi tersebut, kata dia jelas mencoreng nama baik pantai Carita umumnya Pariwisata di Pandeglang baru saja bangkit pasca tsunami Banten.

"Yang saya takutkan tempat pariwisata ini di publikasikan di medsos jelas nama baik Carita itu tercemar ke mana-mana adanya dua tiket, gak tahu siapa yang benar dan yang salah,"ungkapnya dengan nada tinggi.

"Kami pedagang yang merasa dirugikan, kami minta Pemda segera cepat menyelesaikan, kalau bisa di hari ini. Kalau kami pedagang tidak tahu berapa masing-masing dua tiket itu. Tapi saya lihat banyak pengunjung pada balik lagi sekitar 15 sampai 20 persen, jelas kami yang dirugikan,"imbuhnya.

Ironisnya Sofyan menyebut, hal tersebut kerap terjadi ketika momentum liburan. Padahal sepengetahuan pedagang, sebagian lahan di pantai tersebut dimiliki oleh pemerintah daerah.

baca juga

"Malah kondisi seperti itu selalu terjadi setiap momentum liburan. Yang kami takutkan, hal itu merusak citra pariwisata Carita dan Kabupaten Pandeglang," ucapnya kesal.

kekhawatiran Sofyan tersebut cukup beralasan. Mengingat di Pantai Karangsari ada sekitar 328 pedagang yang tidak cuma berasal dari Kecamatan Carita, tetapi juga diisi oleh pedagang asal Kecamatan Cinangka dan Anyer, Kabupaten Serang.

"Seharusnya Pemda bisa menindak hal itu kalau memang merasa memiliki hak atas lahan parkir. Kan Pemda punya aparat penegak hukum. Maka kami minta cepat diselesaikan sebelum liburan tahun baru," tuntutnya yang diamini pedagang lainnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Asmani Raneyanti menjelaskan, lahan Pantai Karangsari sampai saat ini masih bermasalah lantaran adanya klaim dari pihak ahli waris. Sehingga muncul terjadi dua karcis itu.

Padahal gugatan mereka mengenai keberadaan lahan tersebut sudah ditolak oleh Pengadilan Negeri Pandeglang. Artinya, Pemda memiliki hak untuk mengelola lahan parkir di area Pantai Karangsari.

Asmani menyayangkan pihak ahli waris yang masih ngotot menguasai lahan tersebut. Padahal jika tidak terima dengan putusan Pengadilan Negeri, mereka bisa melayangkan kembali tuntutan hukum. Sebab tentu saja persoalan itu menjadi kerugian pemerintah karena dapat memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan.

"Seharusnya ahli waris menghargai dong putusan hukum yang dimenangi oleh Pemda. Kalau tidak puas, tinggal gugat lagi" sambungnya.

Oleh sebab itu, Asmani menegaskan kini pihaknya akan melakukan mediasi bersama aparat penegak hukum. Diharapkan persoalan itu bisa selesai sebelum tahun baru, agar pelancong merasa nyaman ketika berlibur ke Pantai Karangsari.

Sementara terkait keluhan ratusan pedagang. Asmani menyadari akan keluhan ratusan pedagang tersebut. Bahkan dia mengakui tiket yang diberlakukan oleh pengelola tergolong mahal dan menyebabkan berkurangnya kedatangan wisatawan.

"Merasa kemahalan dong, kan kami mah Rp 3000 sesuai retribusi. Sedangkan mereka mengambil tiket untuk mobil saja Rp 50.000. Kami berdasarkan aturan hanya Rp 10.000 sehingga pengunjung pulang lagi,"tutupnya.

Kontributor : Saepulloh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya, Jangan Naik Sepeda Motor Matik ke Embung Batara Sriten Gunungkidul

Bahaya, Jangan Naik Sepeda Motor Matik ke Embung Batara Sriten Gunungkidul

Jogja | Senin, 30 Desember 2019 | 14:16 WIB

3 Pilihan Traveling yang Diminati Masyarakat Indonesia Tahun 2020

3 Pilihan Traveling yang Diminati Masyarakat Indonesia Tahun 2020

Your Say | Senin, 30 Desember 2019 | 13:31 WIB

Parah! Parkir di Alun-alun Yogyakarta Tarifnya Seharga di Mall

Parah! Parkir di Alun-alun Yogyakarta Tarifnya Seharga di Mall

Tekno | Kamis, 28 Desember 2017 | 21:20 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×