5 Kota di Dunia yang Tidak Disarankan untuk Anda Kunjungi di 2020

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Kamis, 02 Januari 2020 | 16:30 WIB
5 Kota di Dunia yang Tidak Disarankan untuk Anda Kunjungi di 2020
Keindahan kota Amsterdam dengan bangunan tua dan kanalnya (shutterstock)

Namun, pemerintah setempat memberlakukan kebijakan lain, di mana pulau tersebut tetap akan dibuka tahun ini, tetapi dengan harga masuk yang sangat meningkat, khususnya bagi wisatawan mancanegara.

Pengunjung sebelumnya dapat mengakses yang juga termasuk sebagai situs Warisan Dunia Unesco tersebut dengan harga 10 dolar Amerika Serikat (AS). Kini, biayanya melonjak hingga 1.000 dolar AS untuk keanggotaan satu tahun penuh.

Pemerintah Indonesia mengumumkan perubahan tersebut pada bulan Oktober, yang juga termasuk pembatasan jumlah pengunjung ke pulau itu.

4. Kyoto, Jepang

Kyoto. (Pixabay/Raul1534)
Kyoto. (Pixabay/Raul1534)

Kyoto secara tradisional dipandang sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat ke Jepang. Namun, image ini menjadikannya korban dari kesuksesannya sendiri. Awal tahun ini, media lokal melaporkan bahwa seorang izakaya mulai memberi tahu kelompok wisatawan bahwa banyak tradisi di tempat mulai terganggu karena penuhnya wisatawan yang mengunjungi tempat ini.

Penduduk dan pemilik bisnis di distrik Gion-Shinbashi bahkan telah bergabung bersama membentuk komite "pelestarian pemandangan" untuk memerangi masalah termasuk pejalan kaki setengah telanjang, wisatawan yang masuk tanpa izin, dan pemotretan yang berkepanjangan.

“Promosi Jepang sebagai tujuan wisata sangat penting, namun JNTO menyadari kasus 'overtourism' di mana penduduk lokal dari beberapa titik wisata merasa terpengaruh akibat lonjakan jumlah pengunjung dari luar negeri," jelas seorang juru bicara dari Japan National Tourist Office (JNTO) mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada The Independent.

Karenanya, Jepang memahami frustrasi para penduduk dan tetap berkomitmen pada langkah-langkah terbaik untuk menciptakan lingkungan pariwisata berkelanjutan di bidang-bidang utama," jelasnya.

Jadi, selain Kyoto Anda mungkin bisa mengunjungi kota lainnya yang ramai, seperti Osaka.

baca juga

5. Amsterdam, Belanda

Ilustrasi. Suasana pusat perbelanjaan di Amsterdam [Shutterstock].
Ilustrasi. Suasana pusat perbelanjaan di Amsterdam [Shutterstock].

Tahun ini, dewan turis Belanda memutuskan untuk berhenti secara aktif mempromosikan Belanda sebagai tujuan, karena khawatir kota-kota dan tempat-tempat wisata terlalu ramai. Bahkan kebun tulip Keukenholf tidak dapat diakses. Amsterdam, kota dengan sekitar 1 juta penduduk, dipenuhi dengan 17 kali lebih banyak turis setiap tahun, semuanya ingin melihat pemandangan seperti kanal, rumah Anne Frank dan Rijksmuseum yang megah.

Jika Anda memang memutuskan untuk berkunjung, ada cara yang lebih bertanggung jawab. Kelompok kampanye Untourist Amsterdam menjalankan sejumlah kegiatan offbeat di kota itu, yang dirancang untuk menyatukan para wisatawan dan penduduk dengan satu inisiatif untuk "mengawini" seorang warga Amsterdam pada hari itu.

Selain Amsterfam, Anda mungkin bisa memgunjungi Rotterdam yang hanya berjarak lebih dari 30 menit dengan kereta api dan menawarkan pengalaman Belanda yang kental, dengan arsitektur yang juga luar biasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengunjung Mangunan Alami Penurunan Karena Hal Ini

Pengunjung Mangunan Alami Penurunan Karena Hal Ini

Jogja | Rabu, 01 Januari 2020 | 21:39 WIB

400 Ribuan Orang Berwisata ke Gunungkidul Selama Libur Nataru

400 Ribuan Orang Berwisata ke Gunungkidul Selama Libur Nataru

Jogja | Rabu, 01 Januari 2020 | 21:12 WIB

Menikmati Liburan Tahun Baru di Scientia Square Park, Ada Apa Saja?

Menikmati Liburan Tahun Baru di Scientia Square Park, Ada Apa Saja?

Lifestyle | Kamis, 02 Januari 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×