6 Pertanyaan Terkait Seks yang Kerap Diterima Para Manajer Hotel dan Spa

Arsito Hidayatullah
6 Pertanyaan Terkait Seks yang Kerap Diterima Para Manajer Hotel dan Spa
Ilustrasi pasangan bercinta, hubungan seks, suasana romantis. [Shutterstock]

Pertanyaan atau request ini kerap disampaikan kepada para manajer hotel dan spa, baik oleh pelanggan yang datang berpasangan maupun yang sendirian.

Suara.com - Di momen perayaan Valentine's Day (Hari Valentine) atau Hari Kasih Sayang seperti saat ini, biasanya banyak hotel atau tempat romantis lainnya di seluruh dunia yang dipenuhi pelanggan. Rata-rata mereka akan berpasangan, apakah itu suami-istri, pasangan kekasih, atau sekadar pasangan "kasual" yang tengah ingin bermesraan.

Namun tentu saja, para manajer hotel, juga tempat-tempat dengan layanan khusus seperti spa, tidak pada momen Valentine ini saja menerima pasangan atau pelanggan yang ingin bermesraan, atau tepatnya yang tengah punya hasrat seksual. Hampir saban hari sepanjang tahun, mereka selalu akan menerima dan berhadapan dengan para pelanggan seperti itu.

Belum lama ini, sekelompok manajer hotel dan spa dalam sebuah survei mengungkap apa-apa saja request atau pertanyaan spesifik terkait seks yang kerap ditanyakan pelanggan. Sebagaimana dirangkum Mirror.co.uk, berikut 6 pertanyaan terkait seks atau request khusus yang kerap disampaikan pelanggan tersebut:

1. Apakah saya bisa terangsang saat dipijat?

Bagi laki-laki khususnya, teransang secara seksual bisa saja terjadi baik karena faktor pikiran atau perasaan, maupun juga karena faktor fisik. Untuk yang terakhir ini, biasanya aktivitas pijat atau massage kerap menjadi pemicunya. Hal itu karena memang bagian-bagian tubuh hingga ke sudut-sudut tersembunyinya bakal disentuh oleh pijatan, yang dalam hal ini akan potensial memicu ransangan seksual terutama jika dilakukan pemijat atau terapis wanita.

Ilustrasi terapi pijat. (Shutterstock)
Ilustrasi terapi pijat, pemijatan, relaksasi. (Shutterstock)

Masalahnya, apakah ransangan itu memang sesuatu yang diinginkan muncul oleh sang pelanggan pijat sendiri, atau justru ingin dihindari karena misalnya ia memang cuma ingin dipijat dan merelaksasikan tubuhnya? Lantas, kalaupun tidak masalah ketika akhirnya mereka terangsang, yang biasanya melibatkan alat vital yang mengeras, akan bagaimana selanjutnya?

Ini biasanya kemudian akan berkaitan lagi dengan pertanyaan: apakah sang pelanggan (pria) dan terapis (wanita) misalnya, bisa melanjutkan "kesepakatan" mereka dengan aktivitas yang lebih dari pemijatan? Apakah si pelanggan berminat melangkah ke situ, dan apakah juga sang terapis sendiri mau melayani "kesepakatan baru" itu? Ini akan jadi pertanyaan lainnya lagi.

2. Apakah aman berhubungan seks di bak mandi atau kolam air panas?

Pertanyaan ini biasanya disampaikan para pasangan, biasanya yang memang berencana menggunakan fasilitas mandi dan berendam atau berenang itu untuk kegiatan intim penuh hasrat. Dan memang pertanyaan ini lebih mengarah ke soal yang berhubungan dengan keamanan, bahkan malah ke aspek kesehatan.

Namun nyatanya, meski tahu bahwa rata-rata manajer hotel dan spa mungkin tak akan bisa memberi jawaban, tetap saja banyak pelanggan yang suka bertanya. Biasanya mungkin, pertanyaan ini memang tidak disampaikan secara terbuka, di lobi atau di meja penerima tamu misalnya, melainkan mungkin lebih secara diam-diam atau bahkan lewat saluran telepon.

3. Bisa minta layanan kamar (room service) yang "spesial"?

Ini termasuk yang kerap ditanyakan oleh pelangan atau tamu hotel, baik sejak awal ketika memesan kamar dan check-in, hingga ketika mereka sudah berada di dalam kamarnya. Room service atau layanan kamar 'spesial' yang ingin diminta itu sendiri juga biasanya beragam, bahkan kadang melibatkan hal-hal atau benda-benda aneh.

Mulai dari misalnya pesanan ekstra shampo, krim pelembab, madu, lilin, bumbu-bumbuan, hingga makanan-minuman tertentu, ataupun perlengkapan tidur, bisa masuk dalam bagian request layanan kamar seperti ini. Tapi bukan itu saja, tidak jarang pula yang dituju justru adalah pengantarnya; misalnya minta pesanan khusus diantar staf wanita atau pria muda, atau minta layanan dari orang spesifik dengan alasan tertentu, dan sebagainya.

4. Bisakah menonton saluran TV dewasa?

Ini termasuk yang kerap ditanyakan oleh para tamu atau pelanggan sebuah hotel, terutama sekali mereka yang datang berpasangan. Tentu saja, saluran TV dimaksud bukan sekadar yang berkategori tayangan kalangan dewasa, tapi yang lebih spesifik berisikan konten-konten, baik film maupun musik dan sebagainya, yang berhubungan dengan aktivitas seks, hingga film porno itu sendiri.

Ilustrasi hubungan intim. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan berhubungan intim, romantis, aktivitas seksual. (Shutterstock)

5. Bisa diputarkan lagu-lagu romantis khusus?

Ini hampir senada dengan pertanyaan atau request terkait saluran TV, dan juga cukup sering dilontarkan --khususnya lagi di spa. Tapi bedanya, karena tidak ada kategori porno untuk yang seperti ini, melainkan sekadar pendukung suasana, biasanya tidak ada masalah di sini. Jika memang ada fasilitas pemutar lagu di kamar atau ruang spa tersebut, sudah pasti lagu-lagu atau musik yang dilantunkan akan mendukung suasana mesra, termasuk untuk aktivitas seks atau hubungan intim.

6. Apakah dindingnya kedap suara?

Mungkin bagi yang tidak menanyakan pun (misalnya karena sungkan), hampir semua tamu akan punya pikiran tentang ini, khsusnya mereka yang memang sudah berniat untuk bemesraan atau berhubungan intim di kamar hotel atau spa tersebut. Ini memang jadi salah satu hal yang biasanya ingin dipastikan, karena ketika nanti aktivitas intim berlangsung, mereka tidak ingin suara atau bunyi-bunyian yang timbul bisa terdengar di seberang ruangan atau di kamar lain. Walaupun memang, ada juga orang-orang tertentu yang justru tak peduli akan hal itu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS