Pasutri Pao dan Hadikin, Mendaki Everest Demi Edukasi Alzheimer

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Senin, 09 Maret 2020 | 10:02 WIB
Pasutri Pao dan Hadikin, Mendaki Everest Demi Edukasi Alzheimer
Pasutri Pao dan Hadikin, Mendaki Everest Demi Edukasi Alzheimer. (Dok. Alzi Indonesia)

Suara.com - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengedukasi masyarakat seputar kesehatan. Salah satunya seperti yang dilakukan pasangan suami istri Pao Pheng dan Hadikin Setiawan, yaitu mendaki Everest untuk edukasi seputar penyakit alzheimer.

Puncak Everest bukanlah tempat sembarangan. Dengan ketinggan di atas 5000 mdpl (meter di atas permukaan laut), Pao dan Hadikin berhasil menjejakkan kaki di puncak tersebut setelah menempuh perjalanan selama 12 hari. Sukses itu terbayar setelah persiapan selama 6 bulan yang digunakan untuk melakukan latihan fisik, stamina, dan administrasi.

Pasutri Pao dan Hadikin, Mendaki Everest Demi Edukasi Alzheimer. (Dok. Alzi Indonesia)
Pasutri Pao dan Hadikin, Mendaki Everest Demi Edukasi Alzheimer. (Dok. Alzi Indonesia)

"Mendaki gunung perlu proses, nggak langsung instan, jadi perlu persiapan, latihan fisik, dan lain-lain. Kita educate nggak perlu naik gunung, hobi apapun skill yang dipunya, bisa lho lakukan sesuatu yang good cause," ujar Pao kepada Suara.com beberapa waktu lalu di Jakarta .

Kenapa memilih mendaki gunung? Menurut Pao, sepanjang perjalanan pendakian, ia dan suami selalu menggunakan kaos Everest for Alzi 2019. Tujuannya adalah untuk menggugah rasa ingin tahu orang-orang yang berpapasan dengan mereka.

Dan terbukti, banyak orang yang bertanya tentang kaos itu. Mereka kemudian menjelaskan campaign tentang penyakit alzhaimer atau penyakit pikun yang bisa dicegah sejak usia muda.

"Banyak orang-orang yang tadinya nggak pernah contact kita, jadi nanya. Oh, siapa yang alzhaimer. Ternyata mereka membuka sharing, mereka langsung support kita, yuk. Karena jarang orang yang membahas tentang demensia alzhaimer. Padahal banyak orang yang terkena gejala seperti itu," ungkap Pao.

Pao Pheng, Mendaki Everest Demi Edukasi Alzheimer. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Pao Pheng, Mendaki Everest Demi Edukasi Alzheimer. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Cinta gunung, adalah salah satu alasan mengapa pasutri ini memilih mendaki Puncak Everest untuk melakukan campaign ini. Tapi tak hanya itu, menurut Pao, tracking atau naik gunung adalah salah satu olahrga yang bisa mencegah alzhaimer demensia atau pikun.

Keluarga Pao sendiri ada turunan alzheimer, yakni ibu Pao yang menderita penyakit tersebut.

baca juga

"Jadinya saya dan suami melihat kondisi keluarga, kami punya kesepakatan, menjadi tua itu pasti, tapi menjadi tua yang seperti apa bisa kita lakukan dari sekarang. Dan salah satunya mengurangi stres sama berolahraga. Kebetulan karena kita suka naik gunung, kita mau melakukan edukasi itu melalui pendakian gunung," jelasnya.

Di sisi lain, nama Everest adalah salah satu tempat menarik untuk menjadi acuan. Itu sebabnya, Everest Basecamp dijadikan sebagai tempat untuk penggalangan dana yang dikenal Everest for Alzi 2019.

"Jadi selama 6 bulan, dari 1 April sampai 30 September 2019, 6 bulan, targetnya 10 ribu dolar (setara Rp 140 juta), orang bisa kasih dalam bentuk dolar atau rupiah. Waktu itu kita pakai platform, jadi bisa siapapun otomatis yang kita hubungi terlebih dahulu adalah orang yang kita kenal," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Ini 10 Gejala Pikun di Usia Muda yang Bisa Menyerang Anda

Waspada, Ini 10 Gejala Pikun di Usia Muda yang Bisa Menyerang Anda

Health | Jum'at, 06 Maret 2020 | 20:10 WIB

Mata Bisa Deteksi Tanda-tanda Penyakit Serius, Temuan Dokter Mengejutkan!

Mata Bisa Deteksi Tanda-tanda Penyakit Serius, Temuan Dokter Mengejutkan!

Health | Jum'at, 07 Februari 2020 | 17:03 WIB

Johny Indo Berhenti Ceramah Karena Alzheimer? Kenali Gejalanya

Johny Indo Berhenti Ceramah Karena Alzheimer? Kenali Gejalanya

Health | Minggu, 26 Januari 2020 | 15:49 WIB

Terkini

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:45 WIB

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:25 WIB

Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Sport | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:24 WIB

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition

Jogja | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:22 WIB

Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026

Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:10 WIB

Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas

Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:01 WIB

Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota

Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:42 WIB

Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025

Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:35 WIB

Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:30 WIB

×