Pakar Sebut Sistem Kekebalan Tubuh Manusia Tidak Bekerja On dan Off

Risna Halidi | Lilis Varwati
Pakar Sebut Sistem Kekebalan Tubuh Manusia Tidak Bekerja On dan Off
Ilustrasi suplemen. (Pixabay)

Dokter di Inggris ungkap sistem kekebalan tubuh tidak bisa sekadar ditingkatkan untuk cegah Corona Covid-19.

Suara.com - Menurut dokter yang berpraktik di NHS Inggris, Sara Kayat, sistem kekebalan tubuh manusia tidak memiliki saklar on dan off yang bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi suplemen.

Konsumsi jenis makan apapun juga tidak akan mampu menjauhkan diri dari paparan virus utamanya virus corona penyebab sakit Covid-19.

Dilansir Suara.com dari laman Aljazeera News, Sara mengatakan bahwa mencuci tangan, menjaga jarak sosial, dan isolasi diri tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan secara aktif.

Sistem kekebalan tubuh sangat bergantung pada kerja kompleks berbagai sel, organ, protein dan jaringan yang bekerja bersama untuk mengenali dan menetralkan patogen.

"Sistem kekebalan tubuh tidak dirancang untuk "ditingkatkan" dan jika bekerja berlebihan, itu sebenarnya dapat membuat kita menjadi lebih tidak sehat dengan merusak sel-sel serta jaringan," kata Sara.

Namun ada banyak nutrisi, vitamin, dan mineral yang diperlukan untuk mendukung fungsi normal sistem kekebalan tubuh. Sebagian besar nutrisi itu, kecuali vitamin D, dapat diperoleh dengan mudah dari diet sehat.

Dan berikut ini adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh agar sistem kekebalan tubuh berfungsi normal.

1. Vitamin D
Vitamin D sering dikaitkan dengan perkembangan tulang, sendi, dan otot yang sehat. Vitamin D didapat dari cahaya matahari. Sementara makanan yang mengandung vitamin D di antaranya ikan, kuning telur, daging dan jeroan, namun mengandung vitamin D dalam jumlah kecil.

2. Seng
Seng dikenal sebagai "mikronutrien" yang penting untuk sistem kekebalan tubuh, dan kekurangannya dapat menyebabkan gangguan respon imun. Bahkan ada bukti yang menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi suplemen seng dalam waktu 24 jam saat flu dapat mempercepat penyembuhan. Seng dapat ditemukan di banyak makanan laut, daging, dan kacang-kacangan.

3. Vitamin B
Beberapa kelompok vitamin B kompleks, yaitu vitamin B6, B12 dan B9, juga terlibat dalam respon imun. Vitamin B12 secara alami ditemukan dalam produk-produk hewani, termasuk ikan, daging, unggas, telur, susu dan produk-produk susu. Vitamin B6 diperlukan untuk menyerap vitamin B12 dan untuk membuat sel darah merah dan sel-sel sistem kekebalan tubuh.

Ini dapat ditemukan dalam hati sapi, buncis, tuna, salmon, nasi, sereal dan bawang. Vitamin B ini diketahui memiliki peran dalam sistem kekebalan tubuh.

Kekurangan vitamin B dalam tubuh dapat mengubah respons sistem kekebalan tubuh. Ini dengan menghambat kemampuan tubuh untuk membuat antibodi, sel darah putih dan faktor kekebalan lain yang diperlukan untuk melawan infeksi.

4. Vitamin C
Vitamin C memiliki peran penting dalam fungsi kekebalan tubuh normal. Vitamin C juga membantu pembentukan kolagen, penyembuhan luka dan merupakan antioksidan. Juga membersihkan radikal bebas yang dapat merusak sel, jaringan, dan bahan genetik yang dapat memengaruhi kekebalan tubuh.

5. Omega 3
Omega 3 adalah bagian integral dari membran yang mengelilingi setiap sel dalam tubuh. Ada tiga bentuk asam lemak omega 3 - EPA, DHA dan ALA.

ALA adalah asam lemak "esensial", yang hanya bisa didapat dari sumber makanan dan tidak dapat dibuat oleh tubuh. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa omega 3 dikaitkan dengan peningkatan aktivitas sel B yang merupakan bagian vital dari sistem kekebalan tubuh.

Manusia hanya bisa menghasilkan sedikit EPA dan DHA dari ALA, jadi masih penting untuk mendapatkannya dari makanan kita juga. ALA terutama dapat ditemukan dalam minyak nabati, kacang-kacangan dan biji-bijian, dan DHA dan EPA, pada ikan berminyak.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS