Corona, Keraton Kasepuhan & Gua Sunyaragi Cirebon Tutup Hingga Lebaran

Vania Rossa

Senin, 06 April 2020 | 12:47 WIB
Corona, Keraton Kasepuhan & Gua Sunyaragi Cirebon Tutup Hingga Lebaran
Keraton Kasepuhan Cirebon. (Wikipedia)

Suara.com - Keraton Kasepuhan dan Gua Sunyaragi Cirebon Ditutup Hingga Lebaran.

Gegara pandemi Covid-19, sejak pertengahan Maret lalu, sejumlah kawasan satu persatu mulai menutup tempat wisatanya.

Hal itu dilakukan untuk mendukung gerakan social distancing yang diserukan pemerintah, guna membatasi penyebaran virus corona Covid-19. Tak terkecuali wisata Keraton Kasepuhan dam Gua Sunyaragi di Cirebon.

Dikutip dari Times Indonesia yang merupakan jaringan Suara.com, kota Cirebon secara resmi memperpanjang penutupan kedua tempat wisata favorit tersebut hingga 23 Mei mendatang.

"Kemudian, akan dibuka kembali pada 24 Mei 2020 bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri," ujar Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat melalui Direktur Pengelola keraton Kasepuhan, Ratu Raja Kasepuhan Cirebon Alexandra Wuryaningrat.

Alexandra menjelaskan, sebelumnya wisata Keraton Kasepuhan dan Gua Sunyaragi ditutup sementara pada tanggal 30 Maret 2020 hingga 9 April 2020. Namun melihat kondisi yang belum memungkinkan untuk kembali dibuka, pihaknya pun memutuskan memperpanjang masa penutupan wisata budaya sejarah tersebut.

Gua Sunyaragi Cirebon. (Foto: Antara)
Gua Sunyaragi Cirebon. (Foto: Antara)

"Karena pandemi ini masih ada, hingga tidak diketahui kapan berakhirnya, maka pengelola memutuskan memperpanjang penutupan sementara," tutur Alexandra, Minggu (5/4/2020).

Alexandra menjelaskan, keputusan perpanjangan ini sudah disetujui oleh Sultan, pengelola, guide, maupun staf keraton Kasepuhan. Sebab jika dipaksakan buka, maka tidak akan ada yang datang akibat orang-orang sedang melaksanakan sosial distancing dan diam di rumah.

"Imbauan pemerintah adalah tidak ke mana-mana dulu, selama masih pandemik. Maka tempat wisata, termasuk Keraton Kasepuhan dan Gua Sunyaragi akan menjadi sepi," tuturnya.

baca juga

Meskipun tidak menerima kunjungan wisatawan untuk sementara waktu, lanjutnya, kegiatan bersih-bersih keraton masih tetap dilakukan. Dan juga kegiatan penyemprotan disinfektan pun masih kerap dilakukan.

"Para guide dirumahkan. Yang masih bertugas di sini petugas keamanan, kebersihan, dan staf," tuturnya.

Meskipun tak ada kegiatan wisata, tambahnya, kegiatan-kegiatan tradisi yang biasa dilakukan oleh Keraton Kasepuhan, masih tetap berjalan. Apalagi menjelang bulan Ramadan akan banyak kegiatan tradisi. Hanya saja, tidak melibatkan banyak orang seperti biasanya.

"Yang biasanya di masjid, kita lakukan di dalam keraton saja," ungkapnya.

Ia pun berharap, pandemik ini bisa cepat berlalu. Sehingga, roda perekonomian di Indonesia, khususnya di Cirebon, bisa berjalan kembali. Dan wisatawan pun bisa berkunjung dengan tenang dan nyaman ke Cirebon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unik, Begini Cara Seorang Nenek Berbagi ke Driver Ojol dan Pedagang

Unik, Begini Cara Seorang Nenek Berbagi ke Driver Ojol dan Pedagang

Tekno | Senin, 06 April 2020 | 07:38 WIB

Pengamat Sebut Penanganan Pandemi Corona Indonesia Terlambat

Pengamat Sebut Penanganan Pandemi Corona Indonesia Terlambat

News | Senin, 06 April 2020 | 06:32 WIB

Indeks Kenyamanan Iklim dan Potensi Peningkatan Kunjungan Wisata

Indeks Kenyamanan Iklim dan Potensi Peningkatan Kunjungan Wisata

Your Say | Sabtu, 04 April 2020 | 11:35 WIB

Terkini

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×