alexametrics

Ini Cara Mengolah Makanan Cepat Saji Dengan Rumus ABCDE Selama di Rumah Aja

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Ini Cara Mengolah Makanan Cepat Saji Dengan Rumus ABCDE Selama di Rumah Aja
Ilustrasi makanan kaleng. (Sumber: Shutterstock)

Tampaknya banyak orang mulai bingung dalam mengolah makanan sehat untuk disantap sehari-hari.

Suara.com - Ini Cara Mengolah Makanan Cepat Saji Dengan Rumus ABCDE Selama di Rumah Aja.

Hampir tiga pekan sudah masyarakat Indonesia diimbau untuk melakukan physical distancing dengan bekerja, belajar dan berkegiatan di rumah.

Tapi nampaknya banyak orang mulai bingung dalam mengolah makanan sehat untuk disantap sehari-hari.

Sadar konsumsi makanan bergizi dan pola makan sehat dibutuhkan agar tubuh lebih kuat melawan virus masuk, ilmuwan Nutrisi Dr. Matthew Lantz Blaylock, PhD tak mempermasalahkan penggunaan makanan siap saji dan mengatakan hal tersebut bisa menjadi opsi.

Baca Juga: Menjadikan Belajar di Rumah Lebih Bermakna

"Mengingat situasi di mana kita mungkin belum bisa sebebas sebelumnya pergi ke pasar atau supermarket untuk membeli bahan pangan yang segar, maka makanan beku, siap saji dan kaleng bisa menjadi opsi," ujar Dr. Matthew melalui rilis Greenfields dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia yang diterima suara.com, Selasa (9/4/2020).

Alih-alih sibuk memikirkan jenis makanan siap saji, beku, atau kaleng. Kata dia, yang terpenting adalah memastikan sumber makanan tersebut.

Seperti dalam memilih susu UHT, sangat penting untuk dipastikan lebih dahulu apakah berasal dari susu segar.

Untuk mempermudah, Dr. Matthew merangkumnya dalam rumus ABCDE dalam menyusun menu makanan sehari-hari di rumah, seperti berikut:

1. Adequacy atau secukupnya
Usahakan menu makanan mengandung cukup nutrisi penting untuk menjaga diet yang sehat. Jangan lupa bahwa gaya hidup sehat terdiri dari 70 persen asupan gizi dan 30 persen olahraga.

Baca Juga: Update: Pasien RSD Wisma Atlet Capai 527 Orang, 318 Positif Corona

2. Balance atau seimbang
Terapkan pola makan yang seimbang dengan rekomendasi konsumsi 40 sampai 60 persen karbohidrat, 20 sampai 30 persen lemak, dan 15 sampai 20 persen protein.

Komentar